
SBB – beritasumbernews.com – Dalam video pernyataannya, Gubernur Maluku secara tegas menyoroti kebodohan kebijakan Bupati Asri Arman yang menghentikan operasi PT SIM:
“Penghentian izin tanpa kajian komprehensif adalah tindakan institusional vandalisme merusak sendi-sendi investasi strategis yang telah dibangun bertahun-tahun. SBB bukan kerajaan pribadi!”
Penangguhan operasi PT SIM melanggar prinsip kehati-hatian lingkungan (precautionary principle). Jika ada dugaan pelanggaran AMDAL, solusinya adalah audit independen, bukan pembunuhan investasi.
Menghancurkan investasi senilai Rp 600M di tengah pertumbuhan ekonomi Maluku yang sangat lambat adalah tindakan “bunuh diri daerah”
Bupati telah menjadikan perizinan sebagai senjata politik, padahal UU Cipta Kerja mengamanatkan kepastian hukum bagi investor.
Mematikan PT SIM sama dengan membiarkan warga SBB makan batu sementara kapal berisi emas ditenggelamkan di pelabuhan.
PT SIM adalah anak perusahaan dari REA HOLDINGS sebuah perusahaan kemampuan Global yang Diinjak-injak Bupati tolol di kabupaten SBB.
Perlu dicatat sedikit mengenai siapa itu dan Track Record Internasional REA Holdings
– Membangun pelabuhan otomatis senilai $2,2 miliar di Mozambik (terbesar di Afrika Timur).
– Mengelola kawasan industri hijau 12.000 ha di Vietnam dengan standar ISO 14001.
– Mitra strategis Unilever dan Siemens dalam proyek energi terbarukan.
Komitmen Lingkungan Kelas Dunia yang mempertahankan sertifikasi ESG (AA Rating dari MSCI) selama 8 tahun berturut-turut.
Transplantasi Teknologi.
Akan membawa teknologi zero-waste port pertama di Indonesia ke SBB.
Tapi semua dihancurkan oleh Bupati yang tidak mampu membedakan antara AMDAL dan akte kelahiran!
Bupati mengklaim “pelanggaran lingkungan” tanpa data ilmiah adalah malpraktek pemerintahan.
Seharusnya Bupati seperti ini sudah digugat pidana atas criminal negligence.
Kebijakannya merupakan violation against Sustainable Development Goal.
Mentalitas PREMAN KAMPUNG mempersepsikan investor sebagai musuh, bukan mitra.
Surat penghentian izin Bupati Asri Arman adalah DOKUMEN MEMALUKAN yang pantas jadi studi kasus kegagalan efisensi pemimpin daerah.
Tidak ada metodologi kajian lingkungan. Tidak ada comparative analysis dampak ekonomi. Hanya berisi political narsis yang dibungkus jargon ‘pelindung rakyat. Sementara REA Holdings membangun pelabuhan dengan AI dan drone monitoring di Mozambik, Bupati SBB sibuk mengurus surat yang bahasanya tidak lulus proofreading!
Gubernur Maluku telah benar intervensi pusat sekarang juga!Jika Bupati tidak dicopot, maka;
– SBB akan masuk daerah terisolir investasi (investment desertification).
– Maluku kehilangan kesempatan jadi hub maritim global.
– Asri Arman akan tercatat dalam sejarah sebagai si pembunuh kemakmuran SBB.
Untuk investor kelas REA Holdings, dunia terlalu luas untuk membuang waktu di daerah yang dipimpin ORANG DUNGU BERMENTAL KULI TAPI SOK SEPERTI LAND LORD!!(bs)
