Tobelo,beritasumbernews.com
Rekening PDAM Tinggi, Mahmud Asegaf Sebut Konsumen Keliru
Swaramalut.com- Halut
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, masih menggunakan tarif lama untuk biaya pemakaian air yang dibebankan kepada konsumen.

Direktur PDAM Halmahera Utara, Mahmud Asegaf menyatakan sudah sejak 2012 hingga sekarang tarif air belum dinaikan. Padahal tarif air seharusnya naik tiap tahun berdasarkan kondisi PDAM.

“Tarif air seharusnya berubah tiap tahun untuk fasilitas PDAM dikembangkan. tapi jika bertahan dengan tarif lama tentu tidak ada perubahan,” ujarnya.

Terkait tarif air yang tidak perna naik selama sembilan tahun, pihaknya mengaku bahwa pelayanan dari PDAM kurang maksimal dalam memberikan pelayanan air bersih dibeberapa tempat pelayanan air. Selain itu, air yang digunakan adalah air gravitasi, maka eksistensi air terganggu saat hujan. Hal ini menjadi pertimbangan ketika diberlakukan tarif air yang sama.

“Untuk Tobelo 1 kali 24 jam, tapi daerah pelayanan lain seperti Galela dan Kao Malifut kadang tidak seperti itu, sementara tarif diberlakukan harus sama, baik daerah pelayanan air yang maksimal maupun tidak,” tutur Mahmud, Rabu (6/10/21).

Terlepas, menanggapi isu berkembang terkait rekening air yang membebankan konsumen baru – baru ini, Mahmud menyebutkan Konsumen keliru dalam memahami rekening air, pasalnya Rp. 1 000 000 merupakan tunggakan konsumen selama 5 hingga 10 bulan bahkan lebih, tapi bukan perbulan.

“Ada yang tunggak 5 hingga 10 bulan bahkan tahun, jadi konsumen kadang – kadang sebut nilai terakhir Rp. 1 000 000 itu dianggap rekening air perbulan, padahal tunggakan,” jelasnya.

Untuk diketahui tarif pelanggan diklasifikasi sesuai golongan rumah tangga, sosial, usaha dan mobil tangki.

Tarif paling banyak didominasi golongan pelanggan rumah tangga dengan tarif untuk penggunaan dari 0 – 10 M³ Sebesar Rp. 2500, 11 sampai seterusnya dikenakan tarif Rp. 4000 ditambah beban tetapnya, jadi masing – masing golongan mendapat tarif berbeda – beda, Pungkasnya. (Endy-21)