Ambon,beritasumbernews.com
Pelatih Muaythai Putra Maluku Menyurati Komisi I DPRD Maluku Persoalkan Bonus Rp 1,5 Juta, hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 05 Tahun 2020 tentang Penunjukkan dan Penetapan Pelatih Muaythai Maluku persiapan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua bersifat kolektif.

Dalam SK tersebut ada tiga pelatih yang ditetapkan melatih tim muaythai Maluku menuju PON XX Papua, yakni Esau Anthony Ungirwalu, Christine Uktolseja dan Marens Tomasoa.

Di PON XX Papua muaythai Maluku sukses menggondol dua perunggu melalui Julia Tomasoa dan Chintana Divinubun.

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat menggelontorkan Rp 70 juta sebagai bonus untuk pelatih.

Setelah dipotong pajak jumlah yang diterima ketiga pelatih hanya Rp. 66 juta, Anehnya, dari jumlah itu Ungirwalu hanya dihargai Rp 1,5 juta setelah diberikan Uktolseja dan Tomasoa yang merupakan suami dan isteri.

“Saya menilai ada ketidakadilan yang dilakukan Kadispora Maluku kepada saya, sebut Ungirwalu, SK Nomor 5 Tahun 2020 kan sifatnya kolektif.

Mengapa Dispora Maluku hanya memanggil suami istri untuk diserahkan uang tersebut, sedangkan saya tidak dipanggil di ruangan.

Sudah begitu uang yang saya terima tak ada tanda tangan minimal ada bukti dari pegawai Dispora Maluku, Tapi kan tidak, Saya terima dari sesama pelatih, Ini bentuk pertanggungjawaban administrasi bagaimana,” kecam Ungirwalu kepada pers di Ambon, Senin (30/5/2022).

Ungirwalu menilai Kadispora Maluku Sandy Wattimena arogan dan tidak jujur dalam pembagian bonus ke pelatih sesuai SK kolektif nomor 5 Tahun 2020 tersebut.

“Saya sudah pertanyakan ini ke Dispora Maluku dan katanya bonus sudah diserahkan secara internal ke induk organisasi muaythai Maluku, sementara itu setelah saya hubungi Pak Agust Lomo sebagai Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Maluku beliau bilang beliau tidak tahu.

Ini memang skenario oknum pengurus muaythai Maluku dengan suami isteri yang juga melaksanakan tugas sebagai pelatih tim muaythai Maluku.

Saya sudah adukan hal ini di DPRD Provinsi Maluku,” sebut Ungirwalu, Kepala Dispora Maluku Sandy Wattimena mengakui sempat ada masalah mengenai pembagian bonus pelatih muaythai, namunĀ  prinsipnya hal itu merupakan urusan pengurus cabang olahraga tersebut. Kata Wattimena

“Prinsipnya kita hanya mengalokasikan ke cabor masing-masing, Nah soal besar kecil bonus pelatih itu urusan internal cabor masing-masing setelah mempertimbangkan banyak hal termasuk kehadiran pelatih selama Training Camp menjelang PON XX Papua. Sebut Wattimena

Tapi itu urusan ke dalam cabor masing-masing, saya tidak campur urusan mereka,” kilah Wattimena kepada media ini terpisah.

Dia mengakui dari semua cabor yang digelontorkan bonus pelatih oleh Dispora Maluku hanya muaythai yang sedikit bermasalah.

“Sebelum pembagian bonus itu saya telepon pelatih muaythai sebanyak tiga kali dan belakangan baru saya tahu mereka (Marens Tomasoa, dan Christin Uktolseja) adalah suami isteri.

Ini yang membuat ada anggapan saya kongkalikong dengan mereka, padahal kan tidak seperti itu,” tepis Wattimena.

Sementara itu pelatih muaythai putri Maluku Christin Uktolseja menyatakan siap mengklarifikasi surat Ungirwalu ke Komisi I DPRD Provinsi Maluku.

“Saya siap dipanggil Komisi I DPRD Provinsi Maluku, dan saya akan bawa saksi-saksi saat dipanggil nanti,” tegas Uktolseja.

Dia mengakui dana yang digelontorkan Pemprov Maluku melalui Dispora Maluku masuk ke rekeningnya di Bank Maluku.

“Waktu dipanggil Dispora hanya saya yang punya rekening makanya uang ditransfer ke rekening saya.

Total Rp. 70 juta tapi yang masuk Rp 65 juta lebih, Benar saya kasih ke Saudara Esau Ungirwalu Rp 1,5 juta, tapi saya juga kasih ke Ralyn Lumoly dan atlet-atlet lain yang menjadi teman sparing atlet-atlet muaythai.

Saya juga berikan ke pendamping Cabor muaythai Ibu Mery Hukubun,” beber dia.

Disinggung alasan hanya memberikan Ungirwalu Rp 1,5 juta, Uktolseja menyatakan nilai itu sebanding dengan kehadiran dan efektifitas peran Ungirwalu selama TC dan TC Mandiri sebelum PON XX Papua.

“Kalau dipikir-pikir jumlah itu sudah sesuai dengan kinerja saudara Esau selama TC dan TC Mandiri.

Lagian Esau kan tangani atlet putra, saya tangani atlet putri dan yang dapat dua perunggu kan atlet putri bukan atlet putra,” sanggah Uktolseja. (Rdks)

By Sherly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *