SBB,beritasumbernews.com,Informasi yang laju berkembang viral di sejumlah media masa dan facebook terkait bentrok warga dan karyawan PT. Spice Islands Maluku yang beroperasi di SBB pada penanaman pisang Abaka, akhirnya di klarifikasi oleh pihak PT. Spice Islands Maluku lewat Estate Maneger dan Approval dari head of operation PT. Spice Islands Maluku di SBB.
Pihak PT. Spice Islands Maluku lewat Estate Maneger Bambang dalam klarifikasi-nya mengungkapkan” berdasarkan Nomor : 123 / SIM-Legal/ Press Release/X/ 2023 terkait pemberitahuan bahwa” PT. Spice Islands Maluku yang berkantor di Desa Lohiatala, Kec. Kairatu Barat, Kab. Seram Bagian Barat memberitahukan kepada semua pihak mengenai peristiwa yang terjadi pada hari Jum’at, tanggal 20 Oktober 2023, sekitar jam 16:00 WIT di Desa Kawa.
Di katakan Bambang” Pada pukul 16.00 WT ada warga datang ke dekat lokasi kerja, yang mana saat itu karyawan hendak akan pulang istirahat, dimana sebelumnya Alat bekerja di Lokasi Marlon Olzenski alat bekerja kurang lebih 50 meter dari bekas Pondasi rumah Herman Olzenski, alat bekerja kurang lebih ada 100 meter dari atas bukit, diatas bukit itu ada orang berkumpul.
Sekitar kurang lebih 50 orang Lalu Massa itu mengatakan kepada Humas La Saedo “kemari Ose biar Beta potong”, ungkap suara warga dengan dialek Ambon, kemudian dari dekat alat kata Humas SIM (La saedo) kemari lah Katong (kita) bicara Baik-baik.
Namun sayangnya dari pihak masa yang datang tidak menghiraukan ajakan tersebut, kemudian langsung menyerang dan mengancam dengan kata” kamari lah Beta potong ose” masih gunakan dialek Ambon.
Warga tersebut terlihat jelas menggunakan switer Hitam bercelana putih, yang saat itu memerintahkan massa untuk menyerang tempat pekerja yang akan pulang, penyerangan itu dengan menggunakan alat tajam dalam hal ini parang, kayu dan Batu.
Masa pun menombak Anas pengawal Alat lalu mengenai
dinding Kaca Excavator dan mereka melempari Excavator teru menerus serta ada Massa yang memanjat
Excavator yang lagi begerak sambil mengayunkan parang kepada operator dan sebagian melempari Alat lalu mengenai Operator dengan reflek tangan operator yang kena lempar langsung menyentuh stick alat terswing.
Karena banyaknya Massa agak brutal lalu operator untuk mengamankan supaya Massa tidak mendekati operator Yang akan menuju pulang sambil menggerakkan alat terus supaya jangan ada Massa yang mendekati, tetapi Massa makin Brutal, Massa yang naik Excavator tadi terjatuh karena Excavator bergerak berputar – putar untuk menghindar dari serangan dan orang yang jatuh tadi terkena dengan Excavator yang sedang bergerak pulang.
Massa mengejar karyawan hingga sampai ke pinggir jalan Aspal dengan menggunakan parang, kayu dan batu, sepeda motor karyawan sampai ada yang kena lempar, bahkan ada yang dibacok dengan parang, karyawan PT SIM ada juga yang terkena Pukul dengan kayu dan lemparan Batu. Terang Bambang
Lanjut Bambang” Kaca Excavator pecah dan sebagian alat alat Excavator ada yang rusak.
Kepada awak media ini Bambang selaku Manager Estate Kawa sebagai penanggung jawab Perkebunan yang terletak di Desa Kawa, menambahkan bahwa terjadinya bentrokan tersebut pihaknya PT. Spice Islands Maluku sedang berkoordinasi dengan Pihak terkait yaitu Kepo!isian Resort Seram Bagian Barat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Selain itu pihaknya juga sedang membangun komunikasi dengan pihak Korban dan Keluarga Korban yang terluka. Pungkasnya (V374)
