Ambon,beritasumbernews.com
SMK Negeri 6 Ambon-Lateri, dalam beberapa tahun terkahir ini berhasil meraih berbagai prestasi yang cukup gemilang dan berupaya meningkatan mutu pendidikan agar bisa bersaing dengan sejumlah SMK di Maluku, bahkan daerah lain di Tanah Air.

Salah satu indikasinya, kini SMK Negeri 6 Ambon-Lateri telah lolos dalam Seleksi Program SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) Tahun 2022 yang diprogramkan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemdikbudristek) RI.

Ada 7 SMK di Maluku yang ditetapkan Tahun 2022 ini, dan salah satunya adalah SMK Negeri 6 Ambon-LateriMemang sejak tahun 2021 sudah ditetapkan lagi 7 SMK Unggul di Maluku.

Hal ini disampaikan Eduard Lututmas, Kepala SMK Negeri 6 Ambon-Lateri saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis, 29/09/2022 sekitar pukul 11 : 00 Wit. Lanjut Luturmas, “kurang lebih 200 SMK yang ditetapkan Kemdikbudristek dari sekitar 14 ribu SMK di Indonesia sejak 2021-2022.

Ditambahkannya, “SMK Negeri 6 Ambon-Lateri ditetapkan sebagai SMK-PK Tahun 2022 ini dimulai pada Kompetensi Keahlian (Jurusan): Asisten Keperawatan dan Care Giver”.

Jadi satu-satunya SMK Kesehatan yang berstatus ” Negeri “adalah SMK Negeri 6 Ambon yang berlokasi di Kelurahan Lateri, Kota Ambon, di samping ada jurusan lain seperti: Pekerjaan Sosial, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi Klinis dan Komunitas, Multimedia, dan Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

Kadang diwacanakan “SMK Kesehatan”, sejumlah kalangan ~ maaf ~ cenderung berorientasi pada Nomenklatur SMK Kesehatan yang nota bene berstatus swasta dengan berbagai porseninya, Dan, nominklatur kami disadari ‘terbungkus’ dengan angka 6 (SMK Negeri 6 Ambon).

Menurut Luturmas, ”Kemdikbudristek dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, serta Kepala Bidang SMK, telah memotivasi sejumlah SMK untuk mendaftar mengikuti ‘Ajang Seleksi’ SMK Pusat Keunggulan itu, sehingga di tahun-tahun mendatang, terdapat sejumlah SMK-PK di Maluku diharapkan bisa sama seperti daerah Jawa yang jumlahnya hampir ratusan SMK-PK”.

“Perlu disyukuri pula”, tambah Luturmas, “bahwa ada satu program kelanjutan dari SMK-PK adalah ‘Program Skema Pemadanan Dukungan Industri’ (SPDI) yang diharapkan agar semua SMK Unggulan (baca: SMK-PK) di Indonesia berupaya merebut peluang bantuan program dari dunia industri (dunia kerja) bagi SMK-PK.

Kemudian diusulkan dan mendaftar di Link Pendaftaran oleh Dirjen Pendidikan Vokasi yang ada, dan puji Tuhan, SMK Negeri 6 Ambon-Lateri berhasil lolos juga dalam program SPDI itu dengan sejumlah bantuan peralatan termasuk pembelajaran”.

Luturmas mengatakan, sesuai pesan direktur SMK dalam Bimtek Kepala SMK-PK beberapa bulan lalu di Jakarta, bahwa betapa berdosanya pihak satuan pendidikan (baca: SMK-PK), jika sejumlah bantuan melalui beberapa program ini kurang ditopang secara maksimal oleh sejumlah komponen-publik, termasuk upaya menata mutu dan sistem pendidikan. Karena itu, dalam beberapa momen.

Diharapkan SMK Negeri 6 Ambon-Lateri telah berkomitmen untuk saling menopang mewujudkan dan meningkatkan mutu lulusan yang memiliki daya saing yang tinggi, sehingga pola pikir dan aktivitas pembelajaran terus ditingkatkan, jika ada yang kurang proaktif dalam menopang mutu pendidikan diharapkan agar lebih proaktif lagi.

Untuk mewujudkan harapan-ideal itu, bisa saja terjadi mispersepsi (perbedaan tafsir) dan miskomunikas, Padahal sering disampaikan dalam beberapa momen termasuk warga SMK Negeri 6 Ambon-Lateri.

Selain 2 program itu, ada satu Program Dirjen Vokasi adalah “Kegiatan Magang Upskilling dan Reskilling bagi 19 Guru Pekerjaan Sosial se-Indonesia” sejak 1 – 23 September 2022 di 4 industri (Dunia Kerja) yang menjadi mitra SMK Negeri 6 Ambon.

Sekaligus SMK Negeri 6 Ambon sebagai Pusat Belajar (PB) bersama 18 SMK lain di Indonesia yang ditetapkan oleh Dirjen Vokasi melalui Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Jakarta, untuk rumpun kompetensi keahlian (jurusan) lain di bawah pembinaan Bispar.

Namun, Luturmas menjelaskan sangat disayangkan sekali, jika ada oknum-oknum tertentu yang terkesan “kurang senang” dengan adanya kemajuan sekolah dan berniat serta “mencederai” lembaga ini.

Pada prinsipnya siapa yang berbuat, dia akan bertanggung jawab kepada Tuhan, dan negara sebagai Negara Hukum, termasuk kesadaran berbudaya di Maluku, dan keadaban publik.

Ditambahkan Luturmas”seharusnya kita patut bersyukur kepada Tuhan, dan berterima kasih kepada pemerintah, karena sejumlah SMK-PK, termasuk sekolah ini telah dipercayakan dan dipedulikan oleh pemerintah untuk terus membenahi diri dengan sistemnya agar tidak tertinggal jauh dari daerah lain di Tanah Air, ungkap Luturmas optimis. (Chey)