Saparua,beritasumbernews.com,Dalam rangka melestarikan dan melindungi mamalia laut seperti ikan duyung ( Dugong ), Coral Triangle Center ( CTC ) bekerja sama dengan Yayasan Baileo dan Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Maluku serta mendapat pendanaan dan dukungan penuh dari the Critical Ecosystem Partnership Fund ( CEPF ) untuk Program Kemitraan Wallacea II. Melaksanakan Desiminasi hasil survei Dugong dan habitatnya, Presepsi Masyarakat serta sosialisasi Platform Monitoring Dugong masyarakat pulau saparua
Kegiatan ini dilaksanakan di gedung PKK Kecamatan Saparua pada Selasa 28 Maret 2023 dan melibatkan 5 negeri yaitu Negeri Ihamahu dan Negeri Administratif Mahu di kecamatan Saparua Timur serta Negeri Booi, Porto dan Paperu di Kecamatan Saparua, 5 negeri ini merupakan sasaran dan fokus proyek kalesang Dugong dan Habitatnya
Dalam kegiatan Desiminasi dan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Camat Saparua, Kapolsek Saparua, Ketua Klasis P. P. Lease, Penjabat Negeri dan Kepala Pemerintah Negeri, Saniri Negeri dan Ketua Majelis Jemaat, Perwakilan Nelayan yang masing – masing berasal dari Negeri Ihamahu, Mahu, Booi, Paperu dan Negeri Porto
Camat Saparua Ibu. W. Salamor dalam Sambutannya dan sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan agar semua pihak dapat mendorong dalam melindungi pelestarian dugong yang ada di pulau saparua dengan mempersiapkan dan membuat peraturan negeri, Setelah membuatan peraturan negeri, maka kita semua harus mendorong agar peraturan negeri ini dapat dijalankan serta dapat mensosialisasikan peraturan negeri ini kepada masyarakat agar dapat lebih memahami bahwa apa yang harus dibuat dan apa yang tidak harus dibuat,
Dirinya juga berharap agar Kepala Pemerintahan Negeri, saniri dan kewang serta seluruh masyarakat mempunyai tugas untuk menjaga dan melestarikan habitat laut yang sudah hampir punah ini, ungkap Salamor
Selain itu MPA Learning Site Maneger – CTC bapak Purwanto yang ditemui media ini menjelaskan Desiminasi yang dilaksanakan dihari ini merupakan Desiminasi hasil survei yang pernah dilakukan, yaitu Survei Populasi Dugong, Lamun dan survei tentang persepsi masyarakat, dari hasil survei ini maka kita rangkaikan dengan melaksanakan sosialisasi tentang Platform monitoring atau sistim pelaporan dugong oleh masyarakat di pulau lease,
Secara umum project ini bertujuan untuk melihat populasi dugong secara ekologi, sosial ekonomi yang ada di masyarakat itu juga, mengingat Salah satu faktor dari kurang berkembangnya populasi Dugong ini adalah siklus kelahiran mamalia laut ini yang relatif panjang diatas 5 tahun sekali bagi Dugong dewasa untuk bisa melakukan regenerasi dengan jumlah kelahiran 1 ekor per kelahiran, jelas Purwanto
“Seperti apa Persepsinya, kemudian kesadaran untuk melindungi dugong itu seperti apa, itu yang kita lakukan juga dalam kegiatan ini,”
Nantinya kegiatan ini akan terlaksana selama 3 hari, karena kita akan melakukan pelatihan serta pembuatan dan penyusunan Peraturan negeri dalam upaya melestarikan mamalia Dugong ini, ungkap Purwanto
Yang terpenting juga yaitu kegiatan ini juga melibatkan masyarakat dalam melindungi populasi Dugong melalui peraturan lokal atau peraturan Negeri, karena kita ketahui dan menyadari bahwa peraturan Negeri di kepulauan lease dan Maluku secara umum itu jauh lebih kuat dan lebih diterima oleh masyarakat karena sifat partisipasinya sangat kuat
“Ketika masyarakat melihat Dugong atau biota laut lain yang dilindungi agar dapat melaporkan kepada kami melalui link yang ada, sebab dari pelaporan itulah kita dapat mengetahui dimana lokasi dan kapan Dugong itu muncul, kalau kita mempunyai dua data ini maka kita pastikan pengembangan untuk kegiatan pengelolaan dan perlindungan dugong ini dapat menjadi potensi aset pariwisata,” harap Purwanto
Perlu diketahui bahwa CTC adalah organisasi nirlaba lokal yang berbasis di Bali dengan lingkup regional dan dampak global. CTC memberikan pendidikan dan pelatihan untuk memastikan bahwa KK di Segitiga Terumbu Karang dikelola secara efektif. CTC juga mendukung sejumlah program konservasi di lapangan melalui situs pembelajaran kami di Nusa Penida di Bali dan Kepulauan Banda di Maluku. CTC bertujuan memperluas jangkauan dan dampak melalui Pusat Konservasi Laut di Bali yang berfungsi sebagai pusat keunggulan untuk program pelatihan konservasi laut, dan kegiatan penjangkauan untuk mempengaruhi jutaan orang untuk melindungi dan merawat laut, serta masyarakat yang bergantung kepada laut.
Untuk informasi lebih lanjut tentang CTC, silakan kunjungi: www.coraltrianglecenter.org (Joji)
