Ambon,beritasumbernews.com
Kepala sekolah SMA 13 Ambon bersama staf Dewan Guru dan sekuruh Siswa/Siswi, turut berduka cita atas meninggalnya Satpam SMA 13 Ambon Amir Difinubun (52).

Dengan terjadinya kecelakaan tunggal yang menimpa satpam SMA 13 Ambon ,itu murni kecelakaan tunggal dan tidak ada indentikasih kekerasan.

Kepala sekolah SMA 13 Ambon Drs Didi Karsidi kepada media ini di Ambon kemarin menyampaikan” rasa menyesalnya dengan adanya kejadian kematian satpan Amir Difinubun.

Kata Kepsek” Mengapa almarhum harus naik ke atas plafon lantai tiga lagi, memang betul saya tau ada pekerjaan rehap sekolah tetapi itu kan bukan urusannya almarhum. Nyesal Kepsek

Dan itu juga bukan proyek sekolah, lagi kata Amir, Pekerjaan rehap sekolah ini di tangani oleh pihak ketiga dan itu jelas, memang proposalnya kami yang ajukan ke analisis dari PU. Ujar Kepsek

Almarhum ini tugasnya hanya untuk mengawasi sekolah, lain dari pada itu bukan tugas almarhum, Jadi kecelakaan jatuhnya almarhum hingga meninggal dunia saya yang tidak ada di tempat (sekolah), saya lagi mengikuti kegiatan di SBT. Jelas Kepsek

Kejadian ini membuat saya kaget, untuk apa almarhum datang kesitu di pagi hari yang masih gelap, ada urusan apa disitu, untuk apa dalam rangka apa di pagi hari yang masih gelap, istilahnya belum jam kerja lah. Ujar Kepsek sambil menyesal kepergiannya almarhum

Jam kerja almarhumnya malam ,”sampai serah terima kunci ke klinik servis untuk buka pintu gerbang, klining servis masuk satpam malam pulang seperti itu kerjanya almarhum hanya menjaga malam dan pulang di pagi hari. ujar Kepsek

Kepala sekolah bersama staf dewan guru SMA 13 merasa terpukul sekali atas kejadian ini dan kami semua juga mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga almarhum semoga almarhum di terima di sisi yang maha kuasa. Doa Kepsek

Dan kami juga mengucapkan rasa terima kasih kami bagi keluarga almarhum yang selama ini sudah bekerja di sekolah, sekalipun masih honor. Tutup Kepsek
(Chey)