Aboru beritasumbernewa.com Bencana alam yang menimpa Kec.Pulau Huruku baru – baru ini, kususnya di Negeri Aboru, ada sejumlah bencana yang terjadi, bahkan terjadi kerugian materil, dan juga sejumlah rumah menjadi korban banjir.

Dari masalah bencana itulah Negeri Aboru mendapat perhatian pemerintah yakni” dari Balai Wilayah sungai di Provinsi Maluku dengan memberikan 150 buah Bronjong.

Hal ini membuat tokoh masyarakat Negeri Aboru angkat bicara, yang mana kemarin Welly Nahumury kepada media ini menyampaikan keluhan masyarakat Aboru terkait bencana yang terjadi di Aboru dan bantuan Bronjong dari pemerintah. Selasa 27/09/2022

Kata Nahumury” bantuan Bronjong tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi korban Negeri Aboru yang terjadi akibat bencana alam yakni banjir.

Menurutnya” ada banyak hal yang terjadi bukan saja longsor, sehingga Nahumury menilai bantuan Bronjong itu tidak sesuai kebutuhan, karena masalahnya kalaupun Bronjong sebanyak 150 buah itu jika Tampa anggarannya bagaimana masyarakat bisa mengankutnya hingga tiba di Negeri Aboru. Ungkap Nahumury

Lanjutnya” bencana alam yang terjadi itu merusak sejumlah fasilitas infrastruktur baik itu fasilitas umum maupun rumah warga, sehingga jika Bronjong saja belum bisa menjawab semua kerugian masyarakat akibat bencana, apalagi Bronjong yang datang tidak punya anggaran lain untuk mengangkutnya. Tuturnya

Pasalnya” bencana alam itu membuat tanggul penahan tanah di badan sungai itu hancur kemudian oprit jembatan Wahidtahu itu putus, tepat Raja Aboru mengambil sikap tanggap darurat membuat surat kepada Balai wilayah sungai Maluku.

Balai wilayah sungai Maluku itu diberikan bronjong dalam bentuk bronjong 150 buah tetapi menjadi pertanyaan buat kami sampai dengan saat ini apakah sebatas itu Balai wilayah sungai memberikan dalam bentuk bronjong saja apakah tidak ada dalam bentuk biaya. Heran Nahumury

Harus siapa yang di Bebani biaya transportasi atau biaya pengangkutan Bronjong tersebut sampai ke Aboru apakah harus Raja ? Ataukah masyarakat yang harus di Bebani ? Inikah yang di namakan bantuan pemerintah kepada warga yang kena dampak bencana ? Tanya Nahumury

Nahumury menambahkan” hal ini perlu di telusuri kembali, karena di takuti jangan sampai Raja mendorong Bronjong tersebut sampai ke Aboru Kemudian pelaksanaan pekerjaannya di Bebani kepada masyarakat secara swadaya. Heran Nahumury

Ironisnya lagi” Masyarakat disuruh untuk mengumpul material batu membuat bronjong tanpa dibayar, kemudian yang sangat riskan dan lucu itu adalah peletakan bronjong itu sendiri salah pada tempatnya jadi ibaratnya menyelesaikan masalah dengan masalah. Ucap Nahumury

Peletakan Bronjong ini dinilai salah sasaran, dan akan mengakibatkan hal yang lebih buruk terjadi lagi saat datang banjir lagi. Sebut Nahumury

Raja membuat surat kepada masyarakat untuk melakukan normalisasi sungai sebelum Raja berangkat ke Belanda. Menurut Nahumury ini hal yang lucu dan membingungkan

Kata Nahumury” kita harus membuat jembatan poros, karena itu merupakan poros utama di dalam negeri, karena transportasi yang sangat vital untuk kepentingan lalu lintasnya masyarakat dan berkendaraan dan berbagai aktivitas. Cetusnya

Akibat bencana banjir jembatan yang di gunakan masyarakat putus dan hampir habis, sulit sekarang beraktifitas harus berhati – hati, saat banjir itu jika habis itu jembatan terbawa banjir, maka termasuk rumah – rumah sekitar jembatan dan termasuk Kem pengungsi Kariuw juga akan habis di timpa bencana banjir itu. Terang Nahumury

Lebih lucu lagi Nahumury mengungkapkan bahwa ia pernah berdialog dengan Kabid PU Provinsi Maluku Ibu Ati, yang lucunya kata ibu Ati kepada Nahumury, pihaknya menerima apa yang di sampaikan dan hal tersebut menurut ibu Ati itu akan menjadi Referensi dan jadikan bahan untuk meninjau kembali lokasi guna mencari tahu apa kendalanya, menurut Nahumury apakah bencana yang sudah jelas – jelas menimpa ini masih meninjau kembali ? Berarti bencana ini bagai film sinetron yang sengaja di buat – buat ? Pungkasnya

Harapannya” agar kepada pejabat Bupati Malteng yang baru agar bisa melihat akan kondisi warga di Aboru, bahkan untuk Gubernur Maluku bisa membuka suara lagi ke pemerintah pusat. Pinta Nahumury (Chey)