Suli,beritasumbernews.com,Tepatnya di batas Kota antara Maluku tengah dengan Kota Ambon tepatnya di Dusun Wainusalaut – Waitatiri Kecamatan Salahutu Kab. Maluku Tengah puluhan sopir angkot melakukan aksi mogok.

Kegiatan aksi mogok yang di lakukan puluhan sopir angkot jurusan Suli, Tulehu, Liang, Waai, Tial dan Tengah Tengah itu menggelar aksi mogok tolak kenaikan harga BBM, yang di gelar pagi tadi sekitar pukul 20 : 00 Wit. Jumat 09/09/2022

Akibat dari aksi tersebut imbasnya banyak masyarakat yang hendak beraktifitas akhirnya terhambat karena tidak ada mobil angkutan umum pada jalur jalur tersebut beroperasi, bahkan sempat mengakibatkan kemacetan.

Sementara aksi berjalan, Bhabinkamtibmas Negeri Suli Bripka.D.H.Sahertian terus lakukan pemantauan dan monitoring serta membantu Lalu Lintas dalam mengatur arus Lalu Lintas, serta menghimbau warga agar tidak mudah terprofokasi, serta mengarahkan para masa aksi agar tetap jaga situasi Kamtibmas aman dan kondusif.

Pantauan media ini, Kegiatan Aksi Mogok tersebut dipimpin oleh sdr. Fendi Nikijuluw (Selaku Korlap) dan sdr. Adebu Suitela (selaku Ketua Jalur), Bahwa aksi para sopir angkutan luar Kota khusus pada jalur Salahutu yang saat ini berkumpul serta melakukan aksi swiping kendaraan sesama sopir untuk menurunkan penumpang di jalan, hal tersebut menimbulkan kemacetan arus lalu lintas sehingga para penumpang merasa terganggu dengan aksi yang di lakukan oleh para sopir angkut tersebut.

Tidak lama saat aksi sedang di laksanakan, Kapolsek Salahutu AKP. La Maru mencoba datangi TKP dan melakukan koordinasi dengan para masa aksi dan korlap agar aksi tersebut dapat di bubarkan dengan tertip dan kembalikan aktifitas dengan normal.

Kata Kapolsek saat temui masa aksi” aksi yang dilakukan oleh rekan-rekan Sopir Angkot saat ini selaku pihak keamanan mendukung aksi tersebut namun tidak menghalangi aktivitas arus lalulintas yang menggangu pengguna jalan lainnya.

Terkait dengan kebijakan Pemerintah menaikan harga BBM tentu berdampak kepada saudara-saudara khusus para sopir angkot, namun tentu ada mekanisme dengan mencari solusi duduk bersama, bukan dengan cara mengajak sesama sopir melakukan aksi saat ini.

Terkait dengan harga tarif angkot tentu ada paraturan baru yang akan di sesuaikan dengan kenaikan harga BBM, namun hal tersebut masih di bahas di Dinas Perhubungan Propinsi.

Untuk itu kami menghimbau kepada para sopir untuk selalu menjaga situasi Kamtibmas dengan tidak melakukan hal-hal yang betentangan dengan hukum.

Selaku Korlap Fendi Nikijuluw kepada Kapolsek mengatakan”
Aksi lanjutkan ini merupakan bentuk kekesalan kami para sopir angkot karena sampai saat ini janji dari dinas terkait belum juga ditepati, yang mana pada aksi demo yang pertama pasca kenaikan harga BBM tarif angkot yang semestinya sudah di setujui oleh Dinas Perhubungan sebesar Rp. 7.500 (Suli – Ambon) namun tidak direalisasi, sehingga kita bertahan dengan harga tarif Rp. 4.500 karena pada hasil pertemuan awal di janjikan pada hari Kamis sudah ada perubahan harga. Ungkap Fendi

Mendengar apa yang di sampaikan oleh korlap para sopir masa aksi tersebut, Kapolsek Salahutu berdiskusi bersama para supir angkot agar dapat mendapatkan solusi yang tidak merugikan masyarakat pengguna jalan raya dan transportasi umum.

Kapolsek juga menghimbau agar tidak ada lagi para penumpang diturunkan secara paksa dikarenakan ini adalah hari jumat banyak masyarakat yang akan melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Fendi pun masih melanjutkan penyampaiannya bahwa” Saat ini telah di berlakukan kenaikan harga BBM lagi dengan Harga Pertalite Rp. 10.000, sehingga kami para sopir angkot khusus pada jalur Kecamatan Salahutu meminta segera Pihak Dinas Perhubungan melakukan revisi harga tarif kendaraan baru yang menurut kami tidak merugikan para sopir kedepan.

Dari hasil koordinasi Kapolsek dengan para masa aksi dari para sopir angkot tersebut, hasilnya yakni” Perwakilan sebanyak 26 orang dari tiap-tiap jurusan angkot kecamatan Salahutu berangkat menuju kota Ambon ke Dinas Perhubungan Propinsi Maluku guna melakukan audience dengan Kepala Dinas perhubungan Provinsi Maluku untuk membahas tarif yang akan di tetapkan oleh Dinas Perhubungan dan juga menagih janji meraka pada pertemuan awal.

Usai lintas koordinasi yang di laksanakan Kapolsek dengan para masa aksi dari para sopir angkot yang ada di Kecamatan Salahutu, akhirnya para sopir angkot membubarkan aksi mereka secara aman dan terkendali. (Veja)