Aru – beritasumbernews.com – Kantor bahasa Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Festival Revetalisasi Bahasa Trangan Barat, di Kabupaten Kepulauan Aru. Senin 02-10 -2023
Dalam sambutannya Kepala kantor bahasa Propensi Maluku, Ibu Kiti Karelisa. SE.MA, di awali dengan menyapa para siswa yang terlibat dalam festival bahasa Trangan Barat yakni” SD inpres Doka Barat, SD impres Jerol, SD Kristen Doka Barat, SD Kristen DokaTimur, SD Kristen Fatural, SD Kristen Jerol, SD Kristen Juring, SD Kristen Lorlor, SD Kristen ngailon, SD Negeri Erasin, SMP Kristen Feruni, SMP Negeri 10 Ngaibor, SMP Negeri 11 Laininir, SMP Negeri 13 Tabarfane, SMP Negeri 3 Jerol, SMP Negeri 9 Reby, SMP Negeri Doka Timur, SMP Negeri Korpui, SMP Negeri Lorlor, SMP Negeri Popjetur, SMP Negeri Terpadu mangaerersin.
Kata Karelisa” kami dari kantor bahasa propensi maluku dan dinas kebudayaan pendidikan senang skali dengan kegiatan yang dimaksud, bertemu anak anak serta parah didik siswa, yang mana sudah meluangkan waktu untuk mengembangkan bahasa bahasa yang terancam puna, terbanyak terdapat di wilayah bagian Timur indonesia.
Menurutnya” bahasa bahasa tersebut memiliki jumlah penuturnya sedikit bhakan sudah ditingalkan oleh penutur penuturnya
Di Maluku ini kita punya 70 bahasa daerah dan telah di daftarkan oleh kantor bahasa propinsi maluku dan 62 dua bahasa Ada di peta bahasa badan pengembangan dan pengunaan bahasa, bayangkan betapa bayaknya pelangan kita ini dengan berbahasa daerah, betapa kayanya kita tidak melasanakan bahasa itu dikarenakan orang tua tidak mengejarkan bahasa itu kepada anaknya.
Tambahnya” Kemungkinan kedua ada larangan pengunaan bahasa itu, karena ada malu, kemungkinan ketiga ada bencana alam atau bencana besar atau peperangan yang menyebabkan tiada lagi penutur dari bahasa itu.
Di katakannya pula” Ada juga kemungkinan kemungkinan lagi bahasa yang harus kita merevitalisasi kembali salah satunya kita pelihara kembali bahasa daerah dan kita kuatkan kembali salah satu festival tunas bahasa itu di kabupaten kepulauan aru ini.
Festival Tunas bahasa itu untuk berlomba dogi, berlomba cerita dongen, berlomba baca puisi, berlomba menulis surat, menulis cerpen, stan up berkomedi tungal. Pungkasnya (Adri)
