Piru,beritasumbernews.com,Sungguh Miris,. di duga demi menguasai Harta Warisan Leluhur Risaputty, Pejabat Desa Lumoli Serta Stafnya melakukan rapat serta membuat berita acara yang di publikasikan lewat Video yang berisikan sejarah bohong, tidak masuk akal serta membuat fitnah terhadap Pemerintah Desa Eti yang bertujuan memecah belah serta memprofokasi Pemerintah Negeri Eti dan Keluarga Risaputty.(09/08/2023).

Terkait pembangunan Baileo Lumabotoi, menurut Risaputty ini hanyalah sebuah modus yang terstruktur yang di bungkus rapi dengan menggunakan Adat.

Terbukti persoalan sengketa tanah yang terjadi baik antara Mata rumah yang merupakan Warga masyarakat Negeri Eti dengan Lumoli maupun Klaim Wilayah petuanan Negeri Dari Pemerintah Negeri Lumoli terhadap Hak Ulayat Negeri Eti dengan alasan semua wilayah yang di Klaim sebagai milik petuanan Desa Lumoli sudah di berikan atau di serahkan oleh Keluarga risaputty dengan cerita atau tuturan sejarah yang aneh dan tidak masuk di akal.

Salah satu poin dalam berita acara Rapat Pada Tanggal 07 agustus 2023 yang di tandatangani oleh Pejabat Desa Lumoli Dominggus Sasake dan Ketua BPD Solaiman Makaluy tersebut di jelaskan dalam Poin 4 bagian a di situ di jelaskan bahwa” Pada abad ke 15 setelah selesai perang batu mete maka terjadilah pergolakan di Negeri Etill yang dikenal dengan peristiwa Lisa nurua ata, dimana moyang Suitlatu-Risaputty akan dibunuh pada saat itu namun diselamatkan oleh adiknya Patimau-Lekalaet yang diutus oleh Lumaupuy Pasaluei kemudian moyang Risaputty diamankan dan tinggal di Pialibul yang merupakan petuanan negeri Lumoli. Atas peristiwa tersebut moyang Suitlatu-Risaputty mengambil keputusan untuk meyerahkan daerah la matai kepada adiknya Pasaluei supaya tinggal berdekatan dengan dirinya”.

Ini adalah Pernyataan sejarah bohong dengan memutarbalikan sebuah fakta sejarah demi syahwat Keserakahan sehingga berani menghalalkan segala cara, Pernyataan Dalam Berita Acara ini sangatlah profokatif dan Sebuah fitnah yang sangat keji, ini ada unsur kesengajaan untuk membenturkan Kami dengan Pemerintah negeri Eti, Pemerintah Desa lumoli harus mempertanggung jawabkan Pernyataan ini.

Demi mengantisipasi hal ini saya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Negeri Eti untuk mendapatkan penjelasan dan langkah apa yang harus di ambil oleh kami bersama demi membersihkan nama baik Negeri kami dari fitnah – fintah ini.

Bahkan Kepada media ini Risaputty menjelaskan bahwa ” ini bukanlah persoalan baru, sejak kakek saya masih hidup tidak ada yang berani main klaim, tetapi setelah kakek saya meninggal persoalan demi persoalan mulai bermunculan, bahkan orang tua saya juga pernah di ancam oleh masyarakat lumoli, dan saya masih ingat sampai saat ini, keributan demi keributan yang terjadi bukan satu kali, baik itu dengan mata rumah risaputty maupun dengan mata rumah yang lain sampai harus berhadapan di Kepolisian”. Jelas Kaleb

“Pernah di Tahun 2013 lalu saat Pendeta Jemaat Lumoli dan majelisnya datang ke Keluarga Risaputty untuk meminta pembebasan lahan Gedung Gereja Lumoli karena kesulitan mendapat bantuan pemerintah, saya Dan Adik saya Arnold Risaputty di utus oleh keluarga besar untuk pergi mengukur tanah tersebut malah saya dan adik saya di pukuli, dan di keroyok oleh masyarakat lumoli di hadapan rajanya saat itu, berulang – ulang kali kami sudah berhadapan dengan mereka baik yang di fasilitasi oleh pemerintah maupun oleh pihak keamanan dalam hal ini pihak Polres SBB”.Tuturnya.

Sehingga menurut saya Pembangunan Baileo ini hanyalah sebuah modus operandi yang sengaja di buat untuk memperkuat eksistensi adatnya serta bertujuan untuk menguasai hak milik orang lain, untuk itu saya tetap menolak Pembangunan Baileo tersebut, “kalian mau ngotot untuk membangun silahkan, masih ada jalur hukum yang dapat di tempuh untuk membuktikan semua kebenaran yang ada”.Tegas Risaputty (Yan.L)