
AMBON – beritasumbernews.com –Pemerintah Kota Ambon secara resmi meresmikan kantor sekretariat cabang atau ranting organisasi Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (GPM) yang berlokasi di kawasan Pantai Wanitu. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon (Sekot), Roberd Sapulette, ST., MT., pada hari Sabtu, (18/04/2026). tepat pukul 16.30 WIT.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar Angkatan Muda GPM di wilayah tersebut.
Kehadiran Sekretaris Daerah dalam kesempatan ini menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang positif.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Sekda Roberd Sapulette menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas selesainya pembangunan gedung tersebut.
Menurutnya, tidak semua organisasi atau kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk dapat memiliki tempat atau sekretariat sendiri, terutama di tengah kota yang padat seperti Kota Ambon.
“Kita harus menyadari bahwa membangun sebuah tempat ibadah atau perkumpulan bukanlah hal yang mudah. Kota Ambon memang memiliki potensi dan sumber daya, namun mendapatkan lahan yang strategis untuk membangun gedung permanen adalah sebuah tantangan besar yang tidak semua pihak bisa dapatkan,” ujar Roberd dalam sambutannya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk benar-benar bersyukur kepada Tuhan Yesus atas berkat dan rahmat yang telah diberikan.
Kesempatan untuk memiliki gedung yang layak dan bagus ini harus disyukuri sebagai anugerah yang luar biasa, mengingat untuk membangun sebuah rumah hunian saja seringkali memerlukan perjuangan yang berat, apalagi membangun gedung organisasi yang megah seperti ini.
Lebih jauh, Roberd menekankan pertanyaan mendasar mengenai fungsi dan tujuan dari keberadaan gedung tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak diimbangi dengan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Pertanyaannya, apakah pembangunan gedung ini nantinya akan benar-benar berdampak bagi kehidupan kita dan masyarakat sekitar? Jawabannya ada pada bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya,” tegasnya.
Gedung ini seharusnya menjadi tempat berkumpul yang positif, tempat belajar, berdoa, dan membangun persaudaraan, sebagaimana pesan yang telah disampaikan dalam khotbah sebelumnya. Jika fungsi ini dijalankan dengan benar, maka dampaknya akan sangat terasa dan nyata di lingkungan Pantai Wanitu.
“Saya berharap, dengan adanya sekretariat ini dan kehadiran rekan-rekan di sini, maka kita tidak akan lagi melihat keributan, kekacauan, atau hal-hal negatif yang terjadi di area pantai ini pada malam hari. Gedung ini harus menjadi benteng moral dan ketertiban bagi lingkungan sekitar,” tambahnya optimis.
Keberadaan organisasi yang aktif di lokasi tersebut juga akan menjamin keamanan dan kenyamanan.
Tidak perlu lagi ada kekhawatiran mengenai keamanan aset atau lingkungan, karena dengan adanya aktivitas positif yang dilakukan oleh para pengurus dan anggota, tempat ini akan selalu terjaga dan terawat dengan baik.
Roberd Sapulette juga menyoroti fenomena kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat saat ini. Berbagai masalah sosial yang sering disinggung dalam berbagai kesempatan, termasuk yang disampaikan oleh Bapak Pendeta, menjadi perhatian bersama yang harus diwaspadai dan dicegah.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab semata dari pihak kepolisian maupun TNI.
Lebih dari itu, kunci utama keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai terletak pada kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri.
“Kita semua punya andil dan tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan tempat kita tinggal dan berkumpul. Kesadaran bersama inilah yang akan menjadi benteng terkuat untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh buruk atau penyakit sosial lainnya,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, ia juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh rekan-rekan anggota yang semalam telah melakukan kegiatan pembersihan atau perayaan ulang tahun dengan cara yang positif di lokasi tersebut.
Hal ini menjadi bukti bahwa organisasi ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan peduli terhadap lingkungan.
“Saya berharap sangat agar rekan-rekan sekalian dapat terus menjadi ‘garam dan terang’ dalam setiap perjalanan kehidupan ke depan.
Artinya, jadilah pemberi pengaruh baik, penyejuk suasana, dan juga penerang yang memberikan contoh teladan bagi orang lain, terutama bagi generasi muda lainnya,” pesannya penuh harap.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Roberd Sapulette juga tidak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-45 bagi GM4.
Harapannya, organisasi ini semakin dewasa, semakin solid, dan semakin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan kota Ambon.
Selain itu, ucapan selamat ulang tahun juga ditujukan secara khusus kepada Ibu Pendeta yang merayakan hari lahirnya pada tanggal 16 April kemarin.
Semoga dengan bertambahnya usia, semakin bertambah pula hikmat, kesehatan, dan semangat dalam melayani Tuhan dan sesama.
Acara peresmian ini diharapkan menjadi titik balik bagi perubahan positif di kawasan Pantai Wanitu. Keberadaan sekretariat yang representatif diharapkan mampu menampung berbagai kegiatan kreatif, rohani, dan sosial yang positif bagi pemuda.
Dengan adanya wadah yang layak ini, potensi-potensi muda dapat digali dan dikembangkan ke arah yang lebih produktif, sehingga mampu menekan angka kenakalan remaja dan masalah sosial lainnya yang sering menjadi keluhan masyarakat.
Kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan.
Sinergi ini sangat penting untuk mewujudkan Kota Ambon yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga maju dalam karakter dan moral masyarakatnya.
Akhir kata, semoga gedung sekretariat ini menjadi rumah bersama yang membawa berkat, kedamaian, dan kesejukan bagi semua orang yang masuk ke dalamnya, serta menjadi aset berharga bagi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah ke depannya”tutup Robertd Sapulette.
(**)
