
Ambon, – beritasumbernews.com – Dugaan aliran dana sebesar Rp 300 juta dari internal PT Tanimbar Energi ke rekening Partai NasDem kini memicu gelombang kecurigaan publik. Nama mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, disebut sebagai figur sentral yang diduga mengetahui bahkan mengendalikan arah kebijakan perusahaan daerah tersebut.
Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kepada media ini, Selasa (17/2/2026), bahwa hampir seluruh keputusan strategis di PT Tanimbar Energi tidak pernah lepas dari pengaruh Petrus Fatlolon.
“Semua keputusan penting, termasuk yang berkaitan dengan keuangan dan arah kebijakan, tidak mungkin berjalan tanpa sepengetahuan beliau. Struktur kekuasaan di dalam perusahaan itu dibentuk dengan pengaruh yang sangat kuat,” ungkap sumber tersebut.
Menurutnya, dugaan aliran dana ke rekening partai politik bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sistem kendali yang telah lama terbentuk. Ia menyebut, dominasi figur tertentu dalam menentukan komposisi pimpinan dan arah operasional perusahaan membuka ruang bagi potensi penyimpangan.
Dugaan transfer Rp 300 juta tersebut memunculkan pertanyaan serius tentang independensi dan integritas pengelolaan badan usaha milik daerah. Publik menilai, mustahil transaksi bernuansa politis dapat terjadi tanpa persetujuan atau setidaknya sepengetahuan pihak yang memiliki pengaruh dominan.
Sumber tersebut bahkan menyebut, pola kendali yang kuat berpotensi menjadikan perusahaan daerah sebagai alat kepentingan tertentu.
“Kalau benar ada aliran dana seperti itu, maka itu bukan sekadar keputusan administratif. Itu menunjukkan adanya kendali politik atas perusahaan yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, struktur yang dibangun selama ini membuat banyak pihak di internal perusahaan tidak memiliki ruang untuk menolak atau mempertanyakan keputusan yang datang dari lingkaran kekuasaan.
Jika dugaan ini terbukti, maka konsekuensinya sangat serius. PT Tanimbar Energi yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah justru diduga berubah fungsi menjadi instrumen pembiayaan kepentingan politik.
Masyarakat menilai, kasus ini harus diusut secara transparan oleh aparat penegak hukum guna memastikan tidak ada penyalahgunaan keuangan yang bersumber dari uang rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Petrus Fatlolon maupun pihak Partai NasDem terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan hak jawab. (**)
