Rembuk Stunting dan Penguatan Kapasitas Building Stunting Kota Ambon Tahun 2023

Ambon,beritasumbernews.com
Pemerintah Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan yang berfokus pada Penguatan Kapasitas Building Stunting di Kota Ambon Tahun 2023.

Kegiatan tersebut berlangsung pagi kemarin pada pukul 09 : 00 Wit, yang bertempat di Marina Hotel, dengan menghadirkan Ketua TP- PPK dan pengurus, kepala BKKBN Provinsi Maluku, pimpinan OPD dilingkup pemerintah kota Ambon, kepala dinas DPPKD, para peserta, camat, Lurah, kepala desa, dan Narasumber. Senin 03/04/2023

Dalam kegiatan tersebut berkesempatan membuka dengan resmi kegiatan tersebut yang di buka langsung oleh Pj. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena sekaligus menyampaikan sambutannya bahwa” Semua Desa Punya Posyandu Bangun Pakai Dana Desa Tidak Dampak Hukum. Ucap Wattimena

Menurut Wattimena” ada banyak isu strategis merupakan masalah penting di negara ini yang terus menjadi arahan pemerintah pusat untuk daerah melakukan dengan baik, kalau ikut arahan Presiden dalam berbagai kesempatan maka di antara masalah-masalah penting dan strategis itu, masalah stunting merupakan hal yang sangat mendesak untuk melakukan upaya-upaya dalam rangka mengurangi angka stunting di indonesia terkhusus di kota Ambon. Ungkapnya

Pasalnya” Langka- langka penanganan stunting sudah tidak kita ketahui tetapi menjadi hal yang biasa, karena menjadi program yang secara masif dilakukan di berbagai tingkatan pemerintahan, di kota Ambon pun sama, terus berupaya untuk menurunkan angka penderita stunting. Tutur Wattimena

Kata Wattimena” ini wujud tanggung jawab sesungguhnya, penyiapan kualitas sumber daya manusia yang pada waktunya nanti akan digantikan, dengan harus menyiapkan generasi muda untuk menggapai tahun 2045 di mana tahun 2045 itu, bisa menikmati bonus demokrasi,” diharapkan bonus demokrasi ini di capai dengan angka presentasi masyarakat yang produktif, memiliki keterampilan.” sambung Wattimena

“Menurutnya semua itu ada pada tingkat yang tinggi, dibandingkan dengan yang menjadi beban pemerintah, Oleh karena itu, stunting merupakan hal penting supaya nantinya generasi – generasi yang diperoleh bonus demokrasi dimaksud di dalam kaitan dengan itu, upaya – upaya secara masif berkelanjutan terus di lakukan sehingga berdampak pada menurunnya pintu frekwensi stunting di kota Ambon.” Harap Wattimena

Dijelaskan juga” di tahun 2021 kita berada di angka 907 , di tahun 2022 menurun 509.” ini pertanda bahwa pemerintah kota Ambon dan seluruh stakhen Horder, pemangku kepentingan terkait stunting mampu untuk melakukan upaya – upaya kongkrit sehingga penderita stunting di kota Ambon semakin menurun.” jelasnya

“Kita tidak lagi mempersoalkan cara untuk menentukan anak penderita stunting tetapi ini mesti menjadi perhatian bersama, teristimewa dari pempus untuk bisa melakukan sinkronisasi semua pada waktunya.”Jangan sampai nanti menjadi hal yang terus dipersoalkan oleh pemerintah Provinsi, kabupaten kota dan seluruh indonesia .” Ujar Wattimena

“Dia berharap mudah-mudahan yang diterapkan di kota Ambon minimal sama dengan sumedang bisa berhasil menurunkan stunting. Selain itu,cara drastis beberapa persoalan disebutkan tadi,pertama jumlah peserta didik paud usia 2 sampai 6 tahun tercatat 25. 417 anak, yang sudah mendapatkan pelayanan baru 9,551 anak, yang belum 15.866 anak.”bayangkan saja anak berusia 2 sampai 6 tahun dan ini termasuk dalam beresiko stunting.” Herannya

“Karena itu, seluruh desa kelurahan negeri, Wattimena harapkan untuk lebih merespon hal ini, Pertama kita butuh pemerintah yang responsif hari ini, tidak ada kepala desa lurah raja yang cuma kerja di belakang meja musti turun cek .”nanti pada waktunya, saya turun, saya akan cek lokasi posyandu dari kepala desa lurah dan raja, kalau tidak tahu berarti tidak pernah turun dan melihat keberadaan posyandu.

Kedua, keluarga beresiko stunting dari 33. 878 keluarga sasaran yang tersebar pada 50 desa kelurahan negeri terdapat 20 .910 keluarga beresiko stunting cukup besar “mereka ini mesti kita jangkau jangan dengan pelayanan, supaya boleh saja banyak keluarga beresiko stunting tapi yang di jaga sedikit anak yang terkena stuntng.

Ketiga, jumlah posyandu di kota Ambon 313 , ada sekitar 303 posyadu yang belum memenuhi indikator layanan kesehatan artinya dalam layanan untuk ibu hamil, gizi BRKB dan imunisasi ,masih berada di bawah 50% Sasaran dari terbatas dalam memiliki sarpas posyandu dikota Ambon itu di rumah- rumah, di teras – teras.

“Saya ingin di setiap desa negeri kelurahan sudah ada satu posyandu yang memenuhi kriteria gunakan dana desa bangun posyandu itu tidak mahal.

Syarat yang lain akan di dorong dari Pemkot tetapi minimal gedung posyandu di desa negeri kelurahan masih ada satu yang memenuhi standar pelayanan kesehatan dan ini akan kita lakukan secara baik.” Tandas Wattimena

Wattimena tegaskan, semua wajib punya Posyandu ada tanah -tanah kosong di negeri apalagi tanah dati “dibangun saja posyandu di situ, sejak pakai dana desa tidak mungkin kena dampak hukum kalau membangun posyandu yang penting bangun sesuai dengan aturan yang berlaku.” tegasnya

Wattimena juga menjelaskan, jumlah penduduk miskin di kota Ambon menurut badan pusat statistik tercatat 5,02 persen 23 .067orang sementara yang mendapatkan bantuan sosial menurut sumber data terpadu kesejahteraan sosial itu sebanyak 36.191 kk atau 147 .270 jiwa.

“Ada lima Hal beresiko stunting ,sebut Boedewin yakni mengakses air bersih, sanitasi yang memadai,rumah layak huni serta pekerjaan akses,dan pangan yang bergizi Jadi ini 5 hal yang menjadi persoalan di kota ambon hari ini, dan inilah yang menyebabkan stunting penderita di kota Ambon masih cukup tinggi.” sebutnya

“Saya kaget ketiga paminkomenka mengatakan bahwa ada 2000 lebih kK di kota Ambon yang belum memiliki jamban sehat”Oleh karena itu Tahun ini Bappeda, PU semua harus memiliki jamban” saya tidak mau dengar lagi diakhir tahun masih ada KK di kota Ambon yang belum memiliki jamban atau kakus.”

Hal ini nanti dianggarkan dari Pemkot dan juga meminta bantuan caesar dari perusahaan – perusahaan BUMN yang ada di kota Ambon. Ungkapnya

“Saya sudah bilang kepala BAPPEDA Oktober sudah selesai dua ribuan ini, kita tuntaskan semua supaya di kota Ambon tidak ada lagi kepala keluarga,rumah tangga yang tidak memiliki jamban.

Iapun menjelaskan kegiatan seperti ini peningkatan kapasitas menjadi hal yang penting dalam upaya untuk mencegah, mengatasi stunting di kota Ambon para ibu, para kader posyandu, tim penggerak PKK bisa memahami dengan benar, sebenarnya tugas tanggung jawab dimana ? kalau masing-masing menyadari sungguh maka intervensi penangan stunting tepat sasaran,jika kalau tidak maka tujuan untuk menurunkan prevalensi stunting di kota tidak akan pernah terjadi .” intinya perlu membangun kebersamaan stunting ini, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu sektor kalau hanya menjadi komitmen pimpinan tetapi mesti menjadi bagian dari pada semangat bersama untuk menyelesaikan satu saja berupaya yang lain tidak mungkin bisa terjadi, dan kegagalan dalam kehidupan selagi ada kesempatan hari ini, memberikan dharma bhakti perang kontribusi dilakukan dengan baik.” Pintah Wattimena (Chey)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *