SBB,beritasumbernews.com
Sangat di sesalkan Pejabat Bupati SBB diduga melindungi PLT. Kepala Kantor Kearsipan Pemda SBB, dari moralnya yang seperti preman.
Disebutkan Abidin papalia PLT kepala dinas kearsipan Kabupaten seram bagian barat, dalam sikap moralnya yang tidak terpuji dan melanggar aturan dan Undang – undang dalam hal ini Undang – undang Pers No. 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers.
Sikap tidak terpuji dan perilaku yang melanggar aturan tersebut, di lakukan oleh Abidin Papalia terhadap salah satu awak media (wartawan) saat mana wartawan tersebut hendak mengkonfirmasi Papalia terkait permasalahannya dengan salah satu siswanya.
Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis 21 Juli 2022 pekan kemarin di rumah kediamannya Papalia, “dia usi Beta” singkat sebut awak media yang di usir kepada Redaksi beritasumbernews.com saat di konfirmasi via telpon selulernya
Sementara korban lainnya yakni siswa dari Papalia sendiri yang menuntut haknya yakni ijazahnya yang tidak di kasih oleh Papalia sejak menjabat kepala sekolah pada SMA 5 Seram Bagian Barat hingga kini menjabat PLT. Kepala Kantor Kearsipan Daerah Kab.SBB.
Usir wartawan dengan amarah dan kata – kata kasar, hal yang sama di lakukan pada siswa yang hendak meminta Ijazahnya yang belum di kasih oleh Papalia.
Perbuatan tidak terpuji Papalia di sertai dengan perkataan pedas yang tidak pantas keluar dari mulut seorang pejabat atau pimpinan di salah satu Kantor Biro Krasi Kab.SBB, yaitu ucap-nya” Saya sudah robek/sobek ijaza kamu, pergi sana jangan datang kepada saya”. Sebut Papalia
Papalia juga dengan nada kasar dan penuh amarah mengatakan kepada wartawan” kalian keluar, pergi jangan masuk di rumah saya” tegas Papalia
Berita tentang perilaku dan perbuatan Papalia ini sudah tersohor di beberapa media online bahkan beritanya tersebar luas ke Pemerintah Kabupaten SBB, namun terlihat jelas pejabat Bupati biasa – biasa saja tidak merespon perilaku Papalia yang sudah merusak citra dan nama baik Biro Krasi Pemerintah Kab.SBB.
Perbuatan Papalia ini merusak nama baik Pemerintah Kabupaten SBB di kanca publik, karena di soroti publik, di duga Pejabat Bupati tidak mampu Nonjopkan Papalia akibat moral preman terhadap wartawan dan siswa yang menuntut hak-nya.
Publik mendesak Pejabat Bupati SBB agar segera mencopot Paplia dari jabatannya dan menyuruh Papalia bertanggung jawab kepada siswa yang menuntut haknya untuk miliki Ijazah-nya yang tidak di kasih oleh Papalia, entah apa alasan Papalia sehingga tidak memberikan ijazah tersebut. (Yan L)
