Ambonberitasumbernews.com –Badan perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kota Ambon menggelar kegiatan forum konsultasi publik rancangan awal RKPD Kota Ambon tahun 2024.

Kegiatan tersebut di gelar di Marina Hotel, tepatnya lantai 2, pad pukul 09 : 00 Wit pagi tadi, yang di buka secara resmi oleh Pj. Wali kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena.M.Si. Kamis 23/02/2023

Enrico. R.M kepada sejumlah wartawan siang tadi di depan ruang rapat mengatakan bahwa” berhubung kegiatan tersebut adalah kegiatan forum konsultasi publik sehingga pihaknya menampung semua masukan saran dan pendapat dari semua pihak karena hadir juga semua OPD Badan Dinas pemerintah Kota Ambon. Ungkap Enrico

Katanya” sebelum masuk pada RKPD terlebih dahulu pihaknya harus menerima masukan dari semua stekholder, sehingga itu menjadi acuan yang baik dalam menyusun RKPD tahun 2024. Ucap Enrico

Tujuan kegiatan tersebut yakni guna menuju pada musrembang nantinya, dan saat ini musrembang kecamatan sementara jalan, dan setelah itu masuk pada Musrembang kota, setelah itu masuk pada tahapan RKPD. Sebut Enrico

Hal itu jug kata Enrico, setelah ad pada tahapan penyusunan RKPD itu akan kemudian ada juga pada tahapan penyusunan KUA PPA sampai pada nantinya penyusunan DPA. Tutur Enrico

Pariwisata yang terfokus di Nusaniwe merupakan satu program prioritas pihak pemerintah kota Ambon dalam hal ini lewat Bappeda dan itu di sepakati dalam forum tersebut bahwa setiap Desa harus memiliki satu sanggar seni. Jelas Enrico

Enrico juga menambahkan bahwa” semua pihak juga sepakat berharap bahwa setiap tahun Dinas Pariwisata kota Ambon maupun provinsi menggelar satu kegiatan objek wisata yang menarik semua pihak sampai manca Negara.

Ada kendala dari Dinas Pariwisata dalam melakukan hal tersebut padahal usualan itu sudah di usalkan sejak dulu karena pihak Dinas pariwisata belum memiliki Ripa yang artinya Rencana Induk Pariwisata, namun saat itu hal itu sudah di miliki.

Sarana prasarana akan di dorong dari Dinas PUPR dan selain itu membuka peluang juga bagi infestor baik lokal maupun luar Ambon jika mau untuk berakses membangun kanca wisata di Kota Ambon. Pungkasnya (Veja)