Jakarta – beritasumbernews.com – Humas BKN, Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kepemilikan hunian, Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) menggandeng PT. Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menghadirkan program “Perumahan ASN”. Peluncuran program ini diresmikan langsung oleh Kepala BKN) selaku Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan bersama Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu pada Selasa (26/05/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta.
Mengusung semangat “Tinggal Lebih Dekat, Hidup Lebih Maju”, Prof. Zudan sebut program ini menjadi langkah strategis KORPRI dalam menjawab kebutuhan dasar ASN, khususnya kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau. Ia menilai kesejahteraan ASN tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pegawai, tetapi juga berpengaruh terhadap integritas dan kualitas pelayanan publik. “ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. Karena itu KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan ASN melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hal ini dikaitkannya dengan persentase ASN yang belum memiliki rumah masih cukup besar dibandingkan yang sudah memiliki hunian. Dari total sekitar 6,7 juta ASN saat ini di Indonesia, tercatat baru 22% ASN yang memiliki rumah sendiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, KORPRI menggandeng BTN dalam penyediaan dan pembiayaan perumahan ASN, termasuk skema pembiayaan dengan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 30 tahun. Program ini sendiri dirancang untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah bagi ASN.
Di samping itu, Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu, menyampaikan bahwa ASN merupakan segmen strategis dalam sektor pembiayaan perumahan nasional. BTN bersama KORPRI berencana menyiapkan skema pembiayaan khusus, termasuk program penyediaan dan pembiayaan perumahan non-subsidi dengan tenor KPR hingga 30 tahun. “Kami ingin memberikan kepastian hunian bagi ASN melalui kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau,” ujar Nixon.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Zudan juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan ASN tidak hanya menyasar kepemilikan hunian, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data BKN terakhir, masih terdapat sekitar 32 persen ASN yang belum mencapai jenjang pendidikan S1, sementara ASN dengan pendidikan S2 juga masih relatif rendah. Oleh karena itu, KORPRI melalui divisi Toktok Indonesia turut menyiapkan berbagai program pengembangan kompetensi dan pendidikan bagi ASN. “Kami siapkan Toktok Indonesia untuk menjembatani kebutuhan ASN yang ingin melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.
Selain sektor pendidikan dan perumahan, KORPRI juga berencana mengembangkan layanan kesehatan melalui divisi Toktok Health, termasuk pengembangan rumah sakit KORPRI yang terintegrasi dengan kawasan perumahan ASN. Di akhir, Prof. Zudan tegaskan bahwa program-program besar KORPRI akan terus diperkuat seiring momentum Hari Ulang Tahun KORPRI ke-55 mendatang. (Chey)

