Ambon +beritasumbernews.com Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2024 yang dilaksanakan di Halaman Parkir Belakang Balai Kota Ambon pada hari Jumat (26/4/24) pukul 10:00 WIT.
Apel Siaga dan Simulasi ini dipimpin oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Kota Ambon, Robby Sapulette, serta melibatkan 50 orang peserta yang terdiri dari OPD Pemerintah Kota Ambon, maupun instansi lembaga terkait penanggulangan bencana seperti SAR, BMKG, RAPI, anggota Kodim 1504, anggota polres pulau Ambon dan pulau-pulau lease, Swasta, Akademika dan media maupun juga kelompok Disabilitas sebagai perwakilan kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Robby Sapulette membacakan arahan dari Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, yang menekankan pentingnya Hari Kesiapsiagaan Bencana sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Peringatan HKB tahun 2024 merupakan kali kedelapan sejak dimulainya pada tahun 2017. Kegiatan ini merupakan implementasi arahan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas Penanggulangan Bencana, dengan fokus pada kesiapsiagaan, pencegahan, dan edukasi masyarakat,” ungkap Sapulette.
Kota Ambon rentan terhadap berbagai bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, angin kencang, abrasi pantai, kebakaran hutan, dan pemukiman.
Kegiatan Apel Siaga dan Simulasi ini juga menjadi upaya siaga darurat kekeringan oleh Pemerintah Kota Ambon, dengan distribusi air bersih pada masyarakat terdampak.
Sapulette juga menjelaskan bahwa Kondisi geografis Kota Ambon yang strategis dan rawan terhadap bencana membutuhkan upaya penanggulangan yang sesuai. Strategi penanggulangan bencana harus melibatkan komunitas secara aktif, dengan masyarakat sebagai komponen utama dalam mengurangi risiko bencana.
“Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus meningkatkan kewaspadaan masyarakat, memperkuat ketangguhan dalam menghadapi bencana, dan menjadikan penanggulangan bencana sebagai budaya yang terintegrasi dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon,” harap Sapulette di akhir sambutannya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Ambon Frits Tatipikalawan saat di temui oleh beberapa awak media usai melakukan Apel siaga juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Apel Siaga dan simulasi penanggulangan bencana dilakukan bersama BMKG dan OPD-OPD lainnya dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024.
Menurutnya, pada tahun 2023, BPBD Kota Ambon melalui program IDRIP telah melaksanakan survei kesiapsiagaan, pemasangan rambu evakuasi, dan penyusunan dokumen rencana kontingensi banjir bandang di Kota Ambon bersama OPD-OPD terkait dan BMKG.
“Untuk tahun 2024, BPBD Kota Ambon menerima bantuan berupa penambahan 300 rambu evakuasi, sistem informasi tsunami yang akan dipasang di 6 lokasi, pembangunan gedung baru untuk BPBD, serta proses bantuan 1 unit ambulance yang akan dihibahkan ke salah satu rumah sakit di Kota Ambon,” ungkap Tatipikalawan
Tatipikalawan juga menyebutkan bahwa enam lokasi yang akan dilengkapi dengan rambu evakuasi pertama adalah Desa Batu Merah, Kelurahan Rijali, Kelurahan Waihaong, Honipopu, Wainitu, dan Desa Poka. (Bs)
