SBB – beritasumbernews.com – Sebuah skenario pemberitaan hoax yang tiba – tiba muncul di publik, seakan – akan menyerang pihak Kejaksaan dan Inspektorat, ini skenario adu domba yang datang dari oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab, yang gblok bahkan di nilai bodok dan tidak paham aturan.

Sudah jelas – jelas tuduhan dugaan pemotongan uang Rp. 700.000 yang mencuat di publik diberitakan okeh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah sebuah skenario busuk yang sengaja di mainkan oleh manusia – manusia serakah yang haus jabatan dan tempat basah.

Fakta membuktikan segerombolan oknum pegawai yang menyusun kekuatan dengan berbagai skenario guna menjebak kapus Inamosol agar bisa di ganti dengan dalil kesalahan akibat korupsi dan penyalahgunaan kewenangan itu, jelas – jelas datangi sejumlah anggota DPRD SBB bahkan ketua DPRD guna meminta untuk segera menggantikan kapus Inamosol Alexander Lesil.

Alhasil, upaya sejumlah oknum ASN dari PKM Inamosol itu kandas karena tidak di respon, kemudian merancang sebuah skenario busuk dengan menjebak kapus dalam drama komedi bobrok yang tidak bobot gunakan strategi rekaman lalu politisir ke sejumlah media sebagai strategih dugaan korupsi yang di lakukan Lesil.

Fakta Hukum :

Fakta hukum sangat jelas proses sedang berjalan, dan menjadi kewenangan inspektorat dalam proses pemeriksaan atau audit, namun di salah mengerti okeh oknum nau – nau yang tidak paham hukum dan mekanisme sehingga mulai tebar berita hoax di publik dengan menekan pihak Kejaksaan harus bertindak tegas, tanpa menunggu inspektorat melaksanakan fungsinya.

Apa gerangan memaksa Kejaksaan harus bertindak cepat? Pemberitaan yang gagal paham memaksa Kejaksaan harus tabrak aturan dan mengikuti pikiran gblok yang tidak paham aturan, karena merasa perjuangan gagal, karena semua skenario menjatuhkan kapus sudah di ketahui dan berpikir skenario itu adalah senjata politik yang ampuh.

Tidak ada masyarakat yang menuntut kepastian hukum terhadap kasus tersebut, justru masyarakat Inamosol sudah paham tuduhan itu adalah skenario busuk yang sengaja menjatuhkan kapus agar bisa di ganti dengan oknum yang sudah biasanya korupsi.

Perlu dicurigai yang mendesak proses dan memaksa kepastian hukum adalah oknum Pegawai PKM Inamosol yang menginginkan Alexander Lesil harus diturunkan, agar pihak merekalah yang sudah biasa korupsi tahun anggaran 2022-2023 itu yang memimpin PKM.

Proses hukum, dan pemeriksaan masih berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, agar terang benderang pelaku korupsi yang sebenarnya siapa, sehingga masyarakat SBB kususnya Inamosol tidak perlu terprovokasi dengan berita – berita hoax yang hanya menyusun spekulasi dan kontrafersi guna menghasut masyarakat agar bisa termakan isu murahan yang mencari kepentingan merebut kursi Kapus.

(***)