
Buru – beritasumbernews.com . Akses pembiayaan, tabungan, asuransi hingga perlindungan sosial terus didorong agar produk dan jasa keuangan semakin dekat dengan masyarakat di daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat ekosistem keuangan inklusif di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kabupaten Buru khususnya masyarakat nelayan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Buru Selatan.
Di Desa Waelihang Kabupaten Buru, OJK melakukan penguatan ekosistem keuangan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang disinergikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sementara di Buru Selatan, OJK bersama pemerintah daerah dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong perluasan akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi masyarakat serta UMKM. Di Desa Waelihang, OJK Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Buru, perangkat desa, lembaga jasa keuangan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buru, serta pemangku kepentingan lainnya meluncurkan Program EKI yang disinergikan dengan KNMP.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady mengatakan, pengembangan EKI merupakan salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buru yang kemudian disinergikan dengan KNMP di Desa Waelihang.
Menurut Haramain, sinergi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem keuangan yang lebih kuat di tingkat desa, khususnya bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses terhadap permodalan, tabungan, perlindungan sosial, maupun produk investasi.
“Rangkaian kegiatan Launching Program Ekosistem Keuangan Inklusif pada hari ini diharapkan dapat menjadi pemantik dalam meningkatkan akses dan inklusi keuangan masyarakat desa, terutama Desa Waelihang. Dengan akses produk lembaga jasa keuangan formal yang lebih mudah dan merata, semoga kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa dapat semakin meningkat,” ujar Haramain.
Program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sejumlah agenda langsung mempertemukan masyarakat dengan lembaga jasa keuangan melalui sosialisasi produk dan layanan keuangan, business matching, Aksi Inklusi Keuangan, serta Bimbingan Teknis Nelayan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buru.
Dalam Aksi Inklusi Keuangan, masyarakat menerima akses terhadap berbagai produk jasa keuangan secara simbolis. PT Bank Rakyat Indonesia menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sementara PT Permodalan Nasional Madani menyalurkan produk MM 10 (Mekaar Madani).Di sektor tabungan, dilakukan pembukaan rekening TabunganKU dan Simpanan Pelajar (SimPel) melalui PT BPD Maluku dan Maluku Utara serta
pembukaan rekening SimPel melalui PT BPR Modern Express. PT Pegadaian turut membuka akses Tabungan Emas, sedangkan PT BPJS Ketenagakerjaan memberikan kepesertaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa inklusi keuangan di desa memiliki cakupan yang luas, mulai dari akses pembiayaan usaha, budaya menabung, investasi hingga perlindungan bagi pekerja.
Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Buru M.Z. Effendy Rada menyambut baik sinergi tersebut. Pemerintah Kabupaten Buru, kata dia, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan OJK, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperluas akses dan inklusi keuangan di wilayah Kabupaten Buru, termasuk desa dan kawasan pesisir.
Ia juga mengajak masyarakat Desa Waelihang memanfaatkan program tersebut secara optimal untuk memperoleh akses permodalan dan layanan jasa keuangan lainnya yang dapat mendukung perkembangan ekonomi masyarakat dan desa.
Selain itu, salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupaten Buru yaitu mempertemukan pelaku usaha dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui kegiatan Business Matching bagi pelaku minyak atsuri yang dilaksanakan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan pembekalan dan pemahaman terkait edukasi keuangan serta diharapkan terjalinnya kemitraan strategis yang berkelanjutan antara pelaku usaha minyak atsuri, pemerintah daerah, dan Lembaga Jasa Keuangan. Dari Kampung Nelayan Merah Putih, Berlanjut ke UMKM Buru Selatan Penguatan akses keuangan juga dilakukan OJK Maluku di Kabupaten Buru Selatan.
Penguatan akses keuangan dilakukan melalui kegiatan Business Matching kepada Pelaku UMKM yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Buru Selatan. Business Matching kepada UMKM yang dilaksanakan ini merupakan salah satu program kerja TPAKD Kabupaten Buru Selatan yang telah ditetapkan serta memiliki tujuan yang positif kepada para pelaku usaha UMKM seperti:
a. Menyediakan wadah pertemuan antara pelaku usaha, instansi pemerintah kabupaten dan Lembaga jasa keuangan.
b. Mendorong peningkatan kapasitas usaha.
c. Meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan keuangan. “Masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga perlu terliterasi dengan baik untuk bertransaksi secara aman dan bijak serta terhindar dari berbagai modus kejahatan transaksi digital,” kata Haramain.
Dengan karakteristik wilayah yang tersebar hingga daerah terpencil, penguatan akses keuangan di Buru Selatan diarahkan untuk mendukung sektor-sektor utama perekonomian daerah, terutama pertanian, kehutanan, dan perikanan, termasuk komoditas kelapa, cengkeh, dan kakao. OJK Maluku mendorong agar inklusi keuangan tidak berhenti pada kepemilikan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi berlanjut pada pemanfaatan yang aman, tepat, dan produktif.
Membangun Ekosistem Keuangan hingga ke Pelosok Penguatan ekosistem keuangan di Buru dan Buru Selatan menunjukkan upaya memperluas inklusi keuangan hingga ke tingkat akar rumput dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik ekonomi masyarakat setempat.
Bagi masyarakat nelayan, akses pembiayaan dapat mendukung pengembangan usaha. Sementara bagi pelaku UMKM, akses terhadap lembaga jasa keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan pengembangan usaha.
Karena itu, OJK Maluku terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, dan masyarakat agar perluasan akses keuangan tidak berhenti pada tersedianya produk dan layanan, tetapi diikuti dengan pemanfaatan yang tepat dan produktif. Dari Desa Waelihang hingga Buru Selatan, OJK Maluku terus mendorong penguatan ekosistem keuangan yang semakin dekat dengan masyarakat, membuka akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan formal, serta mendukung masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi
(Chey)
