ABORU, PULAU HARUKU – beritasumbernews.com – Ony Usmani resmi dikukuhkan sebagai Raja Adat (Upu Latu) sekaligus Pimpinan Adat Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, periode 2026-2034 melalui Upacara Adat Pasawari yang digelar pada Rabu (29/10/2026).
Pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri perwakilan Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tengah, Pangdam XV/Pattimura, Kodaeral IX Ambon, Kapolda Maluku, tokoh agama, tua-tua adat, para Raja se-Pulau Haruku, Ketua Saniri, serta saudara Pela Gandong dari Negeri Hualoi, Boi, dan Kariu.
Dalam sambutan perdananya, Raja Aboru Ony Usmani menegaskan jabatan Raja bukan kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab berat untuk menjalankan roda pemerintahan, melayani masyarakat, dan menjaga marwah adat istiadat.
“Jabatan ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan amanah. Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya butuh bimbingan, dukungan dan kerjasama dari semua pihak,” tegas Ony Usmani.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Negeri Aboru dan Lembaga Adat sebagai rumah bersama untuk bermusyawarah menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana.
Ony juga menekankan pentingnya melestarikan kearifan lokal dengan filosofi Maluku _Ale Rasa Beta Rasa, Potong di Kuku Rasa di Daging, Sagu Salempeng di Patah Dua_ dalam bingkai persaudaraan Pela Gandong.
Dalam kesempatan itu, Ony Usmani menyampaikan tiga harapan besar kepada pemerintah provinsi dan kabupaten serta TNI-Polri:
Pertama, pemulihan nama baik Negeri Aboru dari isu-isu menyesatkan yang menjatuhkan kredibilitas masyarakat.
Kedua, perhatian khusus bagi pemuda-pemudi Aboru untuk diberikan kesempatan direkrut menjadi PNS, anggota TNI dan Polri guna mengurangi angka pengangguran.
Ketiga,perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta keamanan dan ketentraman masyarakat.
“Banyaknya pengangguran menyebabkan munculnya hal-hal negatif dan keresahan dalam masyarakat. Karena itu kami butuh perhatian khusus,” ujarnya.
Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama dan jamuan adat. Ony Usmani membuka pintu seluas-luasnya bagi kritik dan saran membangun demi mewujudkan Negeri Aboru yang damai, santun, beradab dan bermartabat.
(Chey)

