
SBB – beritasumbernews.com –
Mencuat ke publik dari informasi yang diterima media ini, sumber terpercaya menyayangkan perilaku seorang tokoh masyarakat yang berkapasitas sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten SBB membela pelaku perbuatan bejat pada anak dibawah umur yang melibatkan bukan saja satu orang namun banyak orang, termasuk orang dekat ketua DPRD.
Dari informasi yang diterima dari sumber tersebut, ada dugaan kuat keterlibatan ketua DPRD dalam membela pelaku dari perbuatannya. Jelas sumber Ambon (20/10/2025)
Ketua DPRD SBB kebakaran jengot, Beliau mengatakan ini BERITA MACAM-MACAM,dan bukan hanya perkataan ini saja namun sayangnya ketua DPRD juga memberikan sejumblah uang buat istri – istri pelaku, (Beberapa diantara tersangka itu pernah Kerja di Kebun, Gali Kolam ikan dan bikin bersih lahan, dan Beta kasih upah ke istrinya, bukan ke siapa siapa.) kata Ketua DPRD SBB
” Dari informasi sumber terpercaya bahwa pengakuan pelaku saat di periksa penyidik Polres SBB, tidak menerima uang secara lansung dari ketua DPRD, sumber menyebutkan informasi yang diterima, diduga kuat uang tersebut diberikan Ketua DPRD secara lansung ke oknum anggota TNI AD Kodim 1513/SBB, sebagai uang tebusan atas perbuatan para pelaku, dan itupun hanya melibatkan beberapa pelaku sementara paman dari ketua DPRD tidak di libatkan dalam penyelesaian secara sepihak waktu itu di kilo 7, Kecamatan Inamosol, dan tidak melibatkan Kades”.
Pengakuan para pelaku tersebut, mencuat ke permukaan publik, jadi sorotan publik, nama ketua DPRD pun terbawa – bawa, yang diduga sebagai aktor dalam memprapradilan oknum Reskrim Polres SBB lewat kuasa hukumnya, namun sayangnya, praperadilan itu di tolak oleh pengadilan.
Publik mulai geram dan mulai marak jadi perbincangan publik, pihak penegak hukum dalam hal ini polres SBB pun didesak publik guna melakukan pemeriksaan kepada ketua DPRD SBB atas informasi yang kini hangat jadi trending di publik terkait pemberian uang guna upaya penyelesaian damai kepada ortu korban beberapa waktu lalu”.
” Setelah gagal prapradilan karena usulan prapradilan di tolak pengadilan, desakan publik pun meledak jadi trending topik desakan malai tertuju ke penegak hukum bertindak tegas”.
(Chey)
