filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Hdr;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 112.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Ambonberitasumbernews.com Kata Wakil komandan Lantamal IX Ambon Untuk pemilik barang ini terus terang kami belum tau jelas, pemiliknya orang Namlea, itupun belum jelas.

Asam Sulfat (H2SO4), kita juga mengantisipasi,dan ada jenis obat yang diamankan yakni 200 kg asam sulfat dan 70 kg piro sulfat.

Untuk penggunaan imformasi awal, katanya untuk pupuk, tapi dari pihak pertanian meragukan akan hal bahan ini ,”Ahirnya kami dari Danlantamal IX Ambon Mengamankan barang tersebut di Pelabuhan rakyat Kapal Fery Galala pada tanggal Sabtu Malam jam 8.00 Wit

Barang – barang tersebut langsung di amankan oleh anak buah saya, dan ternyata tidak ada yang mengakui ini milik siapa,dan ini kewenangan dari pihak kepolisian dan kita hanya mengamankan dan diserahkan kepada polisi.ungkapnya

Asam Sulfat H2SO4 akan di kirim ke Namlea, dan informasi asalnya, beli di Surabaya.

Akhirnya hari ini wakil Lantamal Ambon Letkos  laut (PM)  Markus Jabarmase dan Kolonel Laut P. Batos Laksono menyerakan bahan kiamia tersebut ke kadis propam polda maluku untuk tindak lanjud

Kadis propan polda maluku kami sudah menerima sejumlah barang kimia Asam Sulfat H2SO4 dan Firo Sulfat , dari Lantamal IX Ambon dan kami akan melaporkan kepada pimpinan, yaitu bapak kapolda maluku kemudian apabila ada indikasi keterlibatan anggota itu kami akan memberi sangsi sesuai kode etik

Dari pihak kepolisian akan mencari dan mengusut  masala ini sampai tuntas.(Chey21)