Bandungberitasumbernews.com
Tiga Atlet bela diri Taekwondo dari Dojang ITF Inamosol, wilayah pegunungan Kairatu Seram Bagian Barat (SBB) setelah melewati seleksi di kanca provinsi Maluku, berhasil mewakili Maluku ke Fornas ke VII di Bandung.

Hal ini di sampaikan pelatih ketiga Atlet tersebut Bripka. Ampi Wemay yang di hubungi media ini menjelaskan” dirinya sebagai anggota Polri yang bertugas di daerah pegunungan Kab. SBB memanfaatkan fungsinya sebagai Bhabinkamtibmas Desa Rambatu guna membina para generasi muda anak Desa. Sebut Wemay

Kata Wemay” kegiatan pertandingan tersebut di selenggarakan oleh komite olah raga masyarakat indonesia yang di singkat Kormi, dan pelaksanaannya tepat pada kota Waringin, soreang, rancabali, Margahayu Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, sejak 03 – 09 Juli 2023.

Kegiatan pembukaan di buka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pad tanggal 02 Juli 2023, berapa hari lalu, melibatkan sebanyak 20 ribu peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Wemay mengatakan” ITF yang artinya” Indonesia Tae kwondo Fun, dan ITF ini di bawah naungan Kormi Maluku.

Menurutnya” merasa bangga, yang mana selama ini belum ada sejarah masyarakat pegunungan bisa tampil di ajang olah raga sampai setinggal Nasional.

Pasalnya” baru kali ini, lewat cabang olah raga taekwondo ITF, dirinya membina para generasi muda yang ada di Desa – desa kecil di daerah pegunungan SBB, dan kini berhasil menuju tingkat Nasional.

Dalam binaannya itu, Wemay mempunyai tujuan agar bagaimana bisa membawa alam pemikiran para generasi muda kepada hal – hal yang positif, yang menguntungkan mereka dan bisa meraih prestasi gemilang serta mencapai masa depan yang lebih baik.

Selain itu, Wemay dengan mendidik para anak muda Desa, agar bisa menjauhkan diri dari mabuk – mabukan, dan perkalahian kampung, yang tidak bertanggung jawab.

Wemay menyebutkan” ke tiga atlet tersebut yakni” Florensya wemay, Imanuel Wemay dari SMAK Samanuwey Desa Rambatu Kec. Inamosol, dan Delon. Y. Neyte. Jelasnya

Kalah merupakan keberhasilan yang tertunda, dari ke 6 Atlet yang di turunkan dua di antaranya toreh perunggu untuk Maluku, dari dojang Nusa Ina Kairatu dan BTC Kota Ambon

Dari jam terbang inilah Wemay berkomitmen akan lebih meningkatkan sistim pelatihan yang lebih maksimal lagi, agar ke depan keberhasil akan di raih bagi atlet – atlet dari pegunungan SBB kususnya Kec. Inamosol.

Walau pulang dengan tangan hampa, namun berbangga diri bisa melaju ke kanca Nasional, satu kebanggaan bagi atlet pegunungan SBB. (Veja)