Bori,beritasumbernews.com
Tahapan pemilihan kepala Desa di Kecamatan Kao Utara kususnya Desa Bori yang kini ditdi gantung tiga nama yakni” No Urut 01 Welli Lumahu.SE,
No Urut 02 Wiklife Tatontos dan
No Urut 03 Oktovianus Kakanga.

Tiga Calon Kades tersebut memiliki Visi dan Misi yang strategis guna memenangkan pesta demokrasi tingkat Desa yang akan di selenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2021 Minggu depan ini.

Bagi Welli Lumahu.SE sebagai petahana dirinya sudah mewujudkan kepada Rakyat apa yang Rakyat harapkan walau belum sampai memuaskan hati Rakyat namun sudah bisa di nikmati oleh Rakyat program – programnya selama masa kepemimpinannya.

Kali ini Welli juga mempertunjukan Visi Misi-nya yang merakyat dan menyentuh hati Rakyat lewat paparan Visi Misi yang di Kampanyekan pagi tadi di salah satu rumah warga Desa Welli memaparkan Visi Misi-nya.

Paparan Visi Misi Welli itu antara lain” Visi ” membangun Desa Bori yang berbudaya Luhur, mandiri dan berdaya saing.

Sementara Misi”
1. Mewujudkan Pemerintahan Desa yang bersahaja (bersih,bertanggung jawab,sehat, Jujur dan Adil)
2. Mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa yang profesional serta mampu bertindak secara cepat dan tepat.
3. Mewujudkan kehidupan Masyarakat yang unggul melalui Ekonomi Kreatif.
4. Melanjutkan pembangunan Infrastruktur Desa secara merata.
5. Menciptakan kehidupan Masyarakat yang rukun serta memperkuat nilai – nilai kebudayaan.
6. Menjadikan Desa Bori terang dan bersih.

Dalam paparan Visi Misi tersebut Welli menyampaikan data jumlah penduduk sebanyak 1454 jiwa, yang terdiri dari laki – laki sebanyak 746 dan perempuan sebanyak 708, dengan jumlah KK sebanyak 356 yang terdiri dari usia Produktif sebanyak 511 antara usia 20 – 40.

Kemudian di paparkan pula PNS yang ada di Desa Bori sebanyak 13, Nelayan sebanyak 49, Karyawan Swasta sebanyak 32, tidak Sekolah sebanyak 100, Mahasiswa sebanyak 33, Wiraswasta sebanyak 28, Petani sebanyak 180, dan pengangguran sebanyak 339.

Langkah yang sudah di tempuh saat ini dan akan terus di lakukan ke depan adalah upaya kelompok pemberdayaan di Desa seperti kelompok pengrajin rotan, pegiat making cabinet (sofa), dan kerja sama dengan Balai latihan kerja (BLK), serta memberdayakan lansia untuk pembuatan produk kebudayaan tikar,susiru, Aya – Aya, salawaku dan lain – lain. (Endy-21)