Karpan, beritasumbernews.com Kejuaraan Daerah Putaran 3 Rannal Racing Open Championship yang di gelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), selama kurang lebih tiga hari berturut – turut, hingga berakhir kemarin, yang berlokasi pada lintasan jalan Karang panjang Ambon. Minggu 04/06/2023

Pada acara penutupan, dalam hal ini puncak final, peserta merasa termotivasi dengan dukungan semangat atas kehadiran tokoh tokoh besar yang cukup berpengaruh di kota Ambon yakni” Wakil Ketua Komisi III Saodah Tethool, Sekertaris Koni Provinsi Maluku Roy Mongi, serta Kapolsek Sirimau Iptu. Sally Lewerissa.

Di sela – sela ramainya peserta bersukaria karena beberapa peserta berhasil menjuarai kejuaraan tersebut, diatas vodium utama Saodah Tethool yang di temui awak media ini menyampaikan, rasa bangganya sebagai wakil rakyat terhadap kreaktifitas, Inofasi warga Maluku yang di salurkan lewat otomotif-nya pada lomba balap motor.

Kepada awak media, Saodah mengatakan”sebagai wakil rakyat, baik secara pribadi maupun lembaga sangat memberikan support dan turut mendukung kegiatan yang di kelar oleh IMI yang di dukung oleh KONI Maluku dalam lomba kejuaraan Daerah balap motor ini. Sebut Saodah

Pasalnya” ini ada penyaluran bakad olah raga bagi para pemuda Maluku dengan harapan bisa ikut sampai ke kanca Nasional dan bahkan kalau boleh internasional. Harap Saodah

Saoda mengatakan juga”selain lolos ke pra-PON namun bisa sampai ke PON, harapannya masing – masing daerah bisa membawa nama daerahnya ke ajang berikutnya, dan jika lolos ke PON maka pastinya akan membawa nama Maluku.

Menurut Saodah” di lihat sejak awal menonton, sangat luar biasa semangat para peserta dalam mengikuti lomba, sehingga hal ini menjadi dorongan bagi pihaknya sebagai wakil rakyat untuk memberikan dukungan dan dorongan.

Kata Saodah” semangat kaula muda dalam ajang kejuaran Daerah balap motor ini, masih ada kekurangannya yaitu Maluku belum punya Ser Kweet, impian dari para pemuda suatu ketika Maluku bisa mempunyai Ser Kweet balapan. Sebut Saodah

Kota Ambon adalah daerah yang penuh dengan pemadatan penduduk sehingga tidak bisa di jadikan lahan balapan, sehingga Saodah juga berpikir untuk hal tersebut masih ada daerah seram ataupun daerah wilayah Tenggara.

Hal yang menjadi kendala juga adalah masalah pembebasan lahan, namun tidak menyurut semangat Saodah dalam memberikan support pada IMI dan Kkni Maluku dalam melaksanakan Iven bergengsi memotivasi pemuda Maluku untuk terus berkreatif.

Terkait masalah anggaran Saodah mengatakan untuk saat ini masih terbatas anggaran, namun tidak menutup kemungkinan ke depan semoga ada solusi untuk bisa di anggarkan. Tutur Saodah (Veja)