SBB,beritasumbernews.com,Berawal dari postingan saling komen di salah satu group Whatsaap” Biking Bae SBB”, yang di dalamnya ada sejumlah warga SBB dan sejumlah ASN dan juga tokoh politik.
Saling Serang sampai saling mengancam antara oknum ASN dan oknum Anggota DPRD Fraksi PDIP Kab. SBB, dari informasi yang berhasil di himpun media ini, TM menyampaikan bahwa” JR adalah salah satu anggota DPRD yang tidak paham, dan tidak pantas menjadi anggota abkonfirmasiahwa
Sementara JR saat di media ini menjelaskan ” pihaknya sedang memegang sejumlah bukti – bukti terkait dugaan penggelapan ADD Desa Laturake yang di AS 400 juta di duga di lalap oleh mantan pejabat Desa Laturake TM.
Kata JR, pihaknya pegang bukti – bukti dan mengancam akan mendorong bukti – bukti tersebut ke pihak yang berwajib dalam hal ini kepada inspektorat, kejaksaan dan pihak kepolisian guna memeriksa TM atas dugaan penggelapan AD saat dirinya menjabat sebagai Raja Desa Laturake dan lanjut 4 tahun menjadi penjabat.
Tidak terima dirinya di tuding menggelapkan ADD sebesar 400 juta rupiah, TM mengancam akan mempolisikan JR ke pihak Polisi karena merasa itu adalah bagian dari pencemaran nama baik.
Selain itu TM juga membenarkan bahwa pernah dalam kegiatan Gereja tepatnya pada Desa Wakolo, ada dugaan penggelapan anggaran Dana Gereja yang menurut TM di duga di Gelapkan oleh JR. Beber TM
JR juga menyampaikan bahwa” dirinya sudah menghubungi pihak inspektorat untuk mengaudit TM, dan bukan saja itu JR mengancam akan laporkan TM ke Bupati SBB guna mengevaluasi kinerja TM.
Tidak diam, TM juga secara tegas lewat Group Whatsaap” Biking Bae SBB” mengatakan bahwa” JR itu Biadap, tidak tau adat. Sebut TM (Veja)
