Rencana Reaktivasi Kampus A IAIN Ambon di Tulehu, Mulai Terima Mahasiswa Baru Tahun 2026

Ambon,- beritasumbernews.com– IAIN Ambon berencana mengaktifkan kembali aset kampus di Tulehu, Maluku Tengah, secara bertahap mulai tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil karena keterbatasan anggaran dan kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya siap.kata Suud Marasabessy.SE.MM.

“Namun mau dan tidak mau, kita harus aktifkan kembali aset kita. Kemarin itu dalam rangka meninjau untuk melihat bagaimana memulainya. Dengan kondisi kita yang terbatas, kita tidak bisa secara menyeluruh,” kata sumber di lingkungan IAIN Ambon,
(Jumat 08/05/2026)

Kata Suud, Tahap Awal: Buka Kelas Sesuai Jumlah Mahasiswa
Reaktivasi akan dimulai dengan membuka kelas dulu pada penerimaan mahasiswa baru semester tahun anggaran 2026.

“Kita rencanakan memang semester tahun anggaran 2026 itu kita sudah mulai terima mahasiswa baru di sana. Tetap aktif di sana. Nanti kita jalan dengan 1-2 kelas sesuai jumlah yang mendaftar dan diterima. Kalau semakin banyak, kita buka dulu sesuai jumlah itu,” jelasnya.

Kunjungan ke lokasi kemarin dilakukan untuk mengecek kondisi fasilitas gedung. Hasil tinjauan menunjukkan plafon dan jendela banyak yang rusak. Beberapa perkantoran, termasuk kantor fakultas, juga perlu perbaikan untuk mendukung proses perkuliahan nanti.ungkap Suud

Pembagian Kampus A, B, dan C
IAIN Ambon akan membedakan penyebutan kampus untuk mempermudah:
Kampus utama di Ambon saat ini.
Kampus Tulehu yang akan diaktifkan kembali.
Rencana pembukaan di daerah lain setelah Kampus A berjalan.

“Untuk sementara, proses perkuliahan diaktifkan di sana, tapi administrasi akademik tetap dilayani. Kita akan buka kantor di sana juga. Sementara Rektorat masih di sini. Soal kapan induknya kembali ke sana, itu nanti keputusan pimpinan dan yayasan setelah semuanya siap,” ujarnya.

Saat ini jumlah dosen IAIN Ambon masih terbatas. Jika Kampus A Tulehu berjalan, kampus pasti membutuhkan dosen luar biasa untuk membantu proses belajar mengajar.

“Kita memang saat ini punya beberapa dosen masih terbatas. Kalau misalnya jalan, maka dengan sendirinya kita pasti membutuhkan dosen luar biasa,” katanya.

Penyelesaian Mahasiswa Bermasalah Angkatan Lama
Kurang lebih 1.600 mahasiswa Tulehu yang ijazahnya dulu tidak diakui pemerintah, IAIN Ambon telah mendapat jalan tengah dari Kementerian Agama dan Ditjen Pendis.

“Kebijakan itu diberikan Kementerian kepada kita untuk membantu menyelesaikan mereka. Makanya kemarin kita sudah proses mereka agar bisa ikut wisuda dan ijazahnya legal,” jelasnya.

Dari 1.600 orang, ada beberapa kategori:
1. Sudah lengkap SKS: Tinggal diwisuda. Desember lalu sudah 600 orang diwisuda.
2. SKS belum lengkap: Harus menyelesaikan sisa SKS.
3. Hanya terdaftar tanpa kuliah: Tidak bisa diproses. “Kita temukan banyak yang bahkan tidak pernah menginjak bangku kuliah. Yang seperti itu tidak bisa kita dorong dapat ijazah sarjana,” tegasnya.

Saat ini ada sekitar 200-Mahasiswa lagi yang sedang didata ulang untuk diproses wisuda legal. Semua pengecekan dilakukan via PDDikti. “Kalau data di pangkalan data belum selesai, kita tidak bisa wisuda.

Reaktivasi Kampus A Tulehu diharapkan menggerakkan ekonomi lokal. Sebelum konflik, mahasiswa IAIN Tulehu mencapai 12 ribu orang. Saat ini mahasiswa aktif IAIN Ambon tinggal 627 orang, dengan 81 dosen aktif dan 38 dosen ASN dipekerjakan.

“Ada sekitar 2.000 mahasiswa dari luar. Bayangkan kalau 2.000 orang, satu hari habis Rp50.000, putaran uangnya sudah Rp100 juta per hari. Setelah kampus pindah, ibu-ibu penjual nasi yang dulu 10 kg per hari, sekarang 2 kg saja tidak habis,” ujarnya.Suud

Karena itu masyarakat Tulehu mendorong agar kampus kembali dibuka. “Mereka sadar, dan minta tolong balik ke sana. Kita juga cepat respons karena dorongan masyarakat.”

Untuk tahun ajaran 2026/2027, IAIN Ambon menargetkan 500 mahasiswa baru. Kampus A Tulehu diharapkan kembali jadi tujuan kuliah warga Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, dan Maluku Tengah.

“Dulu itu kita kuliah cover semua, SBB, Malteng, SBT itu semua ke Tulehu. Kita berharap kalau dibuka, dari SBB bisa masuk, SBT bisa masuk, Malteng bisa masuk. Itu pintu masuk menuju Kota Ambon,” tutupnya.Suud Marasabessy. SE. MM

(Chey)

 

Artikel yang Direkomendasikan