AMBON,- beritasumbernews.com – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena membuka secara resmi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon Tahun Anggaran 2026 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, para pejabat utama Kodam XV/Pattimura, Forkopimda Kota Ambon, Dandim 1504/Ambon,Letkol Inf Ridolfo Gleend Paulus, Kapolresta Ambon dan P.P. Lease, Kejari Ambon, Pengadilan Negeri Ambon, pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, Dansat Brimobda Polda Maluku, Sekda dan pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Forkopimcam Nusaniwe, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua Majelis Jemaat GPM Seri, Raja Negeri Urimessing, Kepala Dusun Seri, peserta TMMD dari unsur TNI-Polri dan masyarakat, serta warga Dusun Seri.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan bukti nyata bahwa pembangunan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi, gotong royong dan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memperkuat ketahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat,” ujar Wattimena.

Mengusung tema TMMD ke-130 “Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, Wali Kota menyebut pesan tersebut sangat penting karena desa, negeri, kelurahan dan seluruh lingkungan masyarakat merupakan pondasi bagi kemajuan suatu daerah.

“Melalui TMMD ini kita hendak menegaskan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan. Semuanya merupakan bagian dari upaya kita untuk mewujudkan Kota Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Wattimena merincikan, sasaran fisik TMMD kali ini di Dusun Seri meliputi pembangunan jalan lingkungan, jembatan, talud, saluran drainase, pembangunan MCK, perpipaan dan reservoir air, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Menurutnya, seluruh sasaran tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan jalan dan jembatan akan memperlancar mobilitas dan akses pelayanan publik serta aktivitas ekonomi, sementara talud, drainase dan MCK berperan meningkatkan perlindungan pemukiman dan sanitasi lingkungan.

Namun, ia menekankan satu sasaran fisik yang sangat strategis yakni pembangunan jaringan perpipaan dan reservoir air.

“Kita sedang menghadapi kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Dampaknya dirasakan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat yaitu ketersediaan air bersih yang semakin menurun debitnya,” jelasnya.

“Infrastruktur tersebut bukan hanya menjadi hasil pembangunan fisik, melainkan juga merupakan investasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kekeringan berkepanjangan,” tambah Wattimena.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memastikan pembangunan sarana air benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, dan setelah pembangunan selesai masyarakat turut mengambil bagian dalam menjaga bersama-sama.

Dandim Ambon Tekankan Kerja Sama Berkelanjutan

Sementara itu, Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Rudolf Gleend Paulus berharap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan.

Sebagai Komandan Kodim yang baru, ia menilai kesinambungan kerja sama sangat penting untuk mendukung berbagai program pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.

la berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Negeri Seri dapat memastikan seluruh rangkaian TMMD ke-130 berjalan lancar dan mencapai sasaran.

Melalui program ini, pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kesadaran masyarakat, dan pelestarian lingkungan diharapkan berjalan beriringan demi meningkatkan kesejahteraan warga serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di Kota Ambon.

(Chey)