Ambon beritasumbernews.com Aktivitas di lokasi tambang emas ilegal gunung botak Desa Dava Kecamatan Waelata Kabupaten Buru, Provinsi Maluku terus meningkat dengan pengawalan sejumlah oknum anggota TNI dan POLRI.

Tambang emas ilegal itu sempat ditutup oleh penerintah tahun 2015 namun kembali beroperasi tahun 2018, walau sempat disisir tahun 2020 oleh personil gabungan dari Polres pulau Buru bersama Polsek Waeapo berulang kali, namun fakta di lapangan menunjukkan peningkatan aktifitas.

Tahun 2021 aktifitas tambang emas ilegal gunung botak yang berada di desa Dava kab-Buru kembali ramai beraktifitas oleh para penambang baik lokal maupun non lokal .
Aktifitas pertambangan yang dilakukan para penambang dengan metode dompeng , tembak larut , kolam manual dan jenis bak rendaman ini menggunakan bahan beracun berbahaya (B3)
Aktifitas tambang jenis bak rendaman ini berjejer sepanjang sungai Anahoni hingga gunung botak dan didanai para cukong dari Sulawesi.

Beredar sejumlah nama cukong diantaranya Bos Markus dengan alamat Desa Deboway, bos Juma alamat desa Namlea , Bos haji Wati alamat desa Wabsait, Bos Haji Kembar alamat desa Wabsait.

Selain itu, ada juga nama Bos Bohari asal Bali , Bos Ferdian alias Mas Pey alamat desa Deboway (unit 1)
Birunya air di sepanjang sungai Anahoni menunjukkan telah terjadi pencemaran berat terhadap air akibat zat beracun yang dipakai untuk operasional bak rendaman karena memakai B3 yakni , CN, CARBON KOSTIK ,KAPUR dll.

Juga terdapat satu unit bendungan ilegal yang dibuat untuk mengairi operasional bak rendaman sekaligus juga terdapat tambak larut.

Pemilik Bendungan Air dan Tembak larut ini adalah Bos LS dan Mansur Wael alias Onyong yakni Oknum anggota Intel kodim 1506 Namlea dengan alamat desa Wabsait jalur B, asal Gorontalo. Oyong diduga bekerja sama untuk memback up kegiatan ilegal itu. Onyong bersama Dadang (oknum anggota Polres Pulau Buru) berpangkat sersan, Anas Umasugi juga memiliki Aset tembak larut dan bak rendaman di daerah kapuran areal gunung botak .
Dari hasil pantauan media ini, diduga kuat anggota Polsek Wae Apo Polres Pulau Buru ini memback up beberapa bos besar.(Tim)