Leihitu,beritasumbernews.com
Kepala Puskesmas Leihitu Barat kepada wartawan saat di temui kemarin di ruang kerjanya ia mengeluh karena kontraktor mengerjakan ruang puskesmas di Negeri Hatu sejak 2020 hingga saat ini tak kunjung selesai.

Kepala puskesmas Yo tamtelahitu, juga menjelaskan bahwa” pihaknya dengan tegas meminta pihak Pemerintah daerah dan DPRD dalam perannya masing – masing meninjau kembali pekerjaan yang di kerjakan salah satu kontraktor yang mengerjakan ruang puskesmas tersebut tak kunjung selesai.

Kontraktor tersebut perlu di evaluasi, bisa jadi jadi catatan jaksa untuk kontraktor seperti ini, karena secara aturannya jika pekerjaan sudah lewat jauh dari volume waktu pekerjaan maka itu adendum. Ungkap kapus

Pasalnya” kapus meminta agar pemerintah kabupaten dan anggota dewan DPRD Provinsi maluku dapil maluku tengah bisa melihat bangunan puskesmas kami,jumat 24/09/2021.

Puskesmas Hatu yang di kerjakan dari tahun 2020 sampai detik ini tidak kunjung selesai,ruangan -ruangan puskesmas masih kosong ,lampu juga tidak ada, kondisi puskesmas baru saat ini dalam kegelapan,jadi saya pimpinan puskesmas ,Yo Tamtelahitu menyampaikan keluhan kami kepada pemerintah daerah provinsi Maluku dan anggota DPRD Provinsi malauku pak Halimun.

Kepala puskesmas juga mengatakan kepada sekertaris dinkes maluku tenggah katanya pak jali bagimana dengan atap senk yg di samping puskesmas yang lama ini,itu harus memakai talang,tetapi sekertaris dinkes mengatakan,(mama yo foto akang saja lalu kirim akang ke sana nanti dong kasih anggaran buat biking talang itu). Beber Kapus

Hal tersebut sudah di lakukan Kapus atas arahan Sekretaris namun ternyata semuanya hampa.

Hal yang sama Kapus juga sudah bangun komunikasi dengan Kadiskes Malteng terkait lampu pada Puskesmas tersebut namun, jawaban Kadis malah mengarahkan Kapus untuk tanyakan ke pihak PLN terkait pemasangan baru itu berapa harganya.

Puskesmas baru di Hati, Kec.Leihitu Barat, Kab.Malteng menghabiskan anggaran Negara yang begitu banyak namun di kerjakan amburadur, tidak terselesaikan bahkan di abaikan begitu saja hingga terlihat nyaris rusak kembali.

Bahkan Puskesmas tersebut di biarkan kosong dan tidak terisi fasilitas apapun, bahkan fasilitas pelayanan untuk pasien pun tidak ada seperti contohnya tempat tidur untuk pasien, bahkan kursi meja pun tidak ada. Keluh Kapus

Bahkan karena pekerjaan tidak terselesaikan dan di biarkan begitu saja termakan waktu akhirnya terjadi kebocoran pada atap Senk sehingga di masuki air hujan pada setiap ruangan.

Kapus sangat mengharapkan anggota DPRD yang punya mitra dengan Dinkes agar bisa turun ke lokasi dan lihat dengan mata kepala, bahkan Kapus juga berharap pihak Pemerintah pun lakukan hal yang sama turun dan lihat. (Chey)