Ambon – beritasumbernews.com – Sekolah Rakyat adalah program pemerintah yang sangat positif Dengan pendidikan yang lebih merata, diharapkan bisa membantu memutuskan rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Apa yang membuat Sekolah Rakyat ini berbeda dari program pendidikan lainnya
Kepsek Alfi Joris, Sekolah Rakyat ini fokus pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, dan menyediakan pendidikan yang berkualitas untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. 100 anak Ambon yang bersekolah di sini sudah terdata dalam data ekonomi sosial, dan berasal dari keluarga desil 1 dan Desil 2, yang termasuk miskin dan miskin ekstrem.
Proses seleksinya cukup sederhana dan berfokus pada kebutuhan, Mereka direkrut berdasarkan data ekonomi sosial dan harus berasal dari desil 1 atau Desil 2, serta memiliki kondisi kesehatan yang baik. Ujar Kepsek
Pemerintah ingin memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, sehingga mereka bisa memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak dari keluarga mampu. Dengan fasilitas yang sama dan kualitas pendidikan yang tinggi, diharapkan mereka bisa bersaing dan mencapai potensi penuhnya. Ini adalah langkah yang sangat positif untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan. Ungkapnya
Kata Kepsek; Logo “Tumbuh Bersama, Cerdas Bersama” sangat tepat! Sekolah Rakyat ini memang bertujuan untuk mengembangkan SDM anak-anak SMA 40 Sekolah Rakyat dan memberikan mereka kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama. Dan juga, penting untuk diapresiasi bahwa program ini difasilitasi oleh pemerintah provinsi,
Kolaborasi antar Kementerian dan pemerintah daerah sangat penting untuk kesuksesan program ini, Kemensos sebagai kapten dan pemerintah daerah yang men-support, menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan pendidikan di Maluku. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memang sangat serius dan peduli dengan program ini, semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sangat komitmen dan peduli dengan Sekolah Rakyat ini, iya berkunjung dari proses pembangunan hingga anak-anak bersekolah iya menunjukkan keseriusan dalam mendukung program ini, ” Semoga kehadiran Gubernur Maluku bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak di sekolah ini.
Gubernur Hendrik Lewerissa menghadirkan enam personil Satpol PP untuk menjaga keamanan sekolah Rakyat menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Semoga perhatian dan dukungan bisa membuat anak-anak di sekolah merasa aman dan nyaman untuk belajar. Kata Kepaek Alfi Joris
SMA 40 Juga bekerja sama dengan perpustakaan daerah Dengan sistem pinjam pakai dan hibah buku, anak-anak di Sekolah Rakyat bisa akses ke sumber belajar yang lebih luas. Support dari pemerintah daerah melalui Perpustakaan Daerah
Lebih lanjut kata kepsek saat ini Sekolah Rakyat SMA 40 hanya memiliki kelas 10 dengan 100 siswa yang terbagi dalam 4 rombel, dengan jumlah siswa per rombel sekitar 25 orang. Semoga dengan jumlah siswa yang tidak terlalu besar, proses belajar mengajar bisa lebih efektif dan anak-anak bisa mendapatkan perhatian yang lebih. Kata Kepsek.
Kepsek juga mengajar Anak-anak di Sekolah Rakyat untuk disiplin dan memiliki rutinitas yang baik, mulai dari bangun pagi, membersihkan lingkungan, beribadah, hingga mengikuti proses pembelajaran. Semoga kegiatan yang terjadwal ini bisa membantu mereka menjadi lebih terstruktur dan produktif.
Kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak! Dengan jadwal yang padat, anak-anak di Sekolah Rakyat ini diajarkan untuk mengelola waktu dengan baik dan memiliki keseimbangan antara akademik dan kegiatan lainnya. Mandi sore jam 6, berarti mereka punya waktu untuk santai dan bersiap untuk makan malam.
Walaupun masih kurang guru, tapi Kepala Sekolah Alfi Joris dan tim sudah memiliki strategi untuk mengisi kekosongan dengan memberdayakan guru dan tenaga kependidikan yang ada untuk mengajar mata pelajaran yang kosong. Dengan kemampuan multi fungsi, ITE diharapkan tidak ada kekosongan dalam mata pelajaran di Sekolah Rakyat. Semoga bisa segera mendapatkan guru tambahan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Harapan Kepala Sekolah Alfi Joris; saya ingin anak-anak di SMA 40 Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai masa depan yang cerah, tidak peduli latar belakang ekonomi mereka. Semoga dengan pendidikan yang berkualitas dan dukungan yang tepat, anak-anak ini bisa mencapai impian mereka dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Semoga dengan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, anak-anak di SMA 40 Sekolah Rakyat bisa menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki skill yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita dan masa depan yang cerah. Dukungan pemerintah dan kepemimpinan Presiden Prabowo sangat diharapkan untuk mewujudkan impian ini.
(Chey)



Sementara itu sebelum dimulainya proses pembagian buku raport anak-anak SDN 9 Ambon, para dewan guru dan anak-anak terlebih dahulu mengikuti kegiatan ibadah Natal yang dipusatkan di pantai Ronawiska Latuhalat.



Sementara Maria Gurety Dumatubun, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian TKA akan dilakukan dengan pendamping dari Dinas Pendidikan dan pengawas dari sekolah lain, yaitu SMA 4, Selain itu, penyelia akan didapatkan dari universitas luar, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jurusan yang mendapat perhatian utama dalam pelatihan ini adalah Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKP), serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang baru dirintis. Ketiga jurusan ini dinilai sangat membutuhkan inovasi metode belajar berbasis teknologi.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, sosialisasi tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas merupakan upaya preemtif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Selain menyampaikan pesan tentang kamseltibcar lantas, Polda Maluku juga mengajak para pelajar agar dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang semakin kondusif.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, para kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA, serta para guru peserta. Mereka bersama-sama berkomitmen menjadikan pembelajaran mendalam sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Bupolo.