Ambonberitasumbernews.com
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon, Richard Luhukay, memberikan keterangan pers yang panjang dan rinci di ruangan kerjanya pada Kamis, (4/12/2025), menyatakan bahwa pengembangan olahraga khususnya atlet daerah tidak dapat dilakukan sembarangan melainkan membutuhkan rencana strategis atau blue print yang komprehensif untuk tahun mendatang, dengan kurun waktu yang dirancang mencakup periode 2025 hingga 2030 dan target akhir yang jelas ditetapkan untuk mengukur kemajuan keseluruhan.

Sebelumnya, Kota Ambon telah melalui proses penataan organisasi olahraga yang meliputi musyawarah yang terstruktur untuk pemilihan dan penetapan ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) kota, yang menjadi landasan penting untuk semua langkah pengembangan olahraga ke depan.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, target utama ke depan pada tahun 2026 adalah menetapkan langkah-langkah konkrit dan terukur untuk meningkatkan kualitas olahraga di Kota Ambon melalui penyelenggaraan berbagai event-event yang terstruktur, terjadwal, dan mampu menguji potensi atlet muda.

Salah satunya adalah program yang berfokus pada olahraga untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan yang optimal, sehingga akan ada selang waktu khusus yang disediakan untuk persiapan menyeluruh para atlet sebelum mereka terlibat dalam berbagai kompetisi tingkat daerah, provinsi, atau bahkan nasional.

“Ungkap Richard, ini adalah langkah penting untuk memastikan atlet kita siap bersaing di panggung yang lebih luas dan membawa nama baik Kota Ambon,” ujarnya dalam keterangan pers tersebut.

Lanjutnya, dalam proses implementasinya, Dispora akan melakukan evaluasi secara teratur setiap tahun dengan metode yang cermat untuk melihat olahraga mana yang benar-benar memiliki potensi besar untuk dikembang dan diberikan perhatian lebih.

Meskipun tidak secara keseluruhan semua cabang olahraga yang ada di daerah dapat dikembangkan sekaligus karena keterbatasan sumber daya, sehingga ada prioritas yang jelas untuk mengembangkan cabang olahraga yang paling relevan dan menunjukkan potensi yang menjanjikan sesuai dengan harapan ke depan.

“Ini bukan berarti kita mengabaikan cabang lain, tetapi kita perlu fokus terlebih dahulu pada yang memiliki peluang terbesar untuk meraih prestasi,” tambah Luhukay.

Ia juga sampaikan bahwa mencapai semua itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki sistem pengukuran yang jelas dan objektif untuk memantau perkembangan olahraga di kota Ambon setiap tahapnya, sehingga setiap langkah yang diambil dapat dievaluasi dan disesuaikan jika diperlukan.

Langkah-langkah yang akan ditempuh secara bertahap meliputi pembinaan aktif terhadap atlet muda sejak usia dini, dengan memberikan pelatihan yang terstruktur dan bimbingan dari pelatih yang berkwalifikasi.

Richard juga imbau kepada semua pihak terkait untuk melakukan peningkatan kualitas penyelenggara pertandingan yang berprofesionalisme tinggi, berponselitas, dan taat pada aturan yang ditetapkan oleh lembaga pengelola olahraga yang berwenang.

Semua upaya ini bertujuan agar tidak akan ada hambatan terkait dengan tempat yang tidak layak untuk berlatih dan bertanding, sehingga atlet dapat berlatih dengan nyaman dan optimal untuk meningkatkan kemampuannya.

Luhukay juga mengungkapkan harapan yang besar bahwa Kota Ambon nantinya dapat menjadi “gudang atlet” di Indonesia, sehingga ketika daerah-daerah lain juga mau melihat, belajar, dan menyalurkan potensi atlet muda mereka ke sini tidak akan menjadi masalah.

Ia menambahkan bahwa peran Ambon sebagai “gudang atlet” akan membantu menyalurkan potensi atlet dari seluruh daerah ke panggung yang lebih luas, serta menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, harapan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat Ambon terhadap prestasi olahraga kota, serta mendorong lebih banyak warga untuk terlibat dalam aktivitas olahraga secara aktif.

Dengan semua langkah dan target yang ditetapkan, Luhukay bertekad bahwa blue print olahraga 2025-2030 akan membawa pengembangan olahraga di Kota Ambon ke level yang lebih tinggi dan menjadikannya contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan atlet muda yang berkualitas.” Pungkas , Richard.

(Chey)