Karpan,beritasumbernews.com
Kota Ambon dalam beberapa pekan ini di terpa bencana banjir dan longsor dimana – mana terlebih Kusus dalam kota Ambon, akibat curah hujan yang begitu deras.
Menyikapi akan hal tersebut, Wakil ketua DPRD Provinsi Maluku Komisi I Yance Wenno di hadapan wartawan Mengatakan” kepada Pejabat (PJ) Walikota Ambon Bodewin Wattimena harus punya kebijakan dalam mengatasi banjir yang menimpa Maluku Baik itu di kota Ambon Maupun di tempat -tempat yang Rawan banjir seperti di Seram selang beberapa waktu ini.
Lanjutnya” Untuk mengatasi banjir dan tanah longsor pada saat musim hujan, Penjabat (Pj) Wali Kota Ambon harus mempunyai kebijakan anggaran atasi banjir,
Setiap tahun selalu ada hujan dan di saat hujan selalu terjadi tanah longsor dan banjir di mana-mana,” kata Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yance Wenno di Ambon, Rabu (06/07/2022).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku itu menghimbau kepada warga Kota Ambon yang tinggal di lereng-lereng gunung, bantaran sungai untuk lebih berhati-hati saat turunnya hujan.
Keselamatan menjadi yang utama. Karena itu, kalau memang curah hujannya tinggi sebaiknya untuk sementara mengungsi kerumah keluarga yang masih dalam katagori aman. Harapnya
Wenno juga memghimbau kepada Pemerintah Kota Ambon untuk menghitung titik-titik bencana yang sangat rawan di dalam Kota Ambon.
Kata Wenno” Semoga Pj Wali Kota Ambon bisa menghitung titik-titik longsor dan sumber banjir yang terjadi di Kota Ambon,” pintanya.
Tujuannya, agar Pemerintah Kota Ambon dapat mengatasinya dengan baik sehingga pada tahun-tahun yang akan datang, titik banjir dan longsor bisa berkurang.
“Tidak harus semuanya selesai, tetapi berkurang itu harus. Jelasnya
Pemerintah harus memberikan kepastian bahwa setiap tahun sumber-sumber dari pada banjir dan titik longsor menjadi berkurang,” Untuk mengurangi masalah itu, Pemerintah lewat kebijakannya menganggarkan dan membangun sarana dan prasarana guna menanggulangi banjir dan tanah longsor,
Politisi Perindo Provensi Maluku ini menghimbau kepada Pemkot Ambon membangun talud di sumber banjir seperti yang ada pada sungai-sungai di pulau Jawa. pungkasnya
“Tidak lagi seperti pola kerja yang selama ini hanya kasih naik batu saja, lalu pada ahirnya tiap kali rusak ,dan setiap tahun harus biking proyek lagi. Tegas Wenno (Chey)
