Saparua,beritasumbernews.com,Bertempat di Aula Mapolsek Saparua, Rabu, 31/05/23, pukul 14.22 Wit, telah dilaksanakan tatap muka Antara pihak Kepolisian Resot Saparua dan Keluarga korban penembakan misterius ( Petrus ) yang terjadi tanggal 15/05/23 lalu,

Dalam tatap muka ini terlihat dihadiri oleh Kapolsek Saparua AKP. JACOB WALALAYO, Kapolsubsektor Saparua Timur IPDA. H. Nanuru, PS Panit Reskrim BRIPKA I. Ketut Sukanda, PS Panit Intelkam BRIPKA R. Leunufna, Raja Negeri Itawaka W. Wattimena, Keluarga Korban, Staf Negeri Itawaka, Tokoh Masyarakat Negeri Itawaka dan Keluarga Korban Kasus Penembakan Misterius ( Petrus )

Kapolsek Saparua dalam tatap muka tersebut menyampaikan pastinya dalam situasi seperti ini keluarga masih merasakan duka yang mendalam dan hal itu juga kami pihak kepolisian serta saya pribadi selaku kapolsek Saparua juga masih merasakan hal yang sama, ungkap Walalayo

Walalayo memaparkan terkait perkembangan kasus ini kami pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 14 saksi yang dalam penanganan permasalahan ini bukan saja kami dari polsek Saparua tetapi juga dibantu dari pihak Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan P. P. Lease yang sudah turun langsung ke TKP dalam membantu melakukan penyelidikan, terangnya

Perlu diketahui, proses perkembangan status penanganan masalah ini kami sudah tingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, dimana dalam tahap ini kami telah mengamankan 2 barang bukti yang ditemukan di lokasi TKP serta barang bukti proyektil peluru yang telah di kirim ke laborf dan sementara menunggu hasil laborf tersebut, Ungkap Walalayo

Percayakan kepada kami, karena Kami pihak kepolisian akan serius dalam proses penanganan kasus ini dan bekerja secara profesional dan ilmia, untuk itu kami meminta adanya saling kerja sama dalam membantu proses penyidikan ini, jika ada informasi sekecil apapun dari luar agar dapat disampaikan kepada kami,Harapnya

Pada kesempatan yang sama, Raja Negeri Itawaka Wellem Wattimena menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pihak kepolisian polsek saparua yang tidak tinggal diam dalam upaya untuk mengungkap kasus penembakan yang melukai 1 pegawai kecamatan saparua dan satu korban meninggal yang merupakan guru honorer pada salah satu sekolah SMA di kecamatan saparua yang mana keduanya merupakan warganya di negeri Itawaka kecamatan saparua timur, ungkap Wattimena

Ditambahkan Wattimena, sepanjang belum terungkap dan tertangkapnya pelaku penembakan, dirinya tidak mengijinkan para saksi keluar dari negeri Itawaka, dengan alasan mempermudah pihak kepolisian apabila suatu waktu ingin membutuhkan untuk mengambil keterangan dari para saksi tersebut,

“Harapan kami pihak pemerintah dan juga keluarga korban agar komunikasi dengn pihak kepolisian ini dapat berjalan terus hingga permasalahan ini terungkap dan selesai ”

Apresiasi yang sama disampaikan oleh salah satu toko masyarakat negeri Itawaka Wem Papilaya yang merupakan pensiunan Polisi, dikatakannya, kita tetap memberikan apresiasi karena pihak kepolisian dalam hal ini polsek saparua tidak tinggal diam dan masih terus melakukan proses penyidikan dalam penanganan masalah ini agar dapat diusut tuntas

“Walaupun saya sudah pensiun, tetapi untuk besik saya sebagai mantan polisi masih dapat digunakan untuk membantu dalam penanganan masalah ini,”

Hal ini dikatakannya, karena telah melakukan pendekatan di negeri Nolloth, Ihamahu dan negeri Tuhaha untuk mendapatkan informaai

Papilaya Mengakui, sampai saat ini pelaku penembakan belum dapat ditangkap dan apa motif pelaku penembakan sehingga dapat melakukan hal tersebut, untuk itu kedepan kita harus terus melakukan pertemuan bukan hanya dengan pihak kepolisian tetapi harus dengan semua pihak pemerintahan agar permasalahan ini dapat ditangani dengan baik dan cepat

Dalam pertemuan ini juga Nus Matulessy selaku pihak keluarga korban menyampaikan apabila ada mendapat informasi dari luar sekecil apapun agar dapat menyampaikan kepada pihak terkait dalam hal ini kepada pemerintah negeri maupun pihak kepolisian, serta berharap masalah ini dapat segera diselesaikan demi keamanan kita semua dalam melakukan aktivitas sehari, (Joji)