Piru,beritasumbernews.com
Abidin Papalia adalah sosok seorang pejabat publik yang punya wibawa dan terhormat namun terlihat anarkis dan berwatak preman, tidak sanggup memberikan pelayanan yang baik pada rakyat selaku seorang pimpinan.
Citra dan martabat Birokrasi Pemerintahan Kabupaten SBB akan tercoreng dengan karakter – karakter seorang pemimpin seperti Abidin Papalia.
Hal ini terlihat jelas di alami oleh salah satu siswa yang kerap kali datangi Abidin Papalia hendak meminta Ijazahnya, namun ada hal buruk di balik watak Abidin sehingga siswa tersebut pulang dengan tangan hampa.
Ternyata Abidin Papalia adalah mantan kepala sekolah SMA 5 Seram Bagian Barat, dan siswa tersebut adalah siswa SMA 5 Seram Bagian Barat yang Ijazahnya tidak di kasih oleh Abidin Papalia yang saat ini menjabat sebagai PLT. Kepala Kantor Kearsipan Kab.SBB.
Informasi ini di terima awak media ini dari sumber terpercaya yang juga adalah korban dari perlakuannya Abidin Papalia yakni” Hp, sore tadi saat di temui ya usai pulang dari rumahnya Abidin Papalia. Jumat 22/07/2022
Abidin diduga kuat tidak mau berikan Ijazah milik Hp dengan alasan yang tidak jelas. Ungkap Hp
Menurut Hp” sudah berulang kali ia datangi Abidin guna meminta Ijazahnya karena harus di pergunakan, namun dengan berbagai dslih dan alasan serta kata – kata geram yang di lontarkan ke Hp oleh Abidin, dengan tidak mau memberikan Ijazah milik Hp.
Entah alasan apa Abidin dengan kata – kata geram serta menunjukan moral tak etis pada salah seorang mantan siswa, padahal semua kewajiban Hp sudah penuhi sebagai siswa namun hak-nya Ijazah tidak mau di berikan.
Bahkan Abidin juga mengeluarkan kata – kazmta yang kurang sedap yang tidak wajar kepada Hp, sementara lontaran kata Abidin kepada Hp saat Hp meminta Ijazahnya” pigi (pergi) ambil sandiri di Dinas Pendidikan Provinsi) Beta (saya) sengada (tidak ada) urusan dengan kamong (kamu)”.
Menurut Hp” salah satu keluarga Hp sudah mempertanyakan hal tersebut ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku lewat telpon genggamnya, kata sumber bahwa setiap akhir ujian itu semua Ijazah sudah di serahkan ke pihak Kepala Sekolah dan tidak satupun tertinggal di Dinas. Ungkap sumber
Lebih ironis lagi Abidin lakukan intimidasi pada salah satu awak media saat hendak mendatangi rumah kediaman Abidin guna tugas jurnalis yakni konfirmasi terkait masalah Abidin dengan Hp.
Ternyata awak media tersebut mendapat intimidasi dan perlakuan tak nyaman melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999, dari Abidin dengan suara lantang dan kasar mengusir awak media.
Hal ini menjadi perhatian publik dan mencoreng harkat dan martabat Birokrasi Kabupaten yang berjuluk Saka Mese atau biasa di sebut dengan selogan ” mari biking Bae SBB”.
Pejabat Bupati SBB di minta secara tegas evaluasi Abidin Papalia serta langsung harus di copot dari jabatannya karena tidak bisa menunjukan karakter seorang pemimpin, bahkan sikap Abidin memicu kekacauan. (Yan.L)
