Ambon,beritasumbernews.com
Rapat paripurna DPRD kemarin Komisi III DPRD Provinsi Maluku dengan tegas Hatta Hehanuss Wakil Ketua Komisi III dengan stekmennya pada Perusahan Panca Karya.

Menurut Hehanussa” panca karya harus siapkan Kapal Feri yang lebih baik dan layak di gunakan bagi masyarakat kususnya pulau haruku.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi III dengan mitra terkait kemarin itu, Wakil Ketua DPRD menekan tegas kepada Ketua Komisi III Richart Rahakbauw agar lewat ketua komisi dapat menyuarakan hal tersebut.

Hehanussa berharap” agar lewat pimpinan Komisi agar dapat memperjuangkan kapal yang lebih baik dengan fasilitas lengkap guna melayani masyarakat yang ada di pulau Haruku.

Hal tersebut di tegaskan Hehanussa agar mengantisipasi adanya demo dari warga masyarakat kususnya juga yang dari Desa Kailolo.

Kenapa Hehanussa meminta agar Warga Jailolo juga bisa di perhatikan karena mereka menyampaikan maksud mereka sportif kepada DPRD, sehingga perlu di perhatikan mengantisipasi mereka demo.

Menjadi catatan penting bagi pihak Panca Karya agar dapat memperhatikan betul akan penyediaan Kapal yang melayani pelayaran kususnya Waai – Haruku, jangan hari ini keluar besoknya sudah gangguan. Sebut Hehanussa Rabu 13/10/2021

Harapannya agar Panca Karya memperhatikan hal tersebut sehingga kejadian yang baru saja terjadi jangan terulang kembali. Ucap Hehanussa

Dengan tegas Hehanussa sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan Egin Picarima bahwa” terkait pelayanan kususnya pada ruang tunggu jika turun hujan para penumpang ibarat hewan yang kedinginan. Tegas Hehanussa

Hehanussa lewat Komisi III meminta perhubungan agar dapat memperhatikan hal tersebut untuk lebih baik dalam pelayanan kususnya penyediaan ruang tunggu yang lebih baik dengan di fasilitasi sarana pendukung lainnya.

Terlebih lagi pada pelabuhan Spidboat itu tidak ada terminalnya sehingga pada saat turun hujan kasihan melihat para penumpang berlarian mencari perlindungan, padahal pelayanan transportasi lewat jalur Spidboat ini cukup banyak kususnya Maluku tengah.

Selain itu Hehanussa juga menyampaikan bahwa” pihaknya sendiri melihat bahwa pelayanan pada Spidboat itu sangat tidak ada jaminan standar keselamatannya.

Sehingga saat terjadi kecelakaan laut maka masyarakat ada jaminan keselamatan, hal tersebut di tekankan Hehanussa dengan mengambil contoh pada daerah Ternate.

Sehingga hal ini harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan agar pada transportasi Spidboat juga harus di sediakan baku pelampungnya, agar saat terjadi kecelakaan laut jika harus meninggal itu sah – sah saja nuninimal penumpang dengan fasilitas yang ada bisa berjuang untuk selamat.

Merespon kondisi lapangan tersebut Hehanussa meminta Komisi III agar turun ke lapangan dan melihat secara jelas apakah Perhubungan dengan serius menangani hal ini atau kah lambat dalam penanganan. Ucap Hehanussa
(Chey)