Uncategorized

Anggota DPRD Promal Nita Bin Umar Hadiri Audisi LASQI Ambon Buka Potensi Tersembunyi Anak Muda

Ambon –beritasumbernews.com – Audisi LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) Kota Ambon Tahun 2026 di tingkat kecamatan mendapat apresiasi dari DPRD Maluku. Ajang ini dinilai strategis melestarikan budaya musik religi sekaligus menjaring talenta muda berbakat.

Anggota DPRD Maluku Dapil Kota Ambon, Nita Bin Umar, yang juga Wakil Ketua Komisi II dan pembina LASQI, hadir langsung dalam audisi di Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe, Lantai I Ambon Plaza, Sabtu (18/4/2026).

Seleksi Bertahap Menuju Tingkat Nasional, Audisi ini merupakan tahapan seleksi menuju Festival LASQI tingkat Kota Ambon, yang akan berlanjut ke provinsi hingga nasional. Seleksi digelar bertahap di lima kecamatan untuk memastikan penjaringan bakat maksimal dan merata.

Menurut Nita, audisi per kecamatan adalah langkah tepat menggali potensi tersembunyi generasi muda, khususnya di bidang seni musik religi Islam seperti vokal solo dan pop religi.

“Nita Bin Umar Sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk menghadir audisi LASQI Kota Ambon. Saya sangat apresiasi kegiatan ini karena lewat audisi per kecamatan, kita bisa lihat bibit generasi penerus yang selama ini mungkin tersembunyi, kini bisa tunjukkan bakat,” ujarnya.

Perkuat Ambon sebagai Kota Musik, Nita menegaskan kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga sarana pembinaan budaya yang memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik.

“Ambon dikenal sebagai Kota Musik, dan itu bukan tanpa alasan. Banyak sekali bakat luar biasa yang dimiliki anak-anak kita. Lewat ajang seperti ini, semua potensi itu bisa muncul, khususnya di lagu religi,” jelasnya.

Peserta terpilih dari tiap kecamatan akan berkompetisi di tingkat kota sebelum melangkah ke level lebih tinggi.

Anggota DPRD Nita Bin Umar menyoroti kualitas dewan juri yang dilibatkan. Juri-juri berpengalaman, bahkan ada yang pernah juara di tingkat nasional, menjadi nilai tambah menjamin objektivitas penilaian.

“Juri-juri ini bukan sembarang juri. Mereka berpengalaman. Ini penting untuk menjaga kualitas seleksi,” ungkap Nita.

Nita berharap kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Maluku agar potensi seni budaya lokal berkembang merata.

Audisi LASQI Kota Ambon mencatat antusiasme tinggi. Puluhan peserta ikut seleksi dari berbagai kategori, termasuk vokal solo dan pop religi. Ini jadi indikator kuat minat generasi muda terhadap seni musik religi masih sangat tinggi.

Dengan berlanjutnya tahapan audisi di seluruh kecamatan, diharapkan Kota Ambon melahirkan perwakilan terbaik yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional, sekaligus memperkuat eksistensi budaya religi di masyarakat

(Chey)

Berita

KONI Ambon 2025–2029: Fokus Tingkatkan Prestasi, Siapkan Program Terukur dan Bapak Angkat Cabor

Ambon – beritasumbernews.com – Ketua Umum KONI Kota Ambon periode 2025–2029 menegaskan komitmen meningkatkan prestasi olahraga Kota Ambon. Kepengurusan baru akan melanjutkan hal baik dari pengurus sebelumnya sekaligus memperbaiki yang masih kurang.

“Tujuan kita cuma satu: peningkatan prestasi olahraga di Kota Ambon. Caranya dengan menyusun program kerja yang baik dan terukur,” ujarnya usai pelantikan, Sabtu (18/4/2026).

Program terukur yang dimaksud adalah memiliki capaian jelas. Target terdekat adalah Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) sebagai ajang seleksi menuju PON.

“Target kita menyiapkan atlet secara baik sehingga bisa berprestasi di sana. Ambon bertugas menyiapkan atlet potensial untuk provinsi,” tegasnya.

Program kerja yang ditetapkan dalam Musorkotlub III dan Raker KONI disusun untuk menjawab tujuan tersebut.

Walikota menyebut tugas KONI menyusun program, sementara tanggung jawab pemerintah mendukung, terutama pendanaan. Dana bisa lewat APBD, BUMN, BUMD maupun CSR perusahaan.

“Kita akan upayakan kerja sama dengan BUMN, BUMD di Kota Ambon untuk bersedia jadi bapak angkat cabor tertentu, terutama cabor berprestasi. Supaya pola pembinaan tidak terkendala anggaran,” jelasnya.

Pemerintah mendukung lewat kolaborasi pentahelix agar olahraga Ambon maju.

Tantangan Infrastruktur: Setiap Desa Punya Lapangan Voli
Tantangan berat yang dihadapi adalah infrastruktur. Prestasi butuh sarana prasarana memadai, anggaran cukup, serta ketersediaan atlet dan pelatih.

“Misalnya, saya ingin tiap desa/negeri/kelurahan paling tidak punya satu lapangan voli. Kalau mau Ambon hasilkan atlet voli berkualitas, mesti punya lapangan. Bagaimana berharap muncul atlet potensial kalau tidak ada sarana,” katanya.

Meski masih kurang, infrastruktur Kota Ambon dinilai cukup memadai. Cabor yang masih butuh dukungan akan disesuaikan dengan sistem anggaran Pemkot.

Terkait keikutsertaan di Pekan Olahraga Beladiri Nasional II di Manado, Oktober 2026, KONI Ambon akan ikut tiga cabor: tinju, kickboxing, dan muaythai.

Itu sesuai hasil identifikasi KONI Provinsi Maluku terhadap peluang medali. “Semua cabor ada, tapi cabor potensial yang berpeluang sumbang medali sudah teridentifikasi. Di tengah keterbatasan anggaran, prioritas kita tetapkan,” ujarnya.

Secara teknis, hibah untuk KONI dikelola Dispora sebagai OPD yang membidangi olahraga.

(Chey)

Berita Pemkot Ambon

Seleksi Sekot Ambon: Walikota Tegaskan Tak Ada Jaminan, Minta Publik Jaga Etika Dukung Kandidat

Ambon – beritasumbernews.com Walikota Ambon menegaskan proses penjaringan dan pemilihan Sekretaris Kota (Sekot) Ambon berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Walikota Ambon Bodewin Wattimena memastikan hingga kini belum ada calon yang dijamin menjadi Sekot.

“Satu hal yang saya pastikan sebagai _user_, bahwa Sekretaris Kota Ambon sampai hari ini belum ada yang menjamin dirinya menjadi Sekot. Semua harus ikuti proses,” ujarnya,Wattimena.

Sabtu (18/4/2026).

Mekanisme: Pansel Pilih 3 Besar, Walikota Tentukan 1 Nama  

Dijelaskan, tahapan seleksi sudah berjalan. Panitia seleksi dan asesor nantinya akan memilih 3 nama terbaik. Ketiga nama itu diserahkan kepada walikota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian untuk dipilih salah satunya.

“Saat diserahkan ke walikota, walikota punya cara tersendiri menentukan dari tiga ini siapa yang terbaik. Itu akan dilakukan di hadapan publik pada waktunya nanti ketika nama 3 besar diserahkan,” katanya.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena akan melakukan uji publik terhadap ketiga kandidat untuk menilai secara terbuka siapa yang paling layak.

Walikota menyoroti mulai munculnya blok dukungan di media terhadap masing-masing bakal calon Sekot. Ia menegaskan jabatan Sekot adalah jabatan karier ASN, bukan kontestasi politik.

“Saya minta publik tetap tenang. Ikuti mekanisme dan prosedurnya dengan baik. Mau mendukung silakan, tapi jangan menjelek-jelekkan kandidat lain di publik, apalagi hanya sebatas asumsi,” tegasnya.

Jangan Rusak Citra Pejabat dengan Asumsi 

Walikota mengapresiasi perhatian publik yang luar biasa terhadap proses seleksi. Namun ia mengingatkan, para kandidat adalah ASN yang punya karier panjang.

“Jangan karena data yang sifatnya hanya asumsi, lalu merusak citra pejabat. Biarkan mereka berkompetisi secara sehat. Tidak ada yang sempurna. Kalau cari yang sempurna, jabatan Sekot tidak akan pernah terisi,” ujarnya.

Yang dicari adalah yang terbaik di antara kandidat untuk diangkat sebagai Sekot. “Karena itu biarkan proses berlangsung. Jangan _playing victim_. Kalau saya tau ASN dukung mendukung sudah tahu risikonya diterima sendiri,” tutupnya.

(Chey)

 

 

Berita

BNPP RI Percepat Penataan Ruang Eks OBP di Simantipal dan Pulau Sebatik, Dorong Kepastian Lahan dan Keamanan Perbatasan

NUNUKAN, Kalimantan Utara* — beritasumbernews.com – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) melaksanakan forum Perencanaan Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara pada wilayah eks Outstanding Boundary Problem (OBP) Simantipal, Pulau Sebatik, dan segmen Sungai Sinapad, Kamis (16/4/2026).

Forum lintas kementerian/lembaga ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat kepastian penataan ruang sekaligus penanganan dampak sosial dan ekonomi masyarakat perbatasan di Kabupaten Nunukan.

Asisten Deputi PRKP BNPP RI, Ismawan Harijono, yang mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI Irjen Pol. Edfrie R. Maith, menegaskan bahwa forum tersebut berfungsi sebagai ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi, mengonsolidasikan kebijakan, serta menghimpun masukan berbasis data dalam perencanaan tata ruang kawasan perbatasan.

“Koordinasi ini bertujuan menyelaraskan rencana tata ruang nasional dengan tata ruang kawasan perbatasan, provinsi, hingga kabupaten/kota, khususnya di wilayah eks OBP seperti Simantipal, Pulau Sebatik, dan segmen Sungai Sinapad,” ujar Ismawan.

Dirinya menjelaskan bahwa Pulau Sebatik dan Simantipal menjadi fokus utama penataan seiring adanya perubahan batas wilayah yang berdampak langsung pada luas dan pemanfaatan ruang. Di Pulau Sebatik, perubahan luas wilayah tersebut berdampak pada 64 bidang lahan milik masyarakat dan pemerintah dengan total luasan sekitar 4,971 hektare.

Sementara itu, kata Ismawan, lahan perusahaan, perseorangan, dan pihak kerajaan seluas 127,336 hektare masih berstatus tanah negara dan memerlukan kejelasan pengelolaan.

“Kondisi ini memicu berbagai persoalan, mulai dari keamanan lahan, pencurian sawit, maraknya jalur ilegal lintas batas, hingga belum tuntasnya penetapan status lahan yang telah diajukan pemerintah desa kepada pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Lebih lanjut, jajaran Asisten Deputi PRKP BNPP RI juga telah melaksanakan peninjauan langsung ke kawasan eks OBP Pulau Sebatik. Dari hasil peninjauan tersebut, teridentifikasi sejumlah titik strategis usulan pembangunan antara lain lokasi bumi perkemahan di Desa Sungai Limau, jalur inspeksi patroli sepanjang perbatasan, pembangunan Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) dan polsubsektor, serta aktivitas pasar lokal di Desa Aji Kuning.

Untuk kawasan Simantipal, imbuh Ismawan, wilayah ini direncanakan sebagai Boundary Small City seiring proses regulasi tata ruang yang tengah berjalan. Terkait hal tersebut, masyarakat setempat mengusulkan skema kompensasi ganti untung atas sekitar 778 hektare lahan terdampak, yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur di Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan.

BNPP RI terus mendorong percepatan realisasi ganti untung tersebut serta pembangunan infrastruktur dasar prioritas, antara lain penyediaan jalan alternatif yang tidak melintasi wilayah negara tetangga, penyiapan lahan tempat pembuangan akhir (TPA), dan peningkatan konektivitas antarpermukiman.

Lebih lanjut, Ismawan menekankan pentingnya penguatan fungsi pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan melalui optimalisasi kawasan pertahanan, pembangunan pagar atau benteng batas, serta penambahan pos pengamanan terpadu untuk menekan aktivitas jalur ilegal darat dan laut.

“Pembangunan Pos Lintas Batas strategis, seperti di Aji Kuning, perlu dipercepat agar pengawasan meningkat sekaligus pelayanan publik bagi masyarakat perbatasan semakin optimal,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan yang mewakili Bupati Nunukan, Robby Nahak Serang, menyampaikan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi strategis karena berdekatan langsung dengan Tawau, Malaysia. Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan harus berorientasi pada kemakmuran masyarakat dengan tetap berada dalam koridor kewenangan masing-masing pihak.

“Wilayah perbatasan bukan hanya soal garis batas, tetapi menyangkut kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat. Keterbatasan infrastruktur dan lemahnya penguatan sektor ekonomi dapat menjadi celah munculnya berbagai persoalan, termasuk potensi pergeseran batas, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara,” kata Robby.

Forum tersebut turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait, unsur TNI, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, serta pengelola PLBN di wilayah Kabupaten Nunukan.

(Arif)

Berita

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias*

Belu, NTT —  beritasumbernews.com – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menyelenggarakan Operasi Pasar Murah dan layanan Samsat Keliling untuk mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memudahkan akses pelayanan publik bagi masyarakat perbatasan di Kabupaten Belu, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias sejak pagi hari dan menjadi wujud nyata kehadiran negara di beranda terdepan.

Dalam Operasi Pasar Murah yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, PLBN Motaain menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dengan harga terjangkau Rp60.000 per sak. Total beras yang didistribusikan mencapai 5 ton atau setara 1.000 sak dan seluruhnya habis terjual kepada masyarakat.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, PLBN Motaain juga menghadirkan layanan Samsat Keliling hasil kolaborasi dengan UPTD Samsat Kabupaten Belu. Layanan ini meliputi pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan, perpanjangan STNK, pengurusan balik nama kendaraan, hingga konsultasi administrasi kendaraan bermotor. Kehadiran layanan terpadu tersebut dinilai efektif memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat perbatasan untuk mengakses layanan publik.

Dari hasil pelayanan Samsat Keliling, tercatat penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp4.176.086 yang berasal dari pembayaran 1 unit sepeda motor, 1 unit kendaraan roda empat jenis pick up, dan 1 unit kendaraan minibus.

Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat perbatasan melalui sinergi lintas sektor.

“Kegiatan Operasi Pasar Murah dan Samsat Keliling merupakan bentuk konkret kehadiran negara di kawasan perbatasan. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta pelayanan administrasi kendaraan yang cepat, mudah, dan dekat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga akan terus diperkuat agar pelayanan publik di perbatasan semakin inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan pelayanan jemput bola seperti ini efektif meningkatkan akses sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.

*arif) *

Berita Pemkot Ambon

Wawali Ambon Ely Toisutta Buka Audisi Lasqi 2026: Jaring Talenta Kasidah, Lestarikan Budaya Lokal

Ambon – beritasumbernews.com Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, membuka Audisi Laskar Kasidah (Lasqi) 2026 di Ambon Plaza, Sabtu (18/4/2026). Audisi digelar DPD Klasik Nusantara Kota Ambon sebagai ajang seleksi dan pembinaan seni kasidah bagi generasi muda.

Acara dihadiri Ketua DPD Klasik Nusantara Kota Ambon Abbas Ramadan beserta pengurus dan panitia, anggota DPRD Provinsi Maluku Nita Bin Umar, pimpinan OPD Pemkot Ambon, camat, kepala sekolah, serta pendamping peserta.

Dalam sambutannya, Wawali Ely Toisuta menyampaikan terima kasih kepada Cia dan Ronald Lekransy yang setia mendampingi kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada manajemen Ambon Plaza yang memberi tempat bagi pelaksanaan audisi.

” Mengawali sambutan, Wawali berpantun:  _“Sadap pergi berlayar di Teluk Ambon,  Angin sepoi menyejukkan hati,  Aufi Lasqi kita laksanakan,  Sebagai syiar dan seni yang berarti.”

Ely menegaskan audisi Laski bukan sekadar ajang seleksi peserta semata. Lebih dari itu, Lasqi menjadi sarana dakwah yang sarat nilai keagamaan, moral, dan kebudayaan dalam memperkuat karakter Kota Ambon.

“Harmoni di Kota Ambon tidak hanya tercermin dalam keberagaman masyarakat, tetapi juga jadi prioritas Pemkot. Termasuk mendorong terbentuknya ekosistem kreatif yang mencakup seni dan budaya, salah satunya musik kasidah,” ujarnya.

Pemkot dorong Pembinaan Generasi Muda  

Pemkot Ambon memberi apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini untuk meningkatkan pembinaan seni kasidah pada generasi muda sebagai agen pelestari budaya lokal.

“Kami berharap melalui audisi ini akan lahir talenta kasidah yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Kota Ambon di tingkat nasional,” kata Ely.

Toisutta juga memberikan Pesan untuk Peserta dan Dewan Juri

Kepada seluruh peserta, Wawali mengajak mengikuti audisi dengan penuh semangat, percaya diri, dan menampilkan yang terbaik.

“Lolos atau tidak adalah hal biasa. Yang utama adalah menghargai proses dan terus belajar mengasah diri,” pesannya.

Kepada dewan juri, ia berharap menjalankan tugas secara objektif dan profesional agar hasil audisi benar-benar melahirkan peserta terbaik yang siap berkompetisi di jenjang berikutnya.

“Atas nama Pemkot Ambon, saya ucapkan selamat mengikuti Audisi Laski 2026. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran dan keberkahan,” tutupnya.

 

(Chey)

 

 

Olah Raga

Pengurus KONI Kota Ambon 2025–2029 Resmi Dilantik, Fokus Kembalikan Prestasi Olahraga

Ambon –  beritasumbernews.com – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon periode 2025–2029 resmi dilantik, Sabtu (18/4/2026). Pelantikan dirangkaikan dengan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) III dan Rapat Kerja KONI Kota Ambon bertempat di Lantai 2 Swiss-Belhotel Ambon.

Acara diawali doa oleh Pdt. Lenting Samuel dan Ustadz Abdul Karim Tawamu.

“SK Pengukuhan dari KONI Maluku
Pengukuhan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Maluku Nomor 03 Tahun 2026 tentang Penetapan dan Pengesahan Pengurus KONI Kota Ambon Masa Bakti 2025–2029.

SK tersebut menimbang hasil Musorkotlub pada 27 September 2025 serta susunan kepengurusan baru, dengan mengacu pada AD/ART KONI, UU Keolahragaan, PP No. 18 Tahun 2007, PP No. 7 Tahun 2020, PP No. 26 Tahun 2004, serta surat permohonan penerbitan SK dari KONI Kota Ambon tanggal 8 Desember 2025.

Pembacaan sumpah dan janji dipimpin Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, Sam Latuconsina. Dilanjutkan penyerahan pataka KONI dari Ketua Umum KONI Maluku kepada Ketua Umum KONI Kota Ambon, Bodewin Wattimena, serta penandatanganan berita acara.

Susunan pelindung KONI Kota Ambon 2025–2029:
1. Walikota Ambon Bodewin Wattimena
2. Ketua DPRD Kota Ambon

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Kota Ambon Bodewin Wattimena menyebut pelantikan bukan sekadar ritual, tetapi tonggak baru memajukan olahraga di Kota Ambon.

“Olahraga adalah pilar penting membangun generasi muda Ambon yang tangguh, sehat, dan berprestasi. Di tengah dinamika ekonomi kota, KONI harus memainkan peran penting,” ujarnya.

Ia menargetkan empat hal di periode 2025–2029:
1. Pengembangan universal olahraga di Kota Ambon.
2. Pembinaan atlet dari tingkat kecamatan untuk Popmal dan PON.
3. Mewujudkan sinergitas dengan pemerintah.
4. Menggelar kejuaraan dan pekan olahraga yang inovatif setiap tahun.

“Minimal tiap tahun ada turnamen dari cabor. Ini jadi PR kita semua agar prestasi olahraga Ambon meningkat,” tegas Wattimena dalam sambutannya. .

(Chey)

Olah Raga

KONI Maluku: Popmal Digelar Januari–Maret 2027, Jadi Ajang Seleksi Menuju PON

Ambon – beritasumbernews.com – Ketua KONI Provinsi Maluku memastikan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) akan digelar antara Januari hingga Maret 2027. Jadwal pasti akan dikoordinasikan dengan KONI Pusat menyesuaikan waktu Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Ketua Umum Promal, M. Latuconsina sudah telepon dan kita bersepakat, Popmal dilaksanakan Januari–Februari sampai Maret nanti. Intinya sebelum PON dilaksanakan, kita sudah menggelar Popmal sebagai ajang seleksi keikutsertaan kita di PON,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ketua Kini Maluku mengatakan Kembalikan Kejayaan Olahraga Maluku;

Ia mengakui posisi prestasi olahraga Maluku saat ini bukan jelek, tapi memang terpuruk. Karena itu seluruh pihak sepakat untuk mengembalikan kejayaan dan nama besar Maluku di kancah olahraga nasional.

“Ini bukan pekerjaan ringan. Dalam kondisi efisiensi seperti sekarang, butuh langkah praktis dan strategis agar kegiatan olahraga tetap terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Maluku harus Fokus Pekan Olahraga Beladiri di Sulut

Beberapa waktu lalu Maluku baru saja mengikuti pekan olahraga beladiri di Kediri. Oktober mendatang akan ada Pekan Olahraga Beladiri Nasional II di Manado, Sulawesi Utara, yang mempertandingkan sekitar 8 cabang olahraga.

“Berdasarkan rapat harian KONI kemarin, kita putuskan Maluku akan ikut tinju dan kickboxing. Mudah-mudahan dua cabor itu, tapi Kota Ambon sudah berprestasi di tiga cabang,” jelasnya.

Latuconsina meminta pimpinan cabang olahraga segera mempersiapkan diri untuk seleksi menuju Manado.

Apresiasi untuk KONI Kota Ambon

Atas nama pengurus KONI Provinsi Maluku, ia mengucapkan selamat kepada pengurus dan jajaran KONI Kota Ambon yang baru.

“Ini nama-nama besar semua, mulai dari ketua sampai wakil ketua umum. Kolaborasi di sini lengkap, ada eksekutif dan DPRD. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Walikota Ambon,Bodewin Wattimena kota ini bisa jadi contoh pengembangan olahraga beladiri di Provinsi Maluku,” tutupnya.

(Chay)

 

Berita

PLBN Motaain Resmi Hadirkan Layanan Money Changer BRI untuk Perkuat Ekonomi Perbatasan

Belu, NTT – beritasumbernews.com – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menghadirkan layanan money changer milik Bank Rakyat Indonesia pada Rabu (17/4/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan ekonomi sekaligus memudahkan akses transaksi valuta asing bagi masyarakat perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Peresmian layanan money changer tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) Brigjen TNI Topri Daeng Balaw bersama Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika dan Kepala Kantor Cabang BRI setempat. Hadirnya fasilitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, pelintas batas, serta pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penukaran uang secara resmi.

Asisten Deputi PKPD Brigjen TNI Topri menyampaikan bahwa layanan money changer di PLBN Motaain merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam memberikan kemudahan dan perlindungan bagi aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan. Menurutnya, selama ini masyarakat kerap harus menempuh jarak cukup jauh ke pusat kota atau bahkan menggunakan jalur tidak resmi untuk menukar uang.

“Dengan adanya layanan money changer di PLBN Motaain, masyarakat kini dapat melakukan transaksi valuta asing secara cepat, aman, dan terpercaya. Ini tentu memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lintas batas,” ujar Brigjen TNI Topri.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut juga sejalan dengan peran PLBN Motaain sebagai bagian dari kawasan Pusat Pengembangan Kawasan Perbatasan (PPKP) Atambua. PLBN diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar masuk orang dan barang, tetapi juga menjadi simpul pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menyambut baik hadirnya layanan money changer BRI sebagai bagian dari penguatan fasilitas dan pelayanan di kawasan PLBN. Ia menilai, layanan tersebut akan sangat membantu masyarakat perbatasan, pelintas batas, maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi valuta asing secara resmi.

“Kami mengapresiasi dukungan Bank BRI yang menghadirkan layanan money changer di PLBN Motaain. Kehadiran fasilitas ini sangat dibutuhkan dan menjadi pelengkap layanan yang sudah ada, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi lintas negara,” ungkap Maria Fatima Rika.

Ia juga menegaskan bahwa pengelola PLBN Motaain akan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

“Kami berharap layanan ini dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memicu meningkatnya aktivitas perdagangan serta jasa di kawasan perbatasan. Dengan demikian, PLBN Motaain dapat semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

*Penulis: Yohanes M. V Uran*

Berita

Hari Ketiga Rikkes Bintara Polri di Maluku, Polda Pastikan Seleksi Bersih dan Transparan

Ambon – beritasumbernews.com – Polda Maluku melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan (rikkes) bagi calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Memasuki hari ketiga, seleksi difokuskan untuk memastikan seluruh peserta memenuhi standar kesehatan fisik sebagai syarat utama menjadi anggota Polri.

Kegiatan pemeriksaan berlangsung di Gedung Faisal Heluth, SPN Polda Maluku, Rabu (15/4/2026), dengan melibatkan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes).

Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan gigi, telinga, hidung, tenggorokan (THT), mata, serta kondisi fisik secara menyeluruh.

Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku AKBP Tommy Bambang Souissa menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).

“Setiap peserta dinilai secara objektif sesuai kondisi kesehatannya. Tidak ada ruang bagi praktik titipan atau kecurangan dalam proses seleksi ini,” ujarnya.

Untuk menjaga integritas, proses seleksi diawasi oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, mulai dari pelaksanaan pemeriksaan hingga pengolahan hasil.

Seleksi Bintara Polri dengan kompetensi khusus di bidang pelayanan kepolisian (SPKT) ini diharapkan mampu menghasilkan personel yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga siap memberikan pelayanan cepat dan profesional kepada masyarakat.

Tahapan pemeriksaan kesehatan akan terus berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia daerah.

[instagram-feed]