Seram Bagian Baratberitasumbernews.com -Warga Dusun Olas melakukan aksi pemalangan jalan pada Senin pagi sekitar pukul 08.15 WIT sebagai bentuk protes atas dugaan aksi sweeping yang dilakukan oleh sejumlah warga Dusun Katapang terhadap warga Olas sehari sebelumnya.

Merespons situasi tersebut, personel Polsubsektor Laala bersama anggota pengamanan dari Polres Seram Bagian Barat segera melakukan langkah persuasif dengan mendatangi Pemerintah Dusun Katapang guna meredam potensi eskalasi konflik.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dusun Katapang menjelaskan bahwa oknum warga yang diduga melakukan aksi sweeping merupakan salah satu korban pembacokan dalam peristiwa yang sebelumnya terjadi di Dusun Olas. Meski demikian, pemerintah dusun menegaskan tidak membenarkan tindakan sweeping maupun bentuk aksi balasan lainnya.

Pemerintah Dusun Katapang menyatakan bahwa seluruh persoalan telah diserahkan kepada aparat penegak hukum sehingga penyelesaiannya harus ditempuh melalui proses hukum, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala dusun juga mengaku telah mendatangi lokasi untuk menegur oknum warga yang terlibat dan memastikan tidak ada lagi aksi sweeping maupun pemalangan jalan terhadap warga Olas.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah dusun, petugas kepolisian juga meminta keterangan dari oknum warga yang sebelumnya melakukan aksi sweeping. Dalam keterangannya, yang bersangkutan mengaku tindakannya dipicu rasa kecewa karena hingga kini pelaku pembacokan terhadap dirinya belum berhasil diungkap. Ia berharap proses penyelidikan dapat segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.

Menanggapi hal tersebut, petugas memberikan pemahaman bahwa perkara pembacokan telah ditangani oleh penyidik dan meminta yang bersangkutan untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Kepolisian menilai aksi sweeping berpotensi memicu konflik baru antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas serta mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Pada pukul 14.00 WIT, kepolisian kembali melakukan koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat Dusun Olas untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan Pemerintah Dusun Katapang. Dalam dialog tersebut, sejumlah tokoh pemuda menyampaikan beberapa aspirasi kepada pihak kepolisian.

Aspirasi tersebut meliputi permintaan jaminan keamanan bagi warga Olas yang beraktivitas di wilayah Dusun Katapang dan sekitarnya, pembentukan pos kepolisian di Dusun Katapang, penempatan personel Bhabinkamtibmas di setiap dusun, percepatan penanganan proses hukum guna memberikan kepastian kepada para korban, serta harapan agar Kapolres Seram Bagian Barat dapat hadir langsung di Dusun Olas dan Dusun Katapang sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan.

Setelah dialog berlangsung, warga Dusun Olas menyatakan mendukung langkah kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sebagai bentuk komitmen tersebut, warga bersama aparat kepolisian membuka kembali akses jalan yang sebelumnya ditutup menggunakan batu dan kayu sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Hingga proses mediasi berakhir, situasi di wilayah Dusun Olas dan Dusun Katapang dilaporkan dalam keadaan kondusif. Aparat kepolisian terus melakukan pemantauan serta mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan mempercayakan penyelesaian perkara kepada proses hukum yang sedang berjalan. (**)