Ambon – beritasumbernews.com – Rapat kerja 1 forum kelompok masyarakat siaga bencana FKMSB Kota Ambon terwujudnya kehidupan masyarakat kota Ambon yang siaga terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam

Ketua FKMSD Kota Ambon pak Usman masohi, Direktorat SDA Bappenas seri yang hadir secara daring Dirjen SDA kementerian PUPR RI hadir secara daring Bapak Ibu narasumber yang hadir secara daring di pagi ini.

kepala Balai Sungai provinsi Maluku atau yang mewakili pimpinan OPD Badan Penanggulangan Bencana para narasumber dari lingkungan hidup,

Saat ini pak Walikota Ambon Bodewin Wattimena tidak Sampat hadir karena sementara berada di luar Ambon, dan acara ini mestinya Ibu Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta yang menghadirinya, tetapi pada waktu yang sama ditugaskan untuk menghadiri agenda yang lain, “termasuk juga sekretaris kota Ambon Robert Sapulette.

Ronal Lekransy dalam tanggung jawab sebagai Staf di bidang ekonomi pembangunan dan kesra, ditugaskan untuk menyampaikan sambutan Walikota Ambon dalam forum Rapat Kerja 1 Forum Kelompok Masyarakat Siaga Bencana Kota Ambon

pertama-tama Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dalam kondisi Ambon beberapa hari terakhir ini yang dilanda hujan dengan durasi dengan intensitas kecil sampai sedang sampai tenang tetapi berimplikasi dan berdampak cukup besar bagi kota ini, ujarnya.

Ada begitu banyak kejadian bencana banjir, longsor yang menjadi perhatian pemerintah kota tetapi juga komunitas masyarakat di kota ini dan karena itu kita bersyukur bahwa di tengah-tengah kondisi kota yang kita hadapi, tetapi tuhan mempertemukan kita di dalam forum rapat kerja di saat ini, sebenarnya merupakan ujung tombak penanggulangan bencana pada tingkat-tingkat yang paling kecil.

Secara global yang harus menjadi perhatian pemerintah kota dan seluruh masyarakat tentang dampak dan implikasi dari perubahan iklim yang signifikan dan drastis di kota ini, kami percaya bahwa rapat kerja ini bukan sebuah rancangan kebetulan dalam kondisi definisi berorganisasi dalam pemerintahan

Lekransy mengatakan dalam rapat kerja ini kita berkonsolidasi, menggagas ide dan pikiran kita membangun strategi dan rencana aksi yang menjadi sasaran dan visi pada organisasi komitmen untuk menemukan rahasia dibalik kelompok atau tim, yang akan menjawab sasaran dan Visi dan tujuannya akan dicapai oleh kelompok lembaga masyarakat siaga bencana ini .

Lekransy perna Jabat sebagai penanggulangan bencana selama 9 tahun,karena tahun 2012-2013 itu banjir bandang air setinggi bangunan rumah, mungkin ada yang pernah menyaksikannya, dan kami memodifikasi bantuan dan untuk penyelamatan aspek penyelamatan aspek utama dalam upaya penanggulangan bencana keselamatan manusia, ungkapnya

Makanya kalau pengadaan barang jasa bisa dilakukan belanja langsung karena statusnya darurat bencana, ini bukan kebetulan ini perencanaan yang matang oleh tim dan karena itu kami percaya bahwa semua upaya yang dikerjakan ini ada filosofinya ada alasannya

Percaya bahwa forum ini dibentuk untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan yang terstruktur, pengalaman Ambon tahun 2012/2013 menceritakan duka yang mendalam buat kita sekalian ada kurang lebih 48 Orang yang ditemukan meninggal saat itu masih teringat sekali dalam pikiran saya. karena itu sejarah ini harus menjadi kekuatan kita untuk membangun kota ini menjadi kota yang tangguh bencana.

Dalam aspek perubahan iklim cuaca ekstrem bagaimana dampak dari pada reklamasi, berimplikasi kepada banjir roh yang mengalami dan dialami, dirasakan oleh sebagian masyarakat pesisir kita.

lalu kemudian pencemaran lingkungan keterbatasan ketersediaan air bersih di kota, ini menjadi PR kita hari ini, belum lagi deportasi jadi penggunaan eksploitasi hutan secara berlebihan yang berdampak buruk saat kita mengalihfungsikan ruang-ruang terbuka hijau kita, ” menjadi ruang- ruang hunian karena memang itu konsekuensi dan risiko dari kota bertumbuh,kota berkembang, ada banyak urbanisasi migrasi yang dilakukan dan itu berimplikasi pada kota kita,

Itu masalah serius kita hari ini hujan sedikit saja aliran-aliran Sungai, kemudian drainasi kita penuh dengan sampah-sampah plastik sampai di laut kita berbagai Ekosistem, ” ini tantangan bagi Tim FKMSD untuk melihat dan menjadi pergumulan serius,”

Dalam undang-undang 24 kalau bapak ibu baca tentang penanggulangan bencana ada paling sedikit empat parameter ukur dalam Bagaimana mengoptimalkan efektif bencana secara produktif dan karena itu ada empat hal yaitu; Terencana yang pada akhirnya mendorong Bapak Ibu untuk melakukan rapat di hari, Aspek perencanaan, dimana-mana konsep perencanaan itu berbasis data dia akan melahirkan upaya penanganan yang produktif tepat sasaran ini yang menjadi perhatian dunia.

Perhatian aspek perencanaan ini menjadi stik objek utama pemerintah kota secara global sudah mendesainnya secara luar biasa dalam rencana pembangunan jangka menengah 5 tahunan rencana kerja pemerintah daerah, rencana strategis harus bisa dibuat oleh tim.
(Chey)