
Ambon – beritasumbernews.com – Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon telah secara resmi melaksanakan apel bersama sebagai momentum awal pengaktifan posko penanganan periode Lebaran tahun 2026. Pihak manajemen bandara menyatakan akan melakukan upaya peningkatan menyeluruh serta menyempurnakan strategi operasional guna memastikan kelancaran aktivitas selama musim mudik dan balik, demikian diungkapkan Johan Seno dalam wawancara sesudah acara apel pembukaan posko yang berlangsung pada hari Jumat pagi ini.
Sebagai bagian dari persiapan yang direncanakan dengan matang, tim teknis bandara telah melakukan serangkaian langkah kerja komprehensif. Termasuk di antaranya pemantauan berkala dan evaluasi mendalam terhadap seluruh fasilitas terminal penumpang, pemeriksaan menyeluruh sistem pendingin udara untuk memastikan kenyamanan pengguna jasa, hingga verifikasi terhadap prasarana pendukung operasional penerbangan seperti jalan landasan, area parkir, dan fasilitas keamanan. Semua dilakukan agar tidak ada kendala yang mengganggu operasional selama periode posko 13 Maret hingga 30 Maret tahun ini.
Pihak manajemen bandara juga menegaskan komitmen untuk menjaga serta meningkatkan tiga aspek utama pelayanan: keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama, keamanan yang mencakup keselamatan penumpang dan prasarana, serta kualitas layanan yang terus dioptimalkan. Hal ini bertujuan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengguna fasilitas Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, baik untuk perjalanan bisnis, pribadi, maupun mudik dan balik menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain fokus pada peningkatan layanan dan keamanan, pihak bandara kembali mengeluarkan kebijakan bermanfaat bagi masyarakat dengan memberikan potongan harga sebesar 50 persen terkait biaya Pembayaran Jasa Pengelolaan Bandar Udara (PJP2U) dan Pembayaran Jasa Bandara (PJB). Total nilai kontribusi telah melalui proses potongan sesuai ketentuan dan disalurkan kepada Angkasa Pura, sebagai usaha konkret untuk menekan beban biaya tiket penerbangan bagi masyarakat yang akan mudik dan balik.
Pihak manajemen berharap kebijakan potongan biaya dapat memberikan manfaat nyata serta dukungan bagi masyarakat dalam berkumpul dengan keluarga di hari raya Lebaran. Mereka juga berharap seluruh operasional selama periode arus mudik dan balik dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat.
Untuk mewujudkannya, pihak bandara telah melakukan koordinasi erat dan berkelanjutan dengan berbagai pihak terkait, termasuk seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara, perusahaan jasa ground handling, serta stakeholder penting seperti instansi pemerintah daerah dan pusat. Khususnya dengan TNI dan Polri yang akan bekerja sama sinergis untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon selama periode Lebaran.
Tak hanya melalui potongan biaya tiket penerbangan, pihak manajemen juga melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) menyusun program bantuan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada bulan ini, pihak bandara akan menyalurkan sekitar 800 tiket gratis untuk penyeberangan antar pulau yang akan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
Program bantuan tiket gratis ini akan didistribusikan pada minggu ini di Pelabuhan Liang, bekerja sama dengan Sekretariat Daerah Transportasi Perhubungan (STP) dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku. Kedua instansi tersebut akan membantu dalam verifikasi calon penerima manfaat serta pelaksanaan pendistribusian secara teratur dan transparan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam menyampaikan perkiraan volume penumpang, Johan Seno menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data awal dari berbagai sumber termasuk data riwayat tahun sebelumnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 17 hingga 18 Maret mendatang dengan volume sekitar 3.000 orang per hari. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata harian pada kondisi normal yang berkisar antara 2.200 hingga 2.500 orang per hari.
Untuk menghadapi peningkatan volume tersebut, pihak bandara telah melakukan langkah antisipasi seperti penambahan jumlah petugas di berbagai pos pelayanan, peningkatan frekuensi pembersihan dan sanitasi fasilitas, serta penyesuaian jadwal kerja agar seluruh layanan dapat berjalan optimal. Meskipun belum ada penambahan penerbangan ekstra, pihak manajemen mengakui permintaan kupon tiket akan meningkat signifikan dan telah berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan ketersediaan tiket sesuai permintaan.
Kondisi cuaca yang sering berubah cepat menjadi perhatian utama dalam operasional bandara di wilayah Maluku. Oleh karena itu, pihak manajemen telah melakukan koordinasi terus-menerus dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tingkat provinsi maupun pusat. Pada acara apel pembukaan posko, pihak BMKG mengirimkan perwakilan kepala bagian meteorologi yang akan memberikan informasi cuaca secara berkala dan akurat.
Informasi cuaca terutama terkait kecepatan dan arah angin memiliki peran krusial bagi para pilot dalam mengambil keputusan saat pendaratan atau menerapkan prosedur operasional lainnya untuk menjaga keselamatan penerbangan. Meskipun cuaca selama Natal dan Tahun Baru sebelumnya berjalan baik, pihak bandara tidak menganggap remeh kemungkinan cuaca buruk seperti badai, hujan lebat, atau angin kencang pada periode Lebaran tahun ini.
Sistem koordinasi dengan BMKG telah disiapkan agar informasi cuaca dapat diperbarui real-time dan disebarkan cepat kepada semua pihak berkepentingan, sehingga keputusan yang diambil didasarkan pada data akurat dan terkini. Selain itu, pihak bandara juga melakukan persiapan teknis seperti pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan navigasi udara, sistem komunikasi, dan fasilitas pendukung lainnya untuk menghadapi kemungkinan gangguan akibat cuaca buruk.
Seluruh petugas yang akan bertugas selama periode posko Lebaran telah melalui pelatihan dan pembekalan khusus terkait penanganan berbagai situasi yang mungkin terjadi, termasuk keadaan darurat akibat cuaca buruk, penanganan keramaian penumpang pada puncak arus mudik dan balik, serta penanganan masalah teknis yang muncul secara tiba-tiba.
Sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan terbaik, pihak bandara mengimbau masyarakat yang akan berpergian melalui Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon untuk selalu memeriksa informasi jadwal penerbangan secara berkala, datang lebih awal untuk menghindari antrian panjang, serta mematuhi seluruh peraturan dan prosedur yang berlaku demi kelancaran perjalanan.
Johan Seno menutup dengan menyampaikan harapan bahwa seluruh persiapan yang dilakukan bersama stakeholder terkait dapat berjalan sukses, sehingga periode Lebaran 2026 menjadi momen berkumpul yang bahagia dan penuh kebersamaan tanpa kendala, dengan perjalanan mudik dan balik yang aman, nyaman, serta lancar dari awal hingga akhir.”Pungkas”Johan Seno Tutup Johanis bawollo
