Halut – beritasumbernews.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halmahera Utara ketika diwawancarai media Beritasumbernews.com terkait Desa Cantik disaat kegiatan Workshop Evaluasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian Tahun 2023 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2023, yang berlansung di Ball Room Lantai III Marahai Park Hotel Desa Wosia Kec Tobelo Tengah kabupaten Halmahera Utara, Selasa (14/11/2023) Beliau mengatakan begini.
“Desa Cantik atau Desa Cerdas Statistik, dan kebetulan sekarang ini BPS sedang melaksanakan Desa Cantik yang difokuskan di Desa Pitu Kecamatan Tobelo Tengah dan itu sebagai failet objeknya nanti.” Katanya.
Kata Arifin M Kahar, Didalam program pembinaan Desa Cantik itu memang jadi tanggung jawab BPS, kita membina satu tahun satu Desa, kebetulan tahun ini Desa Pitu sebagai percontohan, dan yang kita bangun disana adalah sistim tata kelola datanya, jadi dari yang tadinya Pitu tidak punya sistem tata kelola data, sekrang sudah ada. Jadi mulai dari mereka pembinaan, dibinah, dilatih dan melakukan pendataan kemudian mereka feripikasi data dan pada akhirnya mereka nanti mendiskriminasikan data kedalaman suatu wadah dengan nama aplikasinya PAPEDA.
Menurutnya, Aplikasi PAPEDA ini ada dua fersi yaitu berbasis Android dan berbasis Web, kemarin kita sudah launching di Desa Pitu dan sudah demo disana, jadi masyarakat dalam melakukan pelayanan di Kantor Desa tidak perlu lagi mendatangi kantor Desa, cukup dari chat mereka melalui WhatsApp (WA) dalam dua sampai tiga menit urusan mereka selesai.
“Pada prinsipnya maunya masyarakat seperti itu, disamping itu kita juga bantu Desa untuk siapkan data. Dan data data profil Desa itu akan komprensi disitu dan bisa dilihat masyarakat Desa Pitu dan sebagainya.” Ujarnya
“Ada empat Desa Mandiri di Kabupaten Halmahera Utara ini diantaranya Desa Pitu, Desa Gura, Desa Gosoma dan Desa Rawajaya. Dari empat Desa mandiri ini kami dari BPS memilih Desa Pitu sebagai salah satu failet projeknya dulu, nanti kalau berhasil kemudian kita akan merekplikasi ke Desa Desa Mandiri lainnya.” Pungkasnya
Harapannya, Kalau Desa Mandiri ini sudah punya sistem tata kelola data dengan baik, maka bisa direkplikasi oleh Desa Desa yang lain di Halmahera Utara dan itulah harapan dari Pemerinta Daerah. (Yansen)
