Ambon,beritasumbernews.com,Ratusan sopir angkot angkutan kota dalam kota madya Ambon, menggelar aksi mogok sekaligus melakukan aksi Demo di depan Kantor Gubernur Maluku siang ini, yang di koordinir oleh Asosiasi Sopir Angkot Kota Ambon (ASKA).

Aksi ini awalnya hanya beberapa orang di bawa pimpinan Ketua ASKA Paulus Nikijuluw menyuarakan aspirasi di depan pintu gerbang kantor Gubernur Maluku, namun sangat di sayangkan kecewa dengan kondisi yang ada ratusan masa aksi menerobos masuk melewati pertahanan keamanan yang sedang siaga baik Satpol PP maupun sejumlah personil Polisi, hingga secara berkerumun di depan pintu Kantor Gubernur Maluku.

Aksi ini menyuarakan kekecewaan mereka terkait aplikasi maksin atau angkotan online yang terus beraksi mencari rezeki dalam hal ini melayani penumpang secara online, aksi menekan untuk tutup.

Sekertaris ASKA Risman Laduheru selaku Korlap menyampaikan secara lantang bahwa kekecewaan mereka dengan Kepala Dinas Perhubungan yang setiap saat di Surati guna ada pertemuan untuk mencari solusi, namun setiap saat ingin ketemu Kepala Dinas Perhubungan selalu saja berada di luar daerah dalam hal ini di Jakarta. Ungkap Sekertaris

Selain itu korlap Fian Kufla selaku Bendahara ASKA pun menyuarakan terkait masalah beredar bebasnya BBM bersubsidi di setiap jalan – jalan, di duga ada kerja sama pihak APMS dengan pengecer jalanan sehingga setiap saat mobil angkot mengantri BBM dengan susah payah ada yang tidak dapat, namun luas peredaran BBM di jalanan. Ungkap Kufla

Aksi ini terus menekan pemerintah provinsi untuk menghadirkan pihak Kepala Dinas Perhubungan dan juga pihak Pertamina guna menjawab keluhan para sopir angkot. Kata Kufla

Masa aksi pun mengancam jika tidak ada realisasi dari pemerintah terkait tuntutan masa aksi, maka masa aksi akan lakukan tindakan aksi macet, dan siap nekat membongkar semua lapak dan pedagang yang selalu akses penjualan menutup akses aktifitas mobil angkot masuk keluar terminal.

Masa aksi menolak perwakilan dari pihak pemerintah, karena merasa tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, masa aksi harapkan agar yang hadir guna menjawab tuntutan masa aksi yakni Gubernur atau Sekda Provinsi Maluku.

Sebagai perwakilan sekda provinsi Maluku dr. Meikyal Ponto saat menyampaikan aspirasi, di tolak secara tegas oleh masa aksi.

Masa aksi lansung membubarkan masanya dan menghujani jalan dengan mengadakan aksi penutupan aktifitas jalan. (Veja)