Menampilkan: 1 - 10 dari 181 HASIL
Ekonomi

KKP Gelar Konsultasi Publik II, Guna Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pulau Kecil Terluar

Ambonberitasumbernews.com – Guna mendukung peningkatan kesejahteraan Masyarakat pulau-pulau kecil terluar yang tersebar pada Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar Konsultasi Publik II, Penyusunan Rencana Zonasi Strategis Nasional Tertentu, Pulau-Pulau Kecil Terluar (RZ KSNT – PPKT) Klaster Maluku tahun 2023, untuk Pulau Larat, Pulau Marsela, Pulau Wetar dan Pulau Lirang, yang bertempat di Hotel The City, Selasa (5/12/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si., IPU, Perwakilan Direktoran Perencaaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pimpinan INstansi Vertikal, Pimpinan OPD Terkait lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, para narasumber dan akademisi, dan unsur lainnya.

Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan sekda berharap agar kegiatan yang dilaksanakan ini nantinya akan berdampak positif untuk menentukan arah pemanfaatan Ruang Kawasan Strategis Nasional Tertentu, sekaligus sebagai landasan operasional untuk melaksanakan berbagai program Pembangunan dan pengembangan Kawasan di Provinsi Maluku.

“Dengan rencana zonasi Kawasan ini, sektor Pembangunan di bidang kelautan dan perikanan diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru guna meningkatkan ekonomi Masyarakat pesisir.” Ujarnya.

Sekda juga mengatakan penetapan zonasi yang dilakukan, diharapkan berdasarkan analisis kondisi dan potensi pengembangan sumberdaya hayati maupun non hayati termasuk lingkungan sekitar, karena proses Pembangunan maupun pengembangan Kawasan tidak akan mencapai sasaran jika tidak mempertimbangkan kondisi dan budaya lokal Masyarakat setempat. (Red)

Ekonomi

Basalamah : Membaiknya Ekonomi Maluku Tidak Terlepas Dari Kerja Pemerintahan

Ambonberitasumbernews.com – Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada Triwulan III Tahun 2023, hal tersebut disampaikan Ketua Tim Gubernur untuk percepatan Pembangunan Provinsi Maluku Hadi Basalamah, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Selasa (7/11/2023).

Ia menyampaikan, sesuai dengan arahan dari Gubernur dan sebagai representasi dalam rangka memberikan informasi kepada publik berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Maluku yang baru dirilis oleh BPS kemarin, Maluku mengalami peningkatan yang sangat signifikan yakni tumbuh sebesar 5,69% yoy, angka ini jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekoomi di Triwulan II yang tumbuh 5,18%, menunjukan pada Triwulan III terjadi akselerasi yang cukup signifikan dimana hampir semua sektor yang mengagregasi pertumbuhan ekonomi ini tumbuh secara positif.

“Angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku di Triwulan III juga lebih besar dari angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,94%, membaiknya ekonomi Maluku ini tidak terlepas dari kerja-kerja pemerintahan baik provinsi, kabupaten/kota, stakeholder, pelaku bisnis, perbankan, dan seluruhnya secara kolaboratif, ini kerja yang akan dilanjutkan secara kontinyu sebagaimana arahan Gubernur.” Ujar Basalamah.

Dirinya juga menyampaikan bahwa kita cukup berbangga di tengah-tengah melambatnya ekonomi dunia, dengan berbagai krisis, seperti krisis pangan dan perang, ini juga bagian dari dampak yang harus diantisipasi kedepan, dan pertumbuhan ekonomi kita saat ini ada pada urutan ke-5 se-Indonesia, yang tumbuh jauh lebih baik dari angka sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku pada Triwulan III terjadi pada sektor industri pengolahan yang tumbuh sebesar 3,42%, kedepan program-program yang berkaitan dengan hilirisasi industri yang menjadi Key Indicator Performance Presiden, dan diperintahkan oleh Gubernur, maka kita harus masuk pada ranah industrialisasi. Bagaimana kita mengolah comperative adventage kita menjadi kompetitif. Dan harus mendorong industri yang berbasis pada potensi daerah seperti perikanan, dan kedepan Gubernur menyampaikan bahwa kita harus bangun 1 kabupaten/kota 1 industri unggulan, industri yang berbasis kepada keunggulan daerah masing-masing.” Tegasnya.

Selain sektor industri pengolahan, Hadi juga mengatakan, pertumbuhan terjadi pada Sektor pengadaan listrik tumbuh 13,84%, Konstruksi tumbuh 7,79% dan Kontribusi PDRB didominasi pada pertanian, kehutanan, perkebunan sebesar 23,8%.

“Jika melihat angka PDRB Maluku atau produk domestik regional Maluku di Triwulan III, PDRB tumbuh cukup baik atau setara dengan 14,4 triliun rupiah, kalau diakumulasikan atau diproyeksikan sampai dengan akhir 2023, ada pada kisaran 56 triliun, yang artinya, tumbuh lebih baik, dibandingkan angka 2022, karena PDRB ini merupakan salah satu indikator yang penting di dalam merumuskan kebijakan kedepan, karena dengan PDRB kita membutuhkan penguatan tidak hanya dari government spending (stimulan apbd) tapi yang dibutuhkan adalah bagaimana ekonomi ini tumbuh atau bertumbuh dari investment, yang artinya ada capital inflow untuk mendukung melejitnya PDRB dari Provinsi Maluku.” Terangnya.

Untuk itu Ia mengatakan, dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi Maluku pada Triwulan III berasal dari lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, karena konsumsi menjadi salah satu pendorong besar pertumbuhan ekonomi, oleh karena itu Gubernur menginstruksikan bagaimana kerja OPD yang terkait dengan bidang tugas ini untuk terus berupaya secara optimal, membuat jaringan sehingga investasi bisa tumbuh, dan ekspor bisa didorong.

“Terkait penanaman modal tetap bruto atau investasi, target untuk investment growth di Maluku itu pada 2023 sebesar 2.2 triliun, di Triwulan III tumbuh 1,3 triliun lebih, dan proyeksi untuk akhir tahun 2023 ini, investasi ini diharapkan akan tercapai dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Gubernur dengan kita semua, untuk keluar mencari investasi agar bisa menanam modal di Provinsi Maluku adalah hal yang paling penting.” Jelasnya.

Secara langsung ekonomi ini harus dijabarkan kepada seluruh kabupaten kota untuk bersama-sama berkolaborasi, apa yang harus dikembangkan kedepan, tidak ada cara yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ini, karena menurut Presiden selain bagaimana kita terus mendorong investasi, karena dengan investasi ada capital yang masuk menyerap tenaga kerja dan akan bertumbuh ekonomi secara sustainability, dan ekspor di tahun 2023 ini angkanya naik secara baik yaitu kurang lebih 561,2% atau USD. 6,48 juta, dimana ekspor ini ditujukan ke negara Hongkong dan negara lain, sementara itu kedepan sudah dirumuskan dalam forum ekspor untuk mencari formula lebih bagus lagi, guna mencari pasar baru yang lebih berpotensi untuk didorong.

“Terkait konektivitas untuk mendorong ekspor, saat ini kita sudah bisa melakukan direct ekspor artinya ekspor yang dilakukan tidak lagi harus dibuka Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) di luar, jadi PEB di buka di Maluku, sehingga tidak double handling, dan kita terus mencari jaringan melalui Pelabuhan, maupun lewat jalur udara. Nanti juga salah satu kargo dengan pesawat akan datang ke Maluku tanggal 20 untuk menjalin direct flight komoditas kita ke Hongkong.” Ungkapnya.

Kedepan memasuki akhir tahun 2023, Hadi mengatakan, kita terus melakukan upaya konkrit dengan berbagai upaya tidak lagi dengan polarisasi cash by cash tetapi bagaimana langsung melakukan pencarian pasar di luar, agar komoditas kita bisa tertopang dengan ekspor kita.

“Yang paling penting juga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ini, bagaimana mempunyai sustainability yang bagus, bisa menjangkau 11 kabupaten/kota, dan diharapkan memasuki tahun 2024 pertumbuhan ekonomi bisa terus dijaga dengan baik dan bisa dinaikkan agar seluruh potensi yang ada di Maluku bisa dioptimalisasi dengan baik.” Terangnya.

Tugas pemerintah Provinsi Maluku dibawah arahan Gubernur, pada setiap OPD sudah melakukan mapping bagaimana kerja ini tidak hanya berbasis pada birokrasi, tetapi mengedepankan fungsi-fungsi pelayanan.

“Jadi bagaimana kolaborasi bisa dibangun dengan bagus, kemudian public private partnership dengan pengusaha bisa sama-sama menjalankan roda pemerintahan sebagaimana arahan Gubernur, siapa saja yang mau datang berinvestasi di Maluku kami membuka karpet merah, atas nama negara untuk kepentingan rakyat di Provinsi Maluku.” Ungkap Hadi.

Untuk diketahui pada hari ini juga, Gubernur menerima penghargaan dalam kategori Provinsi dengan Transaksi Belanja Usaha Mikro Kecil Tingkat Provinsi pada Rakornas yang diberikan oleh Menteri Koperasi UMKM.

“Konsentrasi umkm juga merupakan bentuk perhatian besar Gubernur bersama ketua Dekranasda Maluku, tentu penjualan ini menjadi penting, dan kita terus akan mendorong bagaimana market mereka, proses untuk menggunakan dana KUR dan hasil yang dilakukan, seperti impact dari MBE kurleb 700 miliar, dan ada 38 UKM yang bermain di pasar sana, dan terus didorong sehingga kedepan akan coba membangun spot gerai UMKM yang representatif, semacam rumah UMKM, untuk memulai dari pembinaan sampai pasar dan bantuan modal.” Papar Basalamah.

Yang pasti untuk inflasi, Pihaknya, akan terus fokus pada penanganan komoditas yang berbasis volatile food, dan aspek transportasi yang paling besar. Ini akan terus didorong dan terpenting adalah menjaga komoditi pangan utama sehingga tidak berdampak pada naiknya angka inflasi.

“Karena inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemiskinan itu berkorelasi dan kita berharap kerja ini semua adalah kerja tim, Pemerintah dan teman eksternal dunia usaha, perbankan serta Masyarakat untuk bersama bangun Maluku agar bisa sejajar dengan Provinsi lain.” Tutup Basalamah  (V374)

Ekonomi

Pj. Wali Kota Ambon Buka Kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Calon Penerima Bantuan Modal Usaha Ta-Anggaran 2023

Ambon,beritasumbernews.com,Pj. Wali Kota Ambon (Bodewin Wattimena) Membuka Kegiatan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Calon Penerima Bantuan Modal Usaha Ta- Anggaran 2023, kepada 840 Orang peserta pelaku UMKM yang tersebar pada 5 kecamatan di Kota Ambon, dengan bertujuan memberikan penguatan mudah bagi para pelaku usaha mikro, sehingga dapat mengembangkan usaha dengan baik, dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UMKM Kota Ambon, selama 5 hari dari tanggal 6-10 November 2023, bertempat di Gedung Hotel Marina, Jln. Yan Paays – Ambon, Senin (06/11/2023) pukul 09:00 Wit.

Turut hadir Ketua Komisi II kota Ambon, Direksi Bank Maluku kota Ambon, Ketua kepala dinas koperasi dan usaha Mikro kota Ambon Dan Pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon.

Dalam sambutannya Pj. Wali kota Menyampaikan, “Dalam upaya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pemerintah, maka pemerintah kota Ambon terus berupaya melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan menyelenggarakan pemerintahan, dan melaksanakan pelayanan publik, sebagai tugas utama yang harus kami lakukan.

Lanjutnya, “Tugas-tugas dimaksud dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan akhir dari penyelenggaraan pemerintahan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan oleh karena itu maka berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota hari ini, terus diupayakan agar benar-benar dapat memberikan dampak, dan manfaat kepada masyarakat, walaupun kita sadari bahwa untuk mewujudkan itu, dibutuhkan kerja keras dan selalu saja ada tantangan dan hambatan yang harus kita hadapi.

“Pemerintah kota saat ini berupaya untuk memberikan ruang yang cukup kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kota Ambon, karena di berbagai kesempatan Saya sudah sampaikan bahwa salah satu pelaku usaha yang tetap eksis ketika kita diperadapkan dengan berbagai persoalan, baik itu pandemi covid-19, maupun resesi ekonomi dunia, sebagai akibat dari pada perubahan konstitusi politik dan keamanan di dunia, tetapi ternyata UMKM tetap terus bertumbuh dan berkembang,” tutur Bodewin.

“Oleh karena itu, fokus pemerintah kota adalah bagaimana kita memfasilitasi UMKM ini, supaya banyak masyarakat yang terus melakukan kegiatan berusaha, sehingga tetap menjaga situasi perekonomian daerah, tetapi juga sekaligus bisa menurunkan angka pengangguran di Kota Ambon, karena angka pengangguran di kota Ambon ini cukup tinggi, dan pemerintah kota sendiri tidak mampu untuk menyediakan lapangan kerja yang cukup, sehingga UMKM hari ini menjadi prioritas pemerintah kota, dengan memfasilitasi UMKM dari awal mau berusaha, diberikan nomor Induk berusaha gratis,” bebernya.

Dirinya berharap, nanti di dalam paparan narasumber memberikan teori membicarakan dan menyampaikan secara praktis, tentang apa yang menjadi contoh-contoh orang yang sudah berhasil dalam berusaha, dan dari modal yang kecil saja ini yang telah pemerintah berikan, walaupun hanya 2 juta per orangnya, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan dapat dimaknai, bahwa pemerintah peduli dengan masyarakat. Tutup Bodewin. (V374)

Ekonomi

Laku Keras, Produk Asli Maluku diminati Pengunjung Merek Festival 2023

Ambon,beritasumbernews.com,Laku keras, produk asli Maluku yang menjadi bahan pameran pada Merek Festival Tahun 2023 terbukti diminati dan mampu bersaing di kanca Nasional.

Kakanwil Kemenkumham Maluku Hendro Tri Prasetyo yang saat meninjau pelaksanaan pameran ditemani oleh Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM Ernie Nurheyanti Toelle di Lapangan Merah Kemenkumham sore ini, Rabu (25/10) mengungkapkan kekagumannya menyaksikan etalase pada stand Kanwil Maluku ludes hampir tak tersisah.

“Produk kita orisinil dan tidak ditemui di wilayah lain, ini yang membuat produk Maluku semakin bernilai. Ini harus menjadi perhatian Subbidang KI untuk dapat terus mengkoordinir produktivitas para pelaku usaha potensial yang mungkin belum terinventarisasi,” ungkap Hendro.

Lebih lanjut, mengakui kualitas dari produk Maluku bisa bersaing, Hendro tidak segan-segan memberikan pujian dan menilai hasil karya dari para pelaku UMK di Provinsi Maluku ini bisa dipasarkan ke kanca Internasional.

“Kualitasnya bagus jika bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi, saya yakin produk-produk lokal bisa bersaing dan dipasarkan di Kanca Internasional. Pungkasnya (V374)

Ekonomi

Ini Kata Pj. Wali Kota Ambon, Terkait Upaya Pemkot Mengembangkan Pelaku UMKM Di Kota Ambon

Ambon,beritasumbernews.com,Terselenggaranya kegiatan Temu Usaha Membangun Kota Ambon, dalam upaya untuk mengembangkan para pelaku UMKM di kota Ambon, dengan tujuan supaya dapat menyerap tenaga kerja, sehingga angka pengangguran di kota Ambon bisa menurun, PJ walikota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, saat ditemui awak media seusai kegiatan, bertempat di Gedung Hotel Grand Avira, Senin (16/10/2023) pukul 15:00 Wit.

Kepada wartawan Bodewin menyampaikan, “Jadi upaya Pemkot Ambon saat ini adalah bagaimana mengembangkan UMKM yang ada di kota Ambon ini, supaya para pelaku UMKM ini bisa naik kelas.

Tambahnya, “seperti yang tadi sudah saya sampaikan, kalau ini semua bisa kita lakukan dengan baik, maka UMKM ini bisa naik kelas seperti yang diharapkan.

Jadi untuk membuat UMKM ini bisa naik kelas, yaitu dengan cara kita mendorong, memfasilitasi, dan mengedukasi UMKM atau MKM ini agar bisa naik dari kecil, dan jika pertumbuhan usahanya bagus maka dia bisa naik ke menengah dengan mendapatkan omset sekitar 500 juta, sehingga mampu memperkerjakan orang lebih dari 10, dan angka pengangguran juga bisa menurun, tutur Bodewin.

Oleh karena itu, UMKM ini yang lebih kita dorong supaya bisa menyerap tenaga kerja, karena kita di kota ini bukan kota industri, dan bukan juga kota dengan tambang-tambang yang banyak, sehingga kita hanya berharap kepada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata. Tutup-nya (Tim)

Ekonomi

Wattimena : Pemkot Ambon Terus Berupaya Kembangkan Ekonomi Kreatif UMKM di Kota Ambon

Ambonberitasumbernews.com -Terselenggaranya kegiatan Expo tahun 2023 atas dasar keputusan MPPD ke-34 tahun 2023, yang dilakukan oleh AMGPM daerah pulau Ambon, dengan bertujuan sebagai langka untuk menjalankan peran pemuda dalam menjawab permasalahan sosial ekonomi, dan meningkatkan ekonomi kreatif dikota Ambon, Pj Walikota Ambon Drs. Bodewin. M. Wattimena, M.Si, saat ditemui awak media seusai kegiatan, bertempat di Pantai Wainitu Kota Ambon, Jumat (13/10/2023) pukul 19:00 Wit.

Kepada wartawan Bodewin mengatakan, “sebagaimana yang saya sudah sampaikan bahwa, pemerintah kota hari ini berupaya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif, membantu pertumbuhan ekonomi, menciptakan kepribadian masyarakat, dan yang paling penting mengurangi angka pengangguran di kota Ambon.

Tambahnya, “karena itu, kegiatan-kegiatan UMKM ini merupakan sektor yang menjadi kosentrasi pemkot, karena dari sektor ini masyarakat bisa memperoleh pendapatan dan bisa mengembangkan usaha, sehingga menurunnya angka kemiskinan bisa tercapai dan kesejahteraan masyarakat bisa tercipta.

Oleh karena itu, pemerintah kota sudah memberikan banyak kemudahan dengan memfasilitasi, supaya semua bisa berjalan dengan baik, tutur Bodewin.

Dirinya berharap, dalam setiap kegiatan Expo seperti ini, seluruh masyarakat di kota Ambon mampuh menciptakan keberdayaan dengan berusaha melalui UMKM. Pungkasnya (Veja)

Ekonomi

Giat Expo Olahan Pangan Dan Kerajinan Lokal, Oleh Jemaat GPM Rumahtiga, Ini Yang Di Sampaikan Dua Pejabat Di Ambon

Ambon,beritasumbernews.com,Dari kegiatan yang di laksanakan atau yang di buat oleh Jemaat GPM Rumahtiga yakni Expo Olahan Pangan Dan Kerajinan Lokal, yang di gelar siang tadi di sekitar lokasi halaman Gedung gereja Ebenhaezer Rumah Tiga. Sabtu 24/09/2023

Usai kegiatan tersebut Pj. Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena.M.Si yang di temui sejumlah awak media menjelaskan” Kegiatan seperti ini saya selalu hadir di mana-mana karena, ini merupakan tujuan saya untuk meningkatkan, dan memberdayakan UMKM.

Karena UMKM ini menjadi pondasi yang kuat dan kokoh, dalam menopang perekonomian di kota Ambon, dan Ini semua menjadi potensi kita di kota Ambon untuk terus meningkatkan UMKM. Ucap Bodewin

Pasalnya” Oleh karena itu, kami pemkot berterima kasih kepada ketua majelis jemaat beserta seluruh pendeta dan perangkat pelayan, yang telah menginisiasi kegiatan Expo olahan Pangan Dan Kerajinan Lokal. Sebut Bodewin

Di lokasi yang sama S. Ridwan Para, S. STP, M. Tr.I.P, selaku Pejabat Rumahtiga Ambon, juga menyampaikan” seperti yang disampaikan Pak Walikota, mungkin produk-produk yang di hasilkan, bisa lebih di sortir, di perbaiki, dan lebih meningkatkan kualitasnya, sehingga bisa masuk ke pasar yang luas maupun di indomaret, Alfamidi dan juga di tokoh-tokoh Negara, sehingga bisa memperluas jangkauan pasar. Pintanya

Lanjutnya, “Dan tidak menutup kemungkinan juga, bisa saja kita kirim ke luar daerah, bahkan sampai mancanegara. Terangnya

Oleh karena itu, saya berharap, olahan pangan dan kerajinan lokal yang di produksi oleh warga Negeri Rumahtiga, dapat juga dinikmati oleh seluruh masyarakat kota Ambon maupun masyarakat luar,” pungkasnya. (Tim)

Ekonomi

Kadis Perdagangan Kota Ambon Sikapi Isu Bangun Pasar Lama Lamban

Ambon,beritasumbernews.com,Terkait isu lambatnya pembangunan pasar lama, kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Ambon Sirjhon Slarmanat, SH., MH, angkat bicara.

Menurutnya dalam keterangan klarifikasi yang di ungkapkannya di lapangan merdeka Ambon siang tadi kepada sejumlah awak media mengatakan” untuk menata kawasan itu, pemerintah kota Ambon telah melakukan kebijakan berupa pekerjaan.

Pasalnya” karena memang sebenarnya terkait dengan izin itukan fasilitas pemerintah, dan tentu pasti ada material yang sebenarnya sudah dibersihkan beberapa kali. Tutur-nya

Kemudian akan menjadikan tempat itu sebagai pusat kuliner, dan keseluruhannya nanti akan menempati badan jalan di yos sudarso. Jelasnya

Sedangkan untuk kendaraan roda dua pasti ada ruang untuk mereka. Ucap Kadis

Sambungnya,” pembangunan pasar lama itu masi terus berjalan sudah 80% dan 2 tahap terakhir akan di lakukan pemasangan kerakik, kemudian drainasi saluran-saluran, dan akan menjadi Icon karena memang nanti ada gapura yang di buat juga sebagai tanda bahwa ini ada tempat kuliner. Ujar Kadis

Di tambahkannya” Tempat itu nantinya akan dinamakan pasar tabea oleh pemerintah kota Ambon, yang artinya terus membenahi Ambon.

Jadi tidak ada namanya diberhentikan, karena masi ada dalam koordinasi pekerjaan. Sebut Kadis

Sebenarnya ini merupakan proyek yang dilakukan oleh pihak ketiga yang berinisiatif untuk melakukan pembangunan, dengan pengawasan pemerintah melalui dinas PU secara teknis, dan kemudian nanti di tempati oleh pedagang, dan karena itu tidak menggunakan APBD, tetapi menggunakan pihak ketiga, jadi tentunya pasti ada biaya yang dikeluarkan untuk menempati tempat itu, karena memang di rasionalisasi oleh pemerintah, ungkapnya.

Di tambahkannya Kadis” Yang menjadi prihatin kami yaitu, masyarakat yang masi berada di situ menarik terpal kemudian tinggl di situ, padahal sudah dianjurkan untuk tidak bisa digunakan untuk tempat tinggl, sehingga tempat itu dikatakan kumu, dan sudah berulang kali kita sudah memberikan peringatan, bahkan terpal-terpal itu sudah di tertibkan, sudah di tutup, digulung kembali oleh satuan polisi Pangonpraja.

Tetapi sampai hari ini masi ada beberapa masyarakat yang masi tinggl disitu.

Kita berharap masyarakat cepat mencari tempat untuk tinggl, karena tempat itu bukan tempet tinggl. Harap Kadis

Kata Kadis” Tadi saya baru koordinasi dengan pihak ketiga yang melakukan pekerjaan itu, bahwa dia masi terus melakukan proses pekerjaan tinggal beberapa tahap lagi sudah dapat selesai.

Targetnya pembangunan ini sudah bisa selesai dalam bulan ini, kalau dengan 3 tahap terakhir yang saya bilang seperti pemasangan keramik, lalu pembenahan drainase dan finishing yang sisa itu, maka sudah bisa ditempati. Pungkasnya (V374)

Ekonomi

Transaksi Non Tunai Untuk UMKM di Maluku Di Dukung Kemenkeu

Ambon,beritasumbernews.com,Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) mendukung transaksi dengan metode non tunai untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Maluku.

“Kami terus mendukung dan memperkuat UMKM di Maluku untuk tumbuh melalui digitalisasi dan globalisasi menuju Indonesia maju,” ujar wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Jumat

Hal itu dikatakannya saat mendatangi Bazaar UMKM di Gedung Keuangan Negara (GKN) Kota Ambon.

Pada kegiatan bazar itu UMKM yang terlibat terdiri dari makanan, minuman, dan kerajinan khas Maluku. antara lain Ma’Olla Spice n Coffee, Sinar Abadi (jus, sirup, dan selai buah pala), Andhika Shell Craft, dan lainnya.

“Dari sisi Kemenkeu melalui lembaga di bawahnya sejauh ini terus hadir di antaranya kemudahan akses modal dengan bunga rendah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMi (Ultra Mikro). Kemudian membantu pengetahuan dan kemudahan ekspor serta lainnya,” tuturnya.

Disamping itu kegiatan tersebut juga untuk memperkenalkan UMKM unggulan khas Provinsi Maluku, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mendorong pengembangan UMKM dengan berpartisipasi dan membeli produk-produk hasil UMKM.

Olehnya itu Suahasil melanjutkan pihaknya berterimakasih kepada pemerintah daerah setempat atas dukungannya dalam mendukung program Kementerian keuangan RI.

“Kami harapkan juga para UMKM semakin mengenal kekuatan dan tantangan ekonominya serta produk apa yang dikembangkan,” jelas dia.

Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, Staf Khusus Menkeu Chandra Fajri Ananda. (Veja)

Ekonomi

Pasar Baru Mardika Ambon Dari APBN, Di Tinjau Lansung Wamenkeu

Ambon,beritasumbernews.com,Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meninjau pembangunan Pasar Mardika Ambon, Maluku yang dibiayai dari APBN senilai Rp134 miliar dan pada bulan Juni 2023 telah selesai dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pasar ini menggunakan tiga tahun anggaran sejak 2021 dan ditargetkan rampung pada tahun ini, kata Wamen di Ambon, Kamis.

Menurut dia setelah bangunan empat lantai ini selesai akan diserahkan ke Pemprov Maluku.

“Kami dari Kementerian Keuangan selaku penyedia anggaran akan menyerahkan barang milik negara ini sebagai hibah dari pemerintah pusat kepada daerah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah provinsi Maluku mulai saat ini sudah mempersiapkan rencana penggunaan pasar ini.

Pasar ini dibangun pemerintah pusat untuk masyarakat dibiayai dari APBN sehingga bisa dimanfaatkanfasilitas ini dengan baik dan turut menjaganya, kata dia.

“Semoga penjual dan pembeli lebih nyaman dengan kehadiran bangunan pasar yang baru ini,” kata dia.

Pada sisi lain ia menilai pembanguna Pasar Mardika dapat mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi.

Sebab berdasarkan Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan I yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku, perekonomian Maluku berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2023 mencapai Rp13,70 triliun Rupiah dan atas harga konstan 2010 mencapai Rp8,34 Triliun rupiah.

Artinya ekonomi Maluku Triwulan I-2023 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,18 persen.

Ia juga berharap proyek Revitalisasi ini dapat mengembalikan fungsi pasar sebagai prasarana perdagangan dan perekonomian rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih baik.

Sementara Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Maluku Djaka Kusmartata menyampaikan pembangunan Pasar Mardika pembiayaannya berasal dari pajak dan Bea Cukai yang dihimpun oleh negara.

“Ini bukti bahwa uang pajak yang selama ini dipungut dikembalikan dalam bentuk pembangunan yang konkret dan bisa dirasakan manfaatnya , sehingga Ambon memiliki fasilitas gedung pasar yang representatif untuk menampung aktivitas perdagangan,” kata dia.

Ia juga menekankan ini bukti negara hadir untuk masyarakat dengan menyediakan fasilitas berupa pasar.

Djaka berharap hasil pembangunan Pasar Mardika yang merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Ambon, serta memberikan nilai manfaat langsung kepada para pedagang maupun kepada masyarakat sekitar. (Veja)

[instagram-feed]