
AMBON,-beritasumbernews.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memaparkan capaian pembangunan sekaligus tantangan daerah saat sampaikan Rancangan Peraturan Daerah Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di rapat paripurna DPRD Kota Ambon, Jumat [26/6/2026].
Rapat di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Ambon dipimpin Wakil Ketua II DPRD Patrik Moenandar didampingi Ketua DPRD Mourits Tamaela. Hadir Wawali Ambon Ely Toisuta, anggota DPRD, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah OPD lingkup Pemkot Ambon.
Dalam pemaparannya, Bodewin menegaskan LPJ APBD 2025 jadi bentuk akuntabilitas Pemkot Ambon kepada DPRD dan masyarakat.
“Pertanggungjawaban APBD bukan sekadar laporan angka. Ini cerminan sejauh mana program dan kegiatan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bodewin.
Bodewin sebut sejumlah capaian utama selama 2025. Di sektor infrastruktur, Pemkot fokus perbaikan jalan, drainase, dan penerangan jalan umum di 5 kecamatan. Sektor kesehatan diperkuat lewat optimalisasi Puskesmas dan layanan UHC.
Untuk pengentasan kemiskinan, Pemkot jalankan 17 program prioritas, mulai bantuan sosial tepat sasaran, pemberdayaan UMKM, hingga pelatihan kerja bagi kelompok rentan.
“Alhamdulillah, realisasi anggaran 2025 berjalan sesuai target. Namun kita tetap realistis, masih ada tantangan yang harus kita jawab bersama,” katanya.
Bodewin akui 3 tantangan besar Kota Ambon ke depan. Pertama, pengendalian inflasi dan harga bahan pokok. Kedua, penurunan angka stunting yang masih jadi PR bersama. Ketiga, percepatan penataan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
“Ke depan kita butuh sinergi DPRD, OPD, dan masyarakat. APBD 2026 harus lebih berpihak ke rakyat, transparan, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Rapat paripurna dilanjutkan dengan penyerahan dokumen Ranperda LPJ APBD 2025 ke DPRD untuk dibahas lebih lanjut di tingkat komisi dan Badan Anggaran. (Chey)
