Tobelo,beritasumbernews.com,Kegiatan Mini Lokakarya / Rembuk Stunting tingkat kecamatan “Cegah Stunting itu Perlu” Tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan tersebut di laksanakan pad pukul 11 : 00 Wit siang tadi tepatnya di Kantor Camat Tobelo Utara, Desa. Gorua Utara Kec.Tobelo Utara Kab.Halut. Senin 31/07/2023
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni” Camat Tobelo Utara Husni Hakim, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Inf Iputu Artanajaya, Kapolsek Tobelo Iptu Jodi Satya Pradana S.Tr.K, Kabid KB Dinas Pemberdayaan perempuan,Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Kab.Halut Ibu Eda. Kawenggo.
Bahkan hadir juga Danramil 1508-01/Tobelo Sertu Susanto, Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo Sertu Bukori, Sertu Siregar, Sertu Alparis dan Sertu Edwin Ileri, Kapala Puskesmas Tobelo Utara Ibu Murni Lina Am.d.Keb, Satgas percepatan Stunting Kab. Halut Marlon, Toko Agama Bpk. Apolos Tj, Tim Pendamping keluarga (TPK ) Desa, Petugas kesehatan kecamatan dan Ibu beserta anak Stunting sebanyak 35 orang.
Sambutan yang di sampaikan oleh Kapolsek Tobelo Iptu. Jodi Satya Pradana S.Tr.K bahwa” Stunting itu adalah gisi kronis /kurang gisi pada anak,sehingga terjadi penurunan fisik pada anak.
Stunting juga akan berdampak buruk pada anak jika tidak di tangani secara cepat dan stunting ada penyakit yang sering di serang pada anak-anak.
Pencegahan yang perlu di antisipasi dalam kasus stunting adalah asupan gizi pada ibu hamil semenjak bai masih dalam masa kehamilan dan keberhasihan lingkungan.
Kata Kapolsek” Kami dari pihak TNI dan Polri siap membantu 1×24 mengenai Stunting.
Pasalnya” Harapan kami kepada para kader – kader stunting kedepan dapat mendata kasus stunting yang terjadi di desa sehingga bisa dilakukan pencegahan dini.
Selain itu Danramil 1508-01/ Tobelo Mayor Inf. I putu Artana jaya menyampaikan dalam sambutannya” Terkait dengan program stunting ini merupakan program bapak Presiden RI,dan program ini perlu di lakukan karena masih banyak anak-anak balita di negara ini yang mengalami kekurangan nutrisi.
Jika program ini mau berjalan maka perlu kerja keras dari semua Tim, terutama tim pendamping yang mana mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tutur Danramil
Saat ini Anggaran stunting di ambil dari ADD sebesar 10 %.
Harapan saya kepada para tim pendamping dapat membuat laporan yang secara nyata guna kita dapat mengambil langkah – langkah kongkrit untuk penanganan percepatan penurunan stunting di daerah ini.
Marilah kita dukung dan sukseskan program stunting yang sudah di programkan oleh pemerintah pusat.
Sedangkan Dinas Pemberdayaan perempuan,Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Kab.Halut Ibu Eda.Kawenggo menyampaikan bahwa” Kegiatan saat ini yang kita laksanakan adalah mini lokakarya dan Rembuk stunting tingkat kecamatan.
Kenapa kegiatan ini dilaksanakan,karna beberapa Minggu kemarin kami telah melakukan rapat evaluasi di tingkat Provinsi,dan hasilnya terlebih dahulu harus melakukan kegiatan mini lokakarya dan rembuk Stunting di tingkat kecamatan guna di jadikan sebagai bahan laporan.
Kegiatan Rembuk stunting saat ini terkait anggaran tidak ada,maka dari itu kami rangkain dengan kegiatan Lokakarya.
Katanya lagi” Upaya -upaya dan kerja keras yang sudah di lakukan saat ini Kabupaten Halmahera Utara sudah mengalami penurunan 6 %.
Di tambahkannya” Saat ini Kab.Halut kasus stunting berada di angka ,maka dari itu Harapan kami di sisa waktu 6 bulan terakhir kita dapat melakukan penurunan stunting sampai di posisi 14 % Bangkan kalau bisa sampai 0 %,sehingga Kabupaten Halmahera Utara bisa bersih dari kasus stunting.
Menurutnya” Saat ini dengan alat-alat yang semakin canggih,kita dapat bekerja keras untuk mengatasi penurunan stunting di tingkat kabupaten.
Dirinya berharap kepada para bidan desa dapat memberi laporan kepada kami guna dapat mengambil langkah -langkah untuk mengatasi penurunan stunting.
Pasalnya” Saat ini terkait dana Stunting di ambil sebesar 10% dari Dana Desa ,maka dari itu harapan kami agar dana itu di pergunakan dengan baik dan tepat sasaran (masyarakat yang layak menerimanya).
Di katakanny pula” TNI dari garis Komando mulai bapak kepala Staf Angkatan Darat sampai ke Komando bawah, saya selalu melihat postingan dari Kodim 1508/Tobelo bagaimana kegiatan didesa masuk ke rumah mencari anak-anak Stunting untuk memberikan makanan tambahan Gizi seperti susu Telur dan lain-lain.
Saya memberikan Apresiasi juga kepada kodim 1508/Tobelo dengan Babinsa mereka sampai ke dapur-dapur masyrakat masak dan memberikan perhatian kepada anak-anak Stunting, ini adalah contoh teladan yang baik yang diberikan kodim kepada masyarakat.
Saat ini Dalam rangka mengatasi percepatan penurunan stunting di Kab.Halut TNI-POLRI siap membantu.
Camat Tobelo Utara menyampaikan” Terkait dengan stunting adalah program pemerintah pusat yang perlu di perhatikan secara serius.
Saat ini kami dari tingkat kecamatan belum ada laporan -laporan terkait kegiatan ini,dan harapan kami dari pemerintah kecamatan agar para Tim Stunting dapat memberikan laporan juga kepada kami pemerintah kecamatan.
Camat menekankan” kepada para Tim pendamping,terkait anggaran stunting yang di ambil dari dana desa jika tidak di tindak lanjut maka tim bisa melaporkan kepada kami pemerintah kecamatan sehingga kami bisa mengambil langkah -langkah.
Kepala Puskesmas Tobelo Utara Ibu Murni Lina mengatakan” Langkah – langkah yang kami ambil saat ini dalam rangka pencegahan Stunting adalah melakukan posyandu di tingkat desa.
Menyangkut dengan kasus stunting ada prosedurnya,kami dari Puskesmas hanya membuat laporan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi.
Terkait kasus stunting bukan nantinya sudah lahir,akan tetapi sejak dalam kandungan,maka dari itu kita perlu melakukan penjagaan dan pemberian vitamin kepada gadis-gadis yang masih remaja.
Ia berharap agar posyandu lebih di aktifkan lagi dan para kades juga harus hadir agar kepala desa bisa mengetahuinya.
Kita dari tenaga nakes sudah bekerja keras akan tetapi tidak ada respon baik dari kepala desa,maka kegiatan ini tidak akan jalan. (Yansen)
