
AMBON – beritasumbernews.com – Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam XV/Pattimura Julius Jolly Suawa menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat dalam membangun Maluku yang aman, nyaman dan tenteram.
Hal itu disampaikan dalam silaturahmi bersama insan pers di Ambon, Selasa (29/09/2026).
Jenderal yang pernah bertugas di Maluku saat kerusuhan tahun 2000 itu mengaku melihat perubahan besar Maluku dari dulu hingga sekarang.
“Dan sekarang jabatan Kapoksahli sungguh luar biasa. Julius Jolly Suawa sebelumnya pernah bertugas di sini pada waktu kerusuhan tahun 2000. Saya melihat situasi kondisi masyarakat Maluku zaman dulu dengan zaman sekarang. Memang perlu kita secara hati nurani, perlu kita bersinergi, perlu kita satukan pemikiran untuk Maluku, bagaimana Maluku ini kita bangun,” ujarnya.
Ia menyebut keberadaan TNI di Maluku harus memberi manfaat nyata.
“Saya pernah pada waktu konflik di TVRI, saya mewakili Bapak Pangdam dan Gubernur tentang wawancara bagaimana mengatasi konflik karena ada konflik-konflik kecil yang terjadi. Kita tidak mau terjadi hal-hal seperti itu di kemudian hari. Kita sama-sama komponen masyarakat termasuk wartawan sebagai mata dan mulut untuk bisa memberikan pemahaman, harus bisa menyejukkan hati setiap masyarakat,” katanya.
Ia menekankan pesan Pangdam XV/Pattimura bahwa keberadaan TNI harus bermanfaat bagi masyarakat.
“Satu kata yang saya garis bawahi apa yang disampaikan Bapak Pangdam, keberadaan kita ini harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bermanfaat bagi prajurit dan bagi masyarakat,” tegasnya.
Kapoksahli juga membeberkan alasan penataan area di samping Kodam XV/Pattimura. Menurutnya, penataan itu bertujuan strategis untuk pemberdayaan UMKM dan ruang publik.
“Kita melihat kehidupan masyarakat khususnya UMKM yang perlu kita tata, perlu kita wadahi, perlu kita fasilitasi mereka untuk bisa berjualan atau melaksanakan aktivitas ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon,” jelasnya.
Selain untuk UMKM, area tersebut juga akan menjadi ruang ekspresi seni, tempat bermain anak, hingga ruang integrasi antar umat beragama.
“Bagi masyarakat Kota Ambon yang hobinya bernyanyi bisa kita wadahi, mereka bisa mengeksplor kemampuan mereka. Bagi anak-anak daerah Merdeka yang selama ini tidak ada tempat bermain, mereka bisa bermain di situ kita buat taman-taman kecil. Kita ingin membuat integrasi semua agama di situ supaya mereka bisa masuk berintegrasi,” paparnya.
Ia menambahkan, penataan kawasan tersebut juga berdampak pada peningkatan ekonomi, sosial, dan keamanan. Jika kawasan ramai, nilai ekonomi akan naik dan penyakit masyarakat bisa ditekan karena akses pengawasan lebih mudah.
“Jangan sampai pembangunan hanya di wilayah sana saja. Di sini juga bisa, dampak sosialnya luar biasa. Bisa terjadi interaksi antara kelompok masyarakat, salah satu cara untuk mengatasi konflik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Kapoksahli menegaskan akan terus melanjutkan program kebaikan meski ada kepentingan-kepentingan kecil yang mencoba menghalangi.
“Saya mohon maaf, kita mau tata, kita mau bikin bagus jalannya sehingga pelabuhan itu orang kalau datang lihat bagus. Pesan Pangdam untuk kebaikan jangan pernah mundur. Maju terus, ketentuannya tetap kita jalankan,” pungkasnya.
(Chey)
