Suli,beritasumbernews.com
Raja Negeri Suli Hans Suitela membantah keras dengan isu yang berkembang sampai ke publik menarik perhatian insan Pers, Raja tidak pernah berjanji untuk menjamin adanya air bersih apalagi yang ada di Dusun Jembatan Dua.
Hal tersebut di sampaikan Raja Negeri Suli Hans Suitela kepada wartawan kemarin di ruang kerjanya” saya tidak pernah berjanji untuk bikin bak air bersih, itu tidak sama sekali. Tegas Raja
Katanya” bak – bak itu sudah terbuat sejak lama yang di buat oleh PMPM Mandiri, sejak tahun 2009,2010 dan 2011. Terang Raja
Di jelaskannya Raja” Anggaran dana desa dan alokasi tidak mampuh untuk menjangkau sampai pembuatan bak, karena itu bak PMPM mandiri yang buat. Tutur Raja
Mengenai sumber air ada secara alami, Dulu akang macam mata air parigi bagitu lalu dari situ masuk ke bak. Ucap Raja
Setelah di kerjakan oleh PMPM Mandiri mengerjakannya kemudian di serahkan ke Desa, dan itu air jalan normal dan itu sampai dengan hari ini masih normal. Jelas Raja
Di tambahkan-nya” namun jika musim panas, atau kemarau, air tersebut bukan kering namun menipis dan sulit mengalir, tetapi kalau hujan kadang warga tidak membutuhkan air lagi karena secara pribadi masyarakat mereka menyiapkan bak pribadi di rumah mereka untuk menampung air. Sebut Raja
Kata Raja” Dan oleh karena itu mata air di jembatan dua itu saya punya wilayah, Wilayah dimana tempat hak-hak wilayah adat dan negeri tapi itu juga kebun saya dan rumah saya di situ dan siang hari malam saya dengan mereka. Ungkap Raja
Selain itu Raja juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bagi siapa yang ingin menggali sumur, Raja mempersilahkan.
Pasalnya” Sampai sekarang bak itu dia berfungsi dan air itu kalau panas otomatis dia akan berkurang, Raja pernah konsultasi dengan bagian pengedaran air di poka rumah tiga, dong bilang Raja nanti katong upaya-upaya e, nanti satu waktu kalau ada anggaran katong bikin sumur bor. Tutur Raja gunakan dialek Ambon sehari harinya
Sedangkan ada beberapa masyarakat yang secara mandiri atau pribadi dong su biking sumur bor.
Tapi kalau untuk air bersih sama sekali tidak perna di janjikan dan tidak perna saya buat bak. Tegas Raja
Di tambahkan-nya” Saya orangnya terbuka, Babinkamtibnas 24 jam karena ada sesuai dengan 11 butir kapolri itu yang salah satunya restorasi jastis itu tetap katong kerja sama.
Jadi persoalan-persoalan yang bisa kita selesaikan babin mari katong selesaikan maka Aman.
Tapi kalau persoalan-persoalan yang sudah menyangkut pidana pertumpahan darah otomatis mengarahnya kesana.
Jadi saya ingin jujur kepada semua media masa menyangkut dengan Babinkamtibnas itu kerja samanya bagus sekali.
Raja juga mengakui benar terkait RT, memang betul selama 8 bulan RT belum mendapat hak mereka, dan itu di dapat Rp. 100.000, namun 8 bulan keterlambatan itu karena ADD kita belum tercairkan.
Dalam rapat yang di gelar Raja, Raja juga menyampaikan terkait 100 itu kepasa RT bahwa” 100 di kasih itu anggaran yang terlalu kecil, lalu bagaimana dengan kepengurusan kata RT dalam pertemuan itu bahwa itu nanti akan di atur, bahkan Raja pun membuat Cap RT.
Di jelaskannya Raja” DJ Negeri Suli ada 57 RT dan di dalam Rindam Suli ada 4 RT, dan di tambahkan-nya, insentif itu di dapat berdasarkan pencairan ADD karena tercair nanti 3 bulan skali. Ucap Raja
Raja apresiasi sejumlah wartawan yang datanginya dan mengkonfirmasi terkait beberapa hal yang di terima dari informasi masyarakat.
Taman belajar yang di bangun terlihat salah sasaran, Raja menyampaikan bahwa dalam rancangan program pembangunannya akan membangun serba guna sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam melaksanakan berbagai kegiatan di serba guna tersebut. Pungkasnya (Veja)
