Ambon,beritasumbernews.com
Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han) di Pangkalan TNI AU Pattimura merasa prihatin atas ditetapkannya ketiga pejabat Desa Tawiri sebagai tersangka yaitu AL, SR, dan JT atas tindak pidana penyimpangan keuangan dana Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Selasa (25/01/2022).
Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han) mengatakan bahwa keprihatinan ini dirasakan olehnya dan masyarakat Negeri Tawiri, yang seharusnya para tersangka tersebut sepatutnya menjadi pelayan masyarakat Negeri Tawiri, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan mengupayakan terciptanya kesejahteraan rakyat di Negeri Tawiri.
“Jangan malah diberikan kepercayaan dan amanah, tetapi malah menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD)/BUMDes dan digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya saat menjabat sebagai Perangkat Desa,” ujar Danlanud Ptm.
Seperti diketahui bahwa salah satu tersangka tindak pidana penyimpangan keuangan desa adalah AL, Kasi Pemerintahan Desa Tawiri, yang memprovokasi warga di bulan November 2021 yang lalu untuk melakukan blokade jalan provinsi menuju Bandara Internasional Pattimura, sehingga masyarakat yang akan melintas ke dan dari Bandara tersebut tidak dapat melakukan aktivitasnya.
Hal tersebut tentunya dapat pula menjadi suatu tindak pidana sesuai Pasal 192 KUHP dan juga Pasal 63 UU No. 38 Tahun 2004 tentang jalan.
“Semoga saja apa yang saudara AL lakukan itu bukan karena mau mengalihkan issue terhadap masyarakat Tawiri untuk menutupi kelakuannya yang tidak benar dalam tindak pidana penyimpangan dana desa tersebut,’’ tutur Danlanud Pattimura.
Danlanud memberikan contoh seorang kepala desa yang melaksanakan amanah jabatan yang sangat baik yaitu Kepala Desa Panggungharjo di Bantul, Yogyakarta yaitu Wahyudi Anggoro Hadi, yang memimpin salah satu desa terbaik di wilayah Kabupaten Bantul.
Ia memiliki program desa yaitu membebaskan biaya pemeriksaan kehamilan dan biaya kelahiran serta menerapkan kebijakan satu rumah satu sarjana, oleh karena itu, bisa dibayangkan bila dalam satu tahun saja ada 100 rumah yang didorong oleh pemerintah desa untuk menjadi sarjana, berarti dalam 5 tahun bisa tercipta 500 sarjana dari desa tersebut.
Selain itu, desa tersebut memiliki sebanyak 28 ribu jiwa penduduk, 14 dusun, dan 119 RT. Desa ini dikenal luas dengan berbagai predikatnya, seperti desa unicorn, desa dengan BUMDes terbaik di Indonesia, hingga desa pertama dan satu-satunya yang mampu mendapatkan apresiasi di tingkat ASEAN. Profil penduduknya rata-rata lulusan SMA, ribuan sarjana strata satu, empat profesor, dan puluhan warga bergelar doktor (S3).
Selanjutnya, Komandan Lanud Pattimura mengajak masyarakat Tawiri dan juga Laha serta Hatu (negeri-negeri di sekitar Lanud Pattimura) untuk bersinergi dengan Lanud Pattimura dan bersama-sama untuk membangun negeri.
Kepada para pejabat negeri agar mengemban teguh amanah yang telah diberikan oleh negara dan masyarakat negerinya masing-masing untuk benar-benar bekerja untuk warganya, berlaku jujur dan memiliki integritas yang tinggi, berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga, dan tidak memanfaatkan jabatan dan kedudukan yang dimiliki sebagai pejabat desa untuk meraup keuntungan bagi kepentingan pribadi atau kelompoknya.
”Mari bersama kita bersinergi untuk berikan yang terbaik bagi masyarakat Maluku serta bagi bangsa dan Negara Indonesia tercinta,” pungkas Danlanud Pattimura. (Rdks)
