Piru,beritasumbernews.com,Persoalan Dugaan Pemotongan Dana BOS oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), hingga akhirnya menyeret nama Jhon Tahya selaku Kadis, kini mulai menemui titik terang. Persoalan yang dilirik pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB ini mulai terlihat, jika persoalan tersebut sengaja diseting oleh orang-orang yang tidak menginginkan Tahya menahkodai Disdikbub SBB.
Keseriusan Kejari terhadap kasus Dugaan Pemotongan Dana BOS ini terlihat dari surat panggilan yang ditujukan kepada 43 Kepsek di SBB, guna dimintai keterangannya. Alhasil, dari informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, para Kepsek membantah tuduhan terhadap Kadis Pendidikan.
Bahkan dari informan ini diketahui jika para Kepsek mengeluh, karena merasa pengakuan mereka di hadapan Bupati Timotius Akerina (Mantan Bupati) tentang tidak benar adanya pemotongan Dana BOS oleh Dinas Pendidikan, belum cukup. Hingga akhirnya harus menempuh perjalanan jauh guna menghadiri panggilan Kejaksaan.
Sementara itu, menanggapi pengakuan para Kepsek. Jasmin Bally selaku salah satu tokoh masyarakat Kecamatan HUAMUAL SBB menilai, jika kasus ini sengaja dimainkan oleh oknum-oknum tertentu, demi kepentingan politik 2024.
“Dari pengakuan para Kepsek itu sudah terbukti, bahwa tuduhan yang dilayangkan kepada Kadis Pendidikan SBB ini disinyalir ada permainan sekelompok orang, yang sengaja menggoreng masalah ini demi kepentingan politik 2024.” Tegas Jasmin kepada media ini, Jumat (01/07).
Lewat berbagai cuitan di media sosial facebook, Jasmin Bally mengatakan jika komentar-komentar netizen serta berbagai pemberitaan di media online tersebut sengaja mendorong Kejari untuk memeriksa Kadis Pendidikan.
“Mereka sengaja menggiring opini lewat pemberitaan maupun komentar-komentar di FB (facebook), agar Kejaksaan segera memeriksa Kadis. Dan itu sudah dilakukan namun tidak ada bukti yang mengarah pada Dugaan Pemotongan Dana BOS.” Paparnya.
Terkait informasi pengakuan dari para Kepsek, pihak Kej CFari yang berusaha dihubungi untuk dikonfirmasi, Jumat (01/07). Sedang tidak berada di tempat, hingga berita ini naik Kejari belum bisa di Konfirmasi. (Yan.L)
