Menampilkan: 1 - 10 dari 246 HASIL
Berita Pendidikan

SMA 40 Ambon Memberikan Pendidikan Yang Berkualitas Dengan Logo Tumbuh Bersama, Cerdas Bersama 

Ambon – beritasumbernews.com – Sekolah Rakyat adalah program pemerintah yang sangat positif Dengan pendidikan yang lebih merata, diharapkan bisa membantu memutuskan rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apa yang membuat Sekolah Rakyat ini berbeda dari program pendidikan lainnya

Kepsek Alfi Joris, Sekolah Rakyat ini fokus pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, dan menyediakan pendidikan yang berkualitas untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. 100 anak Ambon yang bersekolah di sini sudah terdata dalam data ekonomi sosial, dan berasal dari keluarga desil 1 dan Desil 2, yang termasuk miskin dan miskin ekstrem.

Proses seleksinya cukup sederhana dan berfokus pada kebutuhan, Mereka direkrut berdasarkan data ekonomi sosial dan harus berasal dari desil 1 atau Desil 2, serta memiliki kondisi kesehatan yang baik. Ujar Kepsek

Pemerintah ingin memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, sehingga mereka bisa memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak dari keluarga mampu. Dengan fasilitas yang sama dan kualitas pendidikan yang tinggi, diharapkan mereka bisa bersaing dan mencapai potensi penuhnya. Ini adalah langkah yang sangat positif untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan. Ungkapnya

Kata Kepsek; Logo “Tumbuh Bersama, Cerdas Bersama” sangat tepat! Sekolah Rakyat ini memang bertujuan untuk mengembangkan SDM anak-anak SMA 40 Sekolah Rakyat dan memberikan mereka kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama. Dan juga, penting untuk diapresiasi bahwa program ini difasilitasi oleh pemerintah provinsi,

Kolaborasi antar Kementerian dan pemerintah daerah sangat penting untuk kesuksesan program ini, Kemensos sebagai kapten dan pemerintah daerah yang men-support, menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan pendidikan di Maluku. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memang sangat serius dan peduli dengan program ini, semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sangat komitmen dan peduli dengan Sekolah Rakyat ini, iya berkunjung dari proses pembangunan hingga anak-anak bersekolah iya menunjukkan keseriusan dalam mendukung program ini, ” Semoga kehadiran Gubernur Maluku bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak di sekolah ini.

Gubernur Hendrik Lewerissa menghadirkan enam personil Satpol PP untuk menjaga keamanan sekolah Rakyat menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Semoga perhatian dan dukungan bisa membuat anak-anak di sekolah merasa aman dan nyaman untuk belajar. Kata Kepaek Alfi Joris

SMA 40 Juga bekerja sama dengan perpustakaan daerah Dengan sistem pinjam pakai dan hibah buku, anak-anak di Sekolah Rakyat bisa akses ke sumber belajar yang lebih luas. Support dari pemerintah daerah melalui Perpustakaan Daerah

Lebih lanjut kata kepsek saat ini Sekolah Rakyat SMA 40 hanya memiliki kelas 10 dengan 100 siswa yang terbagi dalam 4 rombel, dengan jumlah siswa per rombel sekitar 25 orang. Semoga dengan jumlah siswa yang tidak terlalu besar, proses belajar mengajar bisa lebih efektif dan anak-anak bisa mendapatkan perhatian yang lebih. Kata Kepsek.

Kepsek juga mengajar Anak-anak di Sekolah Rakyat untuk disiplin dan memiliki rutinitas yang baik, mulai dari bangun pagi, membersihkan lingkungan, beribadah, hingga mengikuti proses pembelajaran. Semoga kegiatan yang terjadwal ini bisa membantu mereka menjadi lebih terstruktur dan produktif.

Kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak! Dengan jadwal yang padat, anak-anak di Sekolah Rakyat ini diajarkan untuk mengelola waktu dengan baik dan memiliki keseimbangan antara akademik dan kegiatan lainnya. Mandi sore jam 6, berarti mereka punya waktu untuk santai dan bersiap untuk makan malam.

Walaupun masih kurang guru, tapi Kepala Sekolah Alfi Joris dan tim sudah memiliki strategi untuk mengisi kekosongan dengan memberdayakan guru dan tenaga kependidikan yang ada untuk mengajar mata pelajaran yang kosong. Dengan kemampuan multi fungsi, ITE diharapkan tidak ada kekosongan dalam mata pelajaran di Sekolah Rakyat. Semoga bisa segera mendapatkan guru tambahan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Harapan Kepala Sekolah Alfi Joris; saya ingin anak-anak di SMA 40 Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai masa depan yang cerah, tidak peduli latar belakang ekonomi mereka. Semoga dengan pendidikan yang berkualitas dan dukungan yang tepat, anak-anak ini bisa mencapai impian mereka dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Semoga dengan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, anak-anak di SMA 40 Sekolah Rakyat bisa menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki skill yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita dan masa depan yang cerah. Dukungan pemerintah dan kepemimpinan Presiden Prabowo sangat diharapkan untuk mewujudkan impian ini.

(Chey)

Berita Pendidikan

Kepsek SDN 9 Ambon, Pemberian Botol Air Minum kepada Anak-anak Guna Mengurangi Sampah.

AMBON – beritasumbernews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 9 Ambon ibu Liena Waas, S.Pd dalam arahannya mengajak para dewan guru dan anak-anak didiknya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ajakan dari Kepsek Liena Waas tersebut dikemukakan pada saat acara pembagian rapor yang dilangsungkan di pantai Ronawiska Latuhalat.

Menurutnya, proses pembagian botol air minum yang diberikan kepada para anak-anak didik, SD Negeri 9 Ambon, dimaksud agar setiap anak-anak menyantap makanan bergizi gratis (MBG) nantinya, anak tidak lagi membeli kemasan air mineral yang dapat menimbulkan sampah plastik. Melainkan botol air minum yang diberikan gratis ini, dapat terisi air dari rumah.

“Jadi botol air minum yang diberikan secara gratis ini, saat ke sekolah botol sudah terisi air minum sehingga saat makan makanan bergizi gratis dari pemerintah, anak-anak tidak perlu beli kemasan air mineral, “ungkap Kepsek SDN 9 Ambon ibu Liena Waas, dalam arahannya singkatnya sebelum dimulainya proses pembagian buku raport.

Liena Waas menegaskan, pemberian botol air minum ini, menjadi bagian dari kesadaran kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Seraya menegaskan kalau instruksi Walikota Ambon, Drs Bodewin Melkias Wattimena di berbagai kesempatan mengajak warga kota Ambon agar menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam momentum Safari Natal di empat kecamatan di wilayah kota Ambon, dirinya mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan di jalan, got, sungai, maupun laut. Karena pemerintah kota telah menyediakan bak sampah dan ataupun tempat-tempat sampah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kebersihan bersama.

“Tuhan menitipkan alam ini kepada manusia bukan untuk dirusak, tetapi untuk dijaga dan dipelihara,” kata Bodewin Wattimena dalam sambutannya di gereja Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL) Ambon, Sabtu (13/12).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dengan menghindari minuman keras, konflik, dan pertikaian, terutama yang berlatar belakang suku, agama, ras, dan golongan.

“Ambon adalah kota orang basudara. Kalau Ambon kacau, jangan berharap investasi datang dan lapangan kerja terbuka bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak para tokoh dan pemimpin agama untuk terus bersinergi membangun hubungan lintas agama. Ia juga menyampaikan rencana pemerintah untuk kembali menghidupkan nilai Pela Gandong melalui pertemuan antar negeri, agar generasi muda memahami makna hidup orang basudara.

Sementara itu sebelum dimulainya proses pembagian buku raport anak-anak SDN 9 Ambon, para dewan guru dan anak-anak terlebih dahulu mengikuti kegiatan ibadah Natal yang dipusatkan di pantai Ronawiska Latuhalat.

Tema Natal kali ini adalah

“Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” yang diambil dari Injil Yesaya 8: 1-8 dan Lukas 2: 1-7).

Bapak Pendeta (Bapend) Jemy Jamlean, S.Th dalam khotbahnya, mengemukakan saat Yesus Kristus lahir di di Betlehem, di tempat yang kurang, tidak sebaik dirasakan seperti anak-anak yang lahir dengan fasilitas bagus, tapi bayi Yesus Kristus lahir membawa damai bagi dunia.
Demikian halnya hingga dewasa, ia mengajarkan banyak hal. Ia menjadi guru dan teladan bagi kita.
Bapend kemudian, mengajak anak-anak untuk belajar menghafal perkalian. Proses ini dilakukan anak untuk menyenangkan hati para guru dan orang tua.

Anak-anak juga dihimbau untuk tidak membakar petasan, jika membakar petasan tak membawa kedamaian bagi orang tua dan masyarakat.
” Anak-anak siapa disini yang suka bakar petasan dan sering bunyikan meriam, ! “Coba angkat tangan, hampir sebagian besar anak laki-laki angkat tangan, tidak hanya anak cowok tapi juga ada sebagian anak perempuan ikut juga angkat tangan.

Bapend Tomy kemudian mengumpamakan, jika orang tua saat tidur dan istirahat disuruh mengunci kunci pintu rumah dan jendela, kemudian anak-anak bakar petasan dan mengeluarkan bunyi yang agak mengganggu telinga orang tua ataupun bunyi keras dari meriam, apakah orang tua merasa nyaman atau tidak,..? .. jawab anak-anak tidak bapak pendeta, .. Nah kalau begitu, jangan lagi bakar petasan dan atau membunyikan meriam, “ingat Bapak pendeta Tommy Jamlean, S.Th pada renungan Syukuran Natal SD Negeri 9 Ambon tersebut.

Acara syukuran Natal tersebut diikuti oleh para dewan guru, orang tua murid dan diikuti oleh keseluruhan siswa SD Negeri 9 Ambon, tercatat total 159 orang. (*)

Berita Pendidikan

Polri Sahabat Pelajar” Hadir di SMK Negeri 6 Ambon: Bahas Perlindungan Anak, Stop Bullying dan Perilaku Kekerasan Hingga Etika Bermedia Sosial

Ambonberitasumbernews.com – Program “Polri Sahabat Pelajar” kembali hadir menyapa generasi muda di Kota Ambon. Bertempat di halaman SMK Negeri 6 Ambon, Jumat (28/11/2025), Bidhumas Polda Maluku bekerja sama dengan Subdit PPA Ditreskrimum Polda Maluku dan Duta SMA 2025 menggelar kegiatan sosialisasi terkait perlindungan anak, anti-bullying, hingga pencegahan perilaku kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sosialisasi ini dihadiri 204 pelajar kelas X dan XI dan mengangkat tema besar “Polri Sahabat Pelajar: Perlindungan Anak, Stop Bullying, dan Perilaku Kekerasan di Kalangan Pelajar.”

Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Eduard Luturmas, S.Th., M.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam kepada Polda Maluku.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Maluku dan jajaran Bidhumas yang melalui kebijakan dan program-programnya terus memperhatikan masa depan generasi bangsa. Edukasi seperti ini sangat penting agar pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi cerdas intelektual, tetapi juga cerdas secara sosial, emosional, spiritual, dan patuh hukum,” ujar Luturmas.

“Kami menyambut dengan gembira kegiatan ini dan berharap edukasi seperti ini dapat terus berlangsung sehingga kita menghasilkan generasi berkarakter, bermoral, dan mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Polri untuk mendekatkan diri kepada pelajar dan memberikan edukasi tentang perilaku berisiko.

“Kami ingin membangun pemahaman sejak dini agar para pelajar terhindar dari perilaku kekerasan yang merugikan diri sendiri maupun proses pendidikan, seperti bullying dan tawuran yang saat ini marak terjadi,” jelasnya.

“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menyediakan ruang bagi kami. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui generasi Maluku yang cerdas, berkarakter, dan patuh hukum,” tegas Rositah.

Semwntara itu dalam penyampaian materinya Adrian Payung, Duta SMA Provinsi Maluku Tahun 2025 sekaligus siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ambon memberikan paparan inspiratif mengenai fenomena “Tiga Dosa Besar Pendidikan”, yaitu kekerasan, intoleransi, dan perundungan (bullying).

Dalam penjelasannya, Adrian menyoroti bagaimana ketiga “perilaku menyimpang” tersebut sering muncul di lingkungan sekolah dan berdampak kuat terhadap perkembangan karakter, moral, dan kesehatan mental pelajar. Ia mengajak para siswa untuk berani berbicara, saling menghargai, serta menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi setiap anak.

Adrian juga membagikan pengalaman dan sudut pandang generasi muda tentang bagaimana pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan sekolah.

Pada kesempatan yang sama Brigpol Mustika Payung, S.H., M.H, yang merupakan penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Maluku, menyampaikan materi yang paling aplikatif dan mendalam, membahas realitas “perilaku menyimpang” yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, Brigpol Mustika menjelaskan berbagai bentuk kekerasan pelajar, mulai dari bullying, tawuran, pelecehan seksual, hingga kekerasan verbal yang sering dianggap sepele namun dapat berakibat fatal. Ia menerangkan pula tentang bagaimana seorang anak berhadapan dengan hukum (anak sebagai pelaku maupun anak sebagai korban) yang melakukan suatu tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam menggunakan media sosial secara bijak. Fenomena cyberbullying yang marak di kalangan remaja dijelaskan secara rinci, termasuk risiko psikologis dan ancaman hukum yang menyertainya.

Brigpol Mustika juga memaparkan bagaimana Polri melalui unit PPA memberikan perlindungan hukum, melakukan pendampingan, dan menindaklanjuti laporan terkait kekerasan terhadap anak.

Antusiasme para pelajar sangat terlihat pada sesi tanya jawab. Tercatat 21 siswa mengajukan pertanyaan, mulai dari cara menghadapi bullying, langkah yang harus dilakukan saat melihat kekerasan, hingga bagaimana melindungi diri dari kejahatan di dunia digital.

Para narasumber merespons secara komprehensif, membuat sesi ini menjadi bagian paling hidup dalam kegiatan.

Program “Polri Sahabat Pelajar” yang digagas Bidhumas Polda Maluku tampak semakin relevan di tengah meningkatnya kasus kekerasan anak dan maraknya perilaku negatif pelajar di era digital. Kombinasi materi hukum, edukasi karakter, serta pengalaman dari figur pelajar inspiratif seperti Duta SMA menjadi paket lengkap yang sangat efektif.

Polda Maluku tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan melalui pendekatan humanis, persuasif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini layak dijadikan model kolaborasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan dalam upaya membangun generasi muda yang berkarakter, bermoral, patuh hukum dan tahan terhadap pengaruh negatif zaman. (**)

Pendidikan

359 Siswa SMA Negeri 13 Ambon Melaksanaan ujian TKA

Ambonberitasumbernews.com – Kepala sekolah SMAN 13 Ambon mengatakan, Jumlah siswa yang mengikuti ujian adalah 359 siswa, dibagi menjadi 2 gelombang dengan 3 sesi per hari. Masing-masing sesi  60 siswa, dengan 3 ruang, dan 21 komputer yang digunakan, per ruangan.

Jadwal ujian dimulai dengan mapel umum seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia pada hari Senin, 3 November. Lalu, hari Selasa, 4 November, gelombang pertama mengerjakan mapel pilihan, sedangkan gelombang kedua mengerjakan mapel wajib pada hari ini, 5 November 2025.

Hari Kamis akan menjadi hari terakhir ujian, di mana gelombang kedua akan mengerjakan mapel pilihan. Pengawas ujian berasal dari SMA Negeri 11 Ambon, sebanyak 3 orang.

Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Ambon, Ahmad Soleman. S.Pd.M.Pd berharap agar pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala teknis,seperti komputer dan listrik,  siswa dapat menyelesaikan ujian dengan baik dan sehat. Ujarnya

Semoga siswa-siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mendapatkan hasil yang memuaskan, sehingga dapat lolos ke perguruan tinggi dengan jalur prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya tutup kepsek.

(Chey)

 

Pendidikan

Pelaksanaan ujian TKA (Tes Kompetensi Akademik) di SMA.N 4 Ambon!

Ambonberitasumbernews.com – SMA.N 4 Ambon telah melaksanakan ujian TKA dengan menggunakan komputer sebanyak 60 unit, yang dibagi menjadi 3 sesi per hari dengan 2 ruangan. Setiap sesi diikuti oleh 60 siswa.

Kepala Sekolah SMA.N 4 Ambon, Mezack Tentua S.TH .M.Pd.K, menyatakan bahwa pelaksanaan ujian ini diawasi langsung oleh penyelia dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Penyelia ini bertugas untuk memantau jalannya ujian dan memastikan bahwa ujian berjalan dengan lancar dan jujur.

Mata pelajaran yang diujikan dalam TKA (Tes Kompetensi Akademik) di SMA.N 4 Ambon meliputi:

Mata pelajaran wajib:

1. Bahasa Indonesia
2. Bahasa Inggris
3. Matematika

Mata pelajaran pilihan:

1. Sosiologi
2. Geografi
3. Ekonomi
4. Fisika
5. Kimia
6. Biologi
7. Bahasa Indonesia tindak lanjut
8. Matematika tindak lanjut
9. Bahasa Inggris tidak lanjut
10. PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan)
11. PKN (Pendidikan Kewarganegaraan

Kepala Sekolah SMA.N 4 Ambon berharap bahwa pelaksanaan TKA ini dapat diikuti oleh semua siswa kelas 12 dengan hasil yang bagus, karena nilai TKA ini juga menjadi persyaratan untuk masuk perguruan tinggi.

(Chey)

 

Pendidikan

SMAN 5 Ambon Gelar Ujian Berbasis Online Serempak Seluruh Indonesia

Ambonberitasumbernews.com – SMAN 5 Ambon laksanakan ujian menggunakan sistem online, dengan token yang sama untuk seluruh Indonesia.

Ujian yang dilaksanakan SMAN 5 Ambon itu, dilaksanakan dengan sistim dua gelombang yang terbagi pada gelombang pertama yang dimulai tanggal 3 dan 4 November 2025, kemudian gelombang kedua pada tanggal 5 dan 6 November 2025.

Hal ini di sampaikan Kepala Sekolah SMAN 5 Ambon Palfina. J. Saija. S. Pd, M. Si diruang kerjanya kepada wartawan siang tadi bahwa” Ujian ini menggunakan fasilitas komputer dengan 56 perangkat yang dibagi menjadi dua ruang. Ungkap Saija

Peserta ujian tersebut tidak hanya saja SMAN 5 Ambon, namun juga diikuti SMA PGRI Ambon karena masih menumpang serta SMA PGRI belum memiliki fasilitas yang memadai. Jelas Saija

Pasalnya” jian ini diikuti oleh 319 siswa, dengan 2 siswa yang tidak hadir. Tutur Saija

Kata Saija” Siswa harus masuk ke ruangan dengan waktu yang telah ditentukan dan mengerjakan soal-soal yang telah disediakan.

Sementara Maria Gurety Dumatubun, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian TKA akan dilakukan dengan pendamping dari Dinas Pendidikan dan pengawas dari sekolah lain, yaitu SMA 4, Selain itu, penyelia akan didapatkan dari universitas luar, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pelaksanaan ujian akan dilakukan dalam beberapa sesi, dengan waktu yang telah ditentukan.

Pengawas dan penyelia akan memantau jalannya ujian dan memastikan bahwa ujian berjalan dengan lancar dan jujur.

Dalam penjelasan-nya Dumatubun bahwa” siswa harus bergabung dengan grup WhatsApp penyelia dan memiliki akun aedicard yang telah dibagikan oleh sekolah, Link Sum (Sistem Ujian Mandiri) juga telah dibagikan kepada siswa, sehingga mereka sudah tahu cara mengaksesnya. Pungkasnya (chey)

Pendidikan

pelaksanaan ujian TKA (Tes Kompetensi Akademik) di SMA.N 5 Lateri Ambon

Ambonberitasumbernews.com –  SMA.N 5 Lateri Ambon telah melaksanakan ujian dengan membagi siswa menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6.

Ujian ini menggunakan fasilitas komputer dengan 56 perangkat yang dibagi menjadi dua ruang.

Kepala Sekolah SMA.N 5 Ambon, Pelfina J. Saija, S.Pd,M.Si menerima siswa SMA PGRI yang menumpang untuk mengikuti ujian karena tidak memiliki fasilitas yang memadai.  ujian ini diikuti oleh 319 siswa, dengan 2 siswa yang tidak hadir.

Ujian ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem online, dengan token yang sama untuk seluruh Indonesia.

Siswa harus masuk ke ruangan dengan waktu yang telah ditentukan dan mengerjakan soal-soal yang telah disediakan.

Maria Gurety Dumatubun, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian TKA akan dilakukan dengan pendamping dari Dinas Pendidikan dan pengawas dari sekolah lain, yaitu SMA 4. Selain itu, penyelia akan didapatkan dari universitas luar, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pelaksanaan ujian akan dilakukan dalam beberapa sesi, dengan waktu yang telah ditentukan.

Siswa harus masuk ke ruangan dengan waktu yang telah ditentukan dan mengerjakan soal-soal yang telah disediakan.

Pengawas dan penyelia akan memantau jalannya ujian dan memastikan bahwa ujian berjalan dengan lancar dan jujur.

Maria Gurety Dumatubun S.Pd, M.Pd   juga menjelaskan bahwa siswa harus bergabung dengan grup WhatsApp penyelia dan memiliki akun aedicard yang telah dibagikan oleh sekolah. Link sum (Sistem Ujian Mandiri) juga telah dibagikan kepada siswa, sehingga mereka sudah tahu cara mengaksesnya.

(Chey)

Berita Pendidikan

Guru SMK Negeri 7 SBB Dapat Suntikan Ilmu Digital, Jurusan TKJ, NKP, dan Listrik Jadi Fokus!

SBBberitasumbernews.com– SMK Negeri 7 Seram Bagian Barat terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasional. Kali ini, sekolah menggelar Inhouse Training (IHT) bertema “Penguatan Kompetensi Digital dan Inovasi Pembelajaran Vokasional bagi Guru SMK.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Ode Abdurrachman, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku. Beliau menyampaikan materi seputar digitalisasi pembelajaran vokasi serta praktik pedagogik yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Kepala SMK Negeri 7 SBB, Asrul Samal, S.Pd, menilai pelatihan ini sangat strategis. Menurutnya, guru SMK kini dituntut untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan era digital. “Harapan kami, guru semakin siap mendesain pembelajaran yang inovatif, terutama di jurusan unggulan SMK 7,” ujarnya.

Jurusan yang mendapat perhatian utama dalam pelatihan ini adalah Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKP), serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang baru dirintis. Ketiga jurusan ini dinilai sangat membutuhkan inovasi metode belajar berbasis teknologi.

Ode Abdurrachman menekankan bahwa guru harus kreatif mengintegrasikan digitalisasi dalam pembelajaran. “Guru SMK punya peran penting membekali siswa dengan kompetensi abad 21 menyambut era informasi 5.0 dan 6.0. Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan mutlak,” tegasnya.

Guru TKJ, Kuswanti Suratno, S.Pd, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. “Materi yang disampaikan membuka wawasan kami dalam mendesain pembelajaran digital sesuai karakter siswa SMK. Sangat membantu untuk jurusan TKJ,” ungkapnya.

Sementara itu, guru Nautika, Ani Payapo, S.Pd, menilai pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata di kelas. “Dengan pemanfaatan digital, anak-anak bisa belajar lebih interaktif, terutama pada simulasi pelayaran,” jelasnya.

Guru produktif lainnya, Riskiana Patikawa, S.Pd, juga memberi apresiasi. Ia menilai metode workshop yang dipandu langsung narasumber membuat materi lebih mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan di kelas.

Kegiatan ini tidak hanya menambah kompetensi guru, tetapi juga menjadi bukti keseriusan SMK Negeri 7 SBB dalam menyiapkan generasi vokasi yang siap kerja, berdaya saing, dan mampu menghadapi tuntutan era digital.

Dengan semangat kolaborasi, sekolah optimis bisa melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.(*)

Pendidikan POLDA MALUKU

Polda Maluku Sambangi SMAN 1 dan 5 Ambon Sampaikan Pesan Keselamatan Berlalulintas

Ambonberitasumbernews.com -Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Lalulintas menyambangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 dan SMAN 5 Ambon untuk menyampaikan pesan terkait pentingnya keselamatan dalam berlalulintas kepada para siswa/i.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Keselamatan Lalulintas tanggal 19 September dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalulintas pada 22 September.

Sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berlalulintas diawali dengan pelaksanaan Upacara. Bertindak sebagai Pembina Upacara yaitu Para Perwira Ditlantas Polda Maluku.

Di SMAN 1 Ambon bertindak sebagai ketua tim dan Pembina Upacara yaitu IPDA Fadli S.Pdi. Sementara di SMAN 5 Ambon yakni AKP Yustinus Pini.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, sosialisasi tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas merupakan upaya preemtif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Kegiatan yang gencar dilaksanakan oleh Jajaran Polda Maluku ini demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kombes Rositah menyampaikan sosialisasi yang disampaikan menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, seperti penggunaan helm SNI bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta mematuhi batas kecepatan dan rambu-rambu lalu lintas.

“Sosialisasi ini kami lakukan secara persuasif, agar masyarakat khusunya para pelajar dapat memahami betapa pentingnya keselamatan di jalan raya, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pengguna jalan lainnya,” katanya.

Kombes Rositah mengungkapkan, kegiatan ini juga menyasar generasi muda seperti para siswa/i. Pesan tentang kamseltibcar lantas penting disampaikan kepada para pelajar. Ini agar sejak dini mereka dapat memahami tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas.

“Kami juga berharap agar para siswa/i ini juga dapat menjadi pelopor keselamatan lalulintas di jalan raya,” harapnya.

Selain menyampaikan pesan tentang kamseltibcar lantas, Polda Maluku juga mengajak para pelajar agar dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang semakin kondusif.

Para siswa diingatkan untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Polda Maluku juga memberikan bantuan alat pengaturan lalulintas kepada sekolah-sekolah yang dikunjungi, serta menggelorakan slogan Kapolda Maluku “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae”. (Bs)

Pendidikan

Kolaborasi Dinas dan Cabdin Maluku Sukseskan Pelatihan Pembelajaran Mendalam di Kabupaten Buru

NAMLEAberitasumbernews.com – Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru Kabupaten Buru resmi ditutup pada Jumat, 12 September 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 8 September ini dipusatkan di Restoran Sari Laut Nusantara, Jalan Danau Rana, Kota Namlea, dengan dukungan penuh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Maluku.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk Kabupaten Buru, Rahman Ali, yang menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Buru atas kerja sama solid dalam menyukseskan program kementerian.

Rahman Ali menekankan bahwa keberhasilan program pendidikan, termasuk pelatihan guru, tidak dapat dicapai tanpa sinergi lintas lembaga. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi, kabupaten, hingga sekolah dapat berjalan seirama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Inilah wujud nyata pelayanan pendidikan yang adaptif dan responsif,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, para kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA, serta para guru peserta. Mereka bersama-sama berkomitmen menjadikan pembelajaran mendalam sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Bupolo.

Dengan adanya kerja sama antara Dinas Kabupaten, Cabang Dinas Provinsi, BGTK Maluku, dan satuan pendidikan, diharapkan hasil pelatihan ini bisa segera diimplementasikan di ruang-ruang kelas. Guru didorong untuk lebih kreatif, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan belajar siswa agar pendidikan di Kabupaten Buru semakin maju. (*)

[instagram-feed]